Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Duhai Turki Jadilah Khilafah Kaffah Bukan Sekuler Parsial




Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Dunia Islam gembira akan perubahan kembali Aya Sophia dari Musium menjadi Masjid. Alhamdulillah.

Namun, sayang Turki belum berubah dari negara sekuler menjadi Khilafah Islam. Perlu waktu 86 tahun untuk membebaskan Aya Sophia menjadi Masjid.

Demokrasi di Turki kini diuji. Sebuah akun twitter di Turki melecehkan ajaran Islam. Akun itu menyatakan bahwa Islam sama dengan L687i dan Rasulullah SAW adalah pelaku pedof*l. Sungguh suatu kebebasan berbicara yang masih diagung-agungkan dalam sekularisme Turki dan apakah penguasa setempat akan menindak akun tersebut dan membubarkan sekularisme?

Sekularisme akut lah penyebab Turki lambat menjadi negara yang jaya. Pemisahan agama dari Negara, Politik dan Khilafah Islam telah resmi dimulai sejak 3 Maret 1924. Pemisahan ini yang membuat Turki semakin lemah dan lemah, tak bisa bangkit kembali menjadi adidaya.

96 tahun lamanya sekularisme terus bercokol di Turki modern. Namun, Turki tak sejaya Khilafah Ustmani pada eranya.

Turki yang modern menjadi negara kecil yang tak memiliki pengaruh internasional seperti Khilafah Ustmani. Masih banyak orang yang tidak shalat dan tidak peduli dengan Syariat Islam. Ini membuktikan bahwa Sistem sekuler yang ada di Turki telah menghalangi atau menjauhkan Masyarakat dari Islam.

Turki tak dapat menyatukan kaum Muslimin dan membebaskan Palestina. Sebab Turki yang modern bersifat sekuler parsial. Artinya, keyakinan dan ibadah masih diperbolehkan.

Tetapi ketika berbicara tentang Islam politik dan penegakkan Islam Kaffah masih jauh dari harapan. Konstitusi Turki masih sekuler dan tidak boleh diganti dengan konstitusi Islam.

Berbeda dengan Konstitusi Khilafah Ustmaniyah di era jayanya. Islam adalah jantung negara. Khilafah adalah negara Islam Kaffah yang anti Sekularisme Totalitas.

Islam adalah cara pandang negara yang dengannya Khilafah Ustmani mampu melampaui kejayaan negara mana pun di dunia. Sultan Muhammad Al Fatih moyangnya para Khalifah Ustmani mampu menaklukan Konstantinopel yang merupakan benteng terkuat pada masanya.

Sangat berbeda dengan Turki yang tak kuasa melawan Israel. Jika Khilafah tegak, Turki bisa menjadi bagian dari sebuah sistem kepemimpinan global yang mampu membasmi zionis Israel dan Amerika Serikat dari bumi ini.

Khilafah Islam akan membebaskan dunia dari penjajahan Barat dan menghukum para penghina Rasulullah SAW. Seperti dulu Khilafah mampu menggentarkan dan membatalkan niat beberapa negara di Eropa yang mau membuat drama pelecehan Rasulullah SAW.

Khilafah menjadi negara yang dikagumi oleh dunia kala itu. Negara yang mampu mentakwakan masyarakatnya dan menyinari dunia Barat dan Timur dalam keadilan dan kemakmuran. 

Jika Turki menegakkan Khilafah, Turki akan kembali kuat, menyatukan negeri-negeri Kaum Muslimin dan bergerak menaklukkan Roma[]

Bumi Allah SWT, 15 Juli 2020

Posting Komentar untuk "Duhai Turki Jadilah Khilafah Kaffah Bukan Sekuler Parsial"