Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Indonesia Berkah dengan Syariah Kaffah


Ilustrasi


Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Indonesia negara strategis dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Negara ini memiliki kepadatan penduduk nomer lima di dunia. Negara ini memiliki beragam kekayaan Sumber Daya Alam yang banyak dieksploitasi perusahaan kapitalis.

Namun, Syariah Islam telah menjadi sumber kekuatan bagi Indonesia ratusan tahun lamanya. Dimulai dari masuk Islamnya Raja Sriwijaya Palembang pada abad ke-7 Masehi, kemudian datangnya dakwah Wali Songo menyebabkan mayoritas penduduk nusantara kala itu memeluk agama Islam. Islam mampu menghapuskan sistem kasta yang mengkotak-kotakan rakyat.

Islam pun menjadi semangat perlawanan terhadap penjajahan bangsa Eropa. Jihad adalah salahsatu syariah Islam yang berhasil membuat
Indonesia merdeka. 

Islam pula yang menjadi benteng Umat Islam untuk lepas dari serangan PKI pada tahun 1948 dan 1965. Itu hanya salahsatu contoh keagungan Syariah Islam. 

Berbagai keterpurukan yang terjadi Indonesia disebabkan oleh ideologi kapitalisme sekuler. Ideologi ini menyebabkan masyarakat hidup dalam garis kemiskinan, banyaknya korupsi dan meningkatnya angka kriminalitas.

Demokrasi sebagai turunan kapitalisme mengerdilkan ajaran Islam dan anti terhadap syariah Islam. Sehingga kekuasaan oligarki menjangkiti banyak anggota parlemen dan penguasa.

Syariah Islam sebelumnya dianggap sebagai kemunduran. Tetapi ketika masyarakat melihat Syariah sebagai solusi, ajaran Islam ini dianggap sebagai ancaman.

Padahal Syariah Islam yang memiliki jasa untuk negara ini. Memang negara ini telah merdeka secara fisik tetapi penjajahan secara non fisik jauh lebih kejam.

Utang luar negeri menumpuk karena berutang dengan cara riba. Padahal Syariah Islam sangat anti riba. Sistem ekonomi Islam malah  direkomendasikan oleh Paus untuk seluruh dunia.

Syariah Islam di bidang SDA mampu membayar Utang Luar Negeri yang pernah tembus Rp.6.000 trilyun. Sekitar 300 ladang SDA apabila diambil alih oleh negara mampu melunasi semua utang luar negeri.

Keuntungan dari pengelolaan SDA secara Syar'i mampu juga memberikan dana untuk pendidikan dan kesehatan gratis. Kebijakan ini juga mampu menyediakan dana bagi negara untuk membuka lapangan pekerjaan.

Syariah Islam di bidang politik mencegah perilaku korupsi, karena Islam memandang tujuan tidak dapat menghalalkan cara. Setiap politisi yang menjalankan Syariah Islam merasa dirinya diawasi oleh Allah SWT.

Sistem pergaulan Islam mampu menghilangkan pergaulan bebas yang berimbas pada perzinahan, perselingkuhan, aborsi dan eljibiti. Sistem ini akan memudahkan orang untuk menikah dan mencegah pintu perzinahan.

Sistem Islam juga punya sistem kritik kepada penguasa. Mencegah perilaku otoriter dengan sistem pengawasan terhadap penguasa (muhasabah lil hukkam). 

Seperti dulu ketika ada wanita yang menasehati Khalifah Umar bin Khattab ra tanpa takut dipersekusi. Tanpa takut dimasukkan ke penjara.

Khalifah pung mengalah karena salah. Bayangkan pemimpin tertinggi Khilafah Islam mau mengalah dan tak arogan menggunakan kekuasaannya. Khalifah tahu Beliau adalah pelayan masyarakat yang akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirar.

Akhirnya jika syariah Islam diterapkan secara total di Indonesia akan membuka pintu keberkahan dari langit. Indonesia akan bahagia seperti benua Afrika dulu yang kaya dan makmur karena Syariah Islam. []

Bumi Allah SWT, 6 Juli 2020


Posting Komentar untuk " Indonesia Berkah dengan Syariah Kaffah"