Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

OTG Millenial, Dugaan Sebaran Lewat Udara: Ancaman Ledakan Kasus di Era New Normal



Oleh: Herawati, S.Pd.I

Pandemi covid-19 sampai saat ini terus berlangsung, belum ada titik terang kapan pandemi ini berakhir, bahkan lonjakan kasus positif covid-19 sudah pada fase yang sangat menghawatirkan, tercatat sabtu 25 Juli 2020 jumlahnya sudah mencapai 97.286 orang. 

Lonjakan jumlah kasus positif covid-19 ini, dipicu oleh kebijakan new normal dan pembukaan sekolah ditengah pandemi, kaum milenial diduga menjadi carrier bagi penyebaran covid-19, Milenial di indentikan mempunyai fisik dan mental yang kuat, maka tidak heran banyak ditemukan kasus positif covid-19 dikalangan milenial tanpa disertai dengan gejala atau orang tanpa gejala (OTG). 

Sebagai mana dilansir dari, 
https://jabar.idntimes.com/news/jabar/azzis-zilkhairil/klaster-corona-secapa-ad-menjadi-contoh-millennial-otg-lebih-bahaya

Bandung, IDN Times - Kasus ribuan siswa-siswi Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) terpapar virus corona (COVID-19) membuktikan penyebaran virus tersebut tidak pandang bulu. Terlebih dari siswa yang kini dinyatakan positif, rata-rata merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) dengan usia muda atau millenial.

Untuk menjadi Siswa-siswi Secapa AD yang ada di Jalan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap Kota Bandung, calon siswa mesti berusia di bawah 26 tahun bagi yang berijazah D3, 30 tahun bagi yang berijazah S1, dan 32 tahun bagi yang berijazah S1 Profesi. Artinya, kemungkinan besar ribuan siswa Secapa AD yang positif COVID-19 merupakan generasi millennial. 

Dalam kasus Secapa AD, terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 1.280 orang di antaranya 991 orang merupakan siswa, dan 289 sisanya merupakan staf di Secapa beserta anggota keluarga dari staf. Dari jumlah itu, hanya ada 17 orang yang dirawat dengan menunjukkan gejala terpapar virus corona. Dari gambaran tersebut, kasus OTG lebih banyak dibandingkan dengan kasus dengan gejala.

World Health Organization (WHO) kembali memperbarui, ringkasan ilmiah Transmisi SARS-CoV-2 yang diterbitkan sejak 29 Maret 2020. Isinya terkait, COVID-19 bisa menular melalui udara dan pola pencegahannya. Sebelumnya, 239 ilmuwan dari beragam negara mendapati, Virus Corona bisa menular melalui udara. Hal itu berdasarkan riset mereka yang bertajuk: It is Time to Address Airborne Transmission of COVID-19.

Ini adalah kabar buruk bagi rakyat Indonesia,  mengingat kemampuan baru covid-19 yang bisa menyebarkan lewat udara akan memperburuk kondisi saat ini,
Temuan-temuan baru terhadap sebaran virus covid-19 semestinya diiringi tindakan nyata pemerintah untuk memastikan agar bisa memutus rantai penularan. 

Sementara itu, pemerintah hanya mengonfirmasi, tidak ada kebijakan antisipasi terhadap pekerja kantoran, pegawai BUMN bahkan PNS ditengah kepentingan kondisi ini, pemerintah hanya memberikan  rekomendasi untuk mentaati protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, dan menghimbau agar rakyat mempunyai kesadaran dan sikap kehati-hatian secara mandiri. 

Rakyat melihat pemerintahan menyepelekan permasalahan OTG yang sejatinya sangat membahayakan rakyat, sistem demokrasi kapitalisme telah mencetak para pemimpin yang hanya fokus pada kepentingan masing-masing,  bukan rakyat. inilah buah dari diterapkannya sistem pemerintahan kapitalisme sekuler, yang minim rasa empati pada keselamatan rakyat. 

Rakyat dibiarkan bertarung sendiri melawan covid-19 dengan senjata alakadarnya seperti masker dan pemahaman terhadap protokol kesehatan pencegah covid-19,  yang tidak faktanya tidak semua bisa menerapkan dikarenakan kurangnya edukasi kepada masyarakat. 

Inilah tabiat buruk Rezim oligarki kapitalisme sekuler dinegri ini, dari awal kedatangan covid-19 rezim seolah memandangnya dengan sebelah mata, menganggap tidak membahayakan walau para ahli sudah banyak yang mengingatkan. Rezim tidak berusaha keras dan serius dalam menanganinya pandemi di negri ini.

Rakyat melihat pemerintah masih memberikan izin masuk tenaga kerja asing (TKA) asal china yang merupakan negara pusat wabah,  kebijakan setengah-setengah dan enggan menerapkan lockdown  semakin mempercepat penyebaran covid-19 kewilayah nusantara.

Pemerintah semestinya tidak menganggap sepele kasus OTG khusunya dikalangan milenial hanya karena alasan tidak membebani RS, apabila pemerintah masih tidak serius bahkan menyepelekan kasus  OTG  terutama dari kalangan milenial di era pelonggaran (new normal)  maka tidak menutup kemungkinan bisa menjadi sumber ledakan baru kasus positif covid-19. 

berbeda dengan pemerintah Islam (Khilafah),  yang amat memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan seluruh rakyatnya,  para pemimpin yang lahir dari sistem Islam mempunyai pribadi yang sangat bertanggung jawab saat menjalankan tugas kepemimpinanya. Hal itu bisa kita lihat dari pribadi khalifah Umar bin Khattab radhiallahu'anhu, beliau sangat mengutamakan sikap wara' ketika hendak bertindak.

Umar bin Khattab pernah berkata bahwa jikalau ada kondisi jalan di daerah Irak yang rusak karena penanganan pembangunan yang tidak tepat kemudian ada seekor keledai yang terperosok kedalamnya, maka ia (Umar) bertanggung jawab karenanya.

Untuk seekor keledai saja khalifah Umar bin Khattab sangat memikirkan keselamatannya apalagi rakyat yang dipimpinnya,  karena khalifah umar bin Khattab memahami seorang pemimpin akan bertanggung jawab atas apa-apa yang dipimpinnya, sebagai sabda  Nabi Muhammad saw;

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ. فَالإمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَهِيَ مَسْئُولَةٌ، وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ. أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ

Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya.
Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya.
Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawabannya.
Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya, dan ia pun akan dimintai
pertanggungjawabannya.
Seorang budak juga pemimpin atas harta tuannya dan ia juga akan dimintai pertanggungjawabannya.
Sungguh setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya. 
(HR. Bukhari no 4789) 

Maka hanya dalam sistem pemerintahan Islamlah, ditemukan karakter-karakter mempesona para pemimpinnya, yang dicintai rakyatnya dan pemimpinnyapun mencintai rakyatnya. 

Dari Auf ibn Malik, berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baiknya pemimpin kalian ialah orang-orang yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian, juga yang kalian mendoakan kebaikan untuk mereka dan mereka pun mendoakan kebaikan untuk kalian." 

"Sedangkan seburuk-buruk pemimpin kalian ialah orang-orang yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, juga yang kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian. Lalu, Auf berkata: “Ya Rasulullah, bolehkah kita memberontak kepada mereka?” Rasulullah SAW bersabda: “Jangan, selama mereka masih mendirikan shalat di tengah kalian.” (HR Muslim). []

Posting Komentar untuk "OTG Millenial, Dugaan Sebaran Lewat Udara: Ancaman Ledakan Kasus di Era New Normal"