Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kajian Online Majelis Ta'lim Syifa'ul Qulub, Kab. Malang: 'Mereguk Hikmah dari Kisah Ummu Aiman'


Kab. Malang, Visi Muslim- Ahad, 28 Juni 2020 sebuah kajian online diadakan oleh Majelis Ta'lim Syifa'ul Qulub. Majelis Ta'lim ini merupakan majelis yang berada dalam lingkungan Perumahan Banjararum Asri-Estate, Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Kajian yang bertema Kajian Siroh Shahabiyah ini dilangsungkan dengan semangat yang sedang digagas oleh Majelis Ta'lim Syifa'ul Qulub yakni Tetap Ngaji Di Masa Pandemi.

Peserta yang hadir dalam kajian adalah jamaah Majelis Ta'lim Syifa'ul Qulub. Di samping itu acara ini juga dihadiri oleh peserta umum dari berbagai kota seperti Pasuruan, Bandung, hingga Tangerang.

Kajian online yang dilangsungkan melalui media zoom ini mendapat respon positif dari para peserta. Para peserta dengan serius menyimak pemaparan materi yang disampaikan oleh Ustadzah Hanum, pembina MT Khoirunnisa, Darwin, Australia.

Ustadzah Hanum menyampaikan sosok shahabiyah yang bernama Barokah Binti Tsa'labah Al Habasyiyah atau yang lebih dikenal dengan nama Ummu Aiman.

Ummu Aiman yang telah membersamai Rasulullah Muhammad saw sejak Rasulullah masih bayi merupakan sosok istimewa yang bahkan disebutkan oleh Rasulullah sebagai ummi ba'da ummi. Saat Rasulullah dan bunda Khadijah menikah, Ummu Aiman dibebaskan . Ummu Aiman lalu menikah dengan Ubaidullah Al Khazraji, dari pernikahan ini lahirlah seorang anak bernama Aiman. Dari sinilah nama Ummu Aiman dikenal.

Ketika Rasulullah Muhammad saw berusia 40 tahun, saat pengangkatan beliau sebagai nabi dan rasul, Ummu Aiman termasuk pemeluk islam pada masa-masa awal. Ummu Aiman masuk Islam sedangkan suaminya memilih kafir, suaminya pun menceraikannya.

Dalam keislamannya, Ummu Aiman adalah sosok yang teguh dalam ketaatan. Beliau banyak mengikuti jihad fi sabilillah. Rasulullah saw bersabda "Barangsiapa yang ingin menikah dengan ahli surga, menikahlah dengan Ummu Aiman". Mendengar sabda rasulullah saw seperti itu, ada sosok sahabat yang tergerak untuk bersegera menikahi Ummu Aiman, dialah Zaid Bin Haritsah, anak angkat Rasulullah.

Dengan jarak usia yang begitu jauh, tidak menjadi penghalang bagi Zaid Bin Haritsah untuk tetap menikahi Ummu Aiman. Orientasi akhiratlah yang membuat Zaid Bin Haritsah tetap teguh.

Dari pernikahan yang penuh berkah inilah lahir Usamah Bin Zaid. Sosok generasi muslim yang banyak memberikan teladan. Usamah Bin Zaid yang saat usianya masih 18 tahun telah mengemban amanah menjadi seorang panglima perang.

Rumah tangga Ummu Aiman dan Zaid Bin Haritsah ini merupakan potret keluarga bervisi surga. Dalam sesi penutup, Ustadzah Hanum menyampaikan bahwa dari kisah Ummu Aiman tersebut kita bisa memetik ibroh diantaranya adalah bahwa hendaknya kita mencontoh rumah tangga Ummu Aiman, sosok keluarga bervisi surga. Bagaimana suami dan istri bersinergi dalam visi yang diinginkan bersama yakni surga. Kemudian ibroh selanjutnya adalah bahwa suami istri yang bervisi surga hendaknya menyelaraskan keduanya dalam ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Semoga kita semua bisa membangun keluarga yang bervisi surga. Aamiin (*)

Posting Komentar untuk "Kajian Online Majelis Ta'lim Syifa'ul Qulub, Kab. Malang: 'Mereguk Hikmah dari Kisah Ummu Aiman' "