Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Amazing dan Pecah: Film Jejak Khilafah di Nusantara

 


Oleh: Sherly Agustina, M.Ag. (Pegiat literasi)

"Jika sejarah ditulis dengan benar, maka ibrah yang didapat juga akan benar. Faktanya, sering ada pengaburan sejarah. Kita harus digging up the past, karena jika kebenaran sejarah yang benar tersebut tidak diungkap maka  kita tidak akan mendapat ibrah yang benar. Sejarah bukan sebagai masdar hukum (sumber) tetapi sebagai objek pemikiran atau objek kajian. Maka, dia menjadi pelengkap dari apa yang kita fahami. Dalam hal ini, khilafah adalah ajaran Islam maka kita harus tahu praktiknya. Apakah sampai di nusantara? Umat Islam harus tahu faktanya untuk mengetahui bahwa ajaran ini bukan bersifat khayali, melainkan pernah diterapkan juga di nusantara". (Ustadz Ismail Yusanto).

Spektakuler! Pertama kalinya nonton virtual akbar dalam waktu yang serentak di seluruh kota di Indonesia tentang sejarah jejak Khilafah di Nusantara. Penayangan memang telat dari yang sudah dijadwalkan karena satu dan lain hal. Server down, hingga peserta yang sudah terdaftar jauh-jauh hari tak bisa masuk dan harus menunggu dengan sabar. Dorongan keyakinan terhadap janji Allah yaitu khilafah ditambah rasa ingin tahu yang membuat para peserta rela menunggu.  Padahal, bagi sebagian orang menunggu adalah hal yang sangat membosankan.

Sebelum pemutaran film, peserta diajak untuk banyak-banyak berdoa dan membaca shalawat Asyghil  agar bisa melewati rintangan yang mungkin datang tiba-tiba dan tak diduga. Begitu film dimulai, ternyata sang director dan script writernya adalah sejarawan muda. Luar biasa, sang estafet perjuangan khilafah itu seorang sejarawan muda.  Di awal film Alhamdulillah lancar, menceritakan sejarah Islam dalam naungan khilafah di masa keemasan peradaban yang gemilang. Masa 'Abbasiyah, siapa yang tak tahu masa ini. Kegemilangannya menyebar begitu dahsyat dan harum ke penjuru dunia.

Keberhasilan-keberhasilan yang diraih di masa 'Abbasiyah, banyak diakui oleh sejarawan Barat yang jujur terhadap fakta sejarah. Namun, di saat gemilang ada pasukan Mongol yang memporak-porandakan kekuasaan itu hingga tercerai berai. Kekuasaan 'Abbasiyah pada saat itu di bawah khalifah Al Mu'tashim Billah. Keturunannya pergi menyelamatkan diri ke berbagai negara termasuk nusantara kala itu. Jejaknya, bisa diketahui dari makam yang ada di Pasai. Jika jejak ini ada, apa yang bisa dipungkiri?

Begitu antusias melihat film tersebut, tiba-tiba film mati. Keterangan yang tertulis, film ini dilaporkan oleh negara karena telah melanggar hukum. Langsung cari info apakah film masih bisa ditonton kembali, secepat kilat mendapat link baru agar bisa menonton lanjutannya. Ternyata di-banned kembali link yang tadi dibuka, makin berdebar yakin selalu ada pertolongan Allah. Lagi-lagi mendapat info link baru untuk menonton lanjutannya. 

Kesultanan samudera pasai menjadi saksi sejarah bahwa jejak khilafah pernah ada di Nusantara. Hingga menyebarluaskan ke tanah Jawa, Sulawesi dan Kalimantan meski banyak rintangan. Dikenal wali songo adalah bagian dari penyebar ajaran Islam yang masih ada hubungan dengan samudera pasai dan kekhalifahan di Turki Usmani. Namun, Portugis memporak-porandakan semuanya untuk menghabisi nafas Islam di Nusantara. Berawal dari pulau Jawa hingga samudera pasai. 

Bahkan, negara-negara di dunia saat itu yang mempunyai hubungan dengan Portugis membela dengan sepenuh jiwa dan raga. Pertolongan Allah dalam menjaga syiar Islam masih ada, walau kesultanan Samudera Pasai telah tiada akibat Portugis. Diganti dengan kesultanan Aceh yang memiliki visi dan misi yang sama, menyebarluaskan Islam ke nusantara. Jejak sejarah ini nyata, sebagai bukti bahwa khilafah pernah ada di dunia ini dan memiliki hubungan dengan nusantara.

Sebagaimana bisa dilihat saat ini, negara adi daya memiliki hubungan dengan negara lain. Seperti itu juga khilafah pada masa itu, walau banyak sekali upaya pengaburan sejarah bahkan ditutup-tutupi hingga ada kepalsuan dalam sejarah. Sejarawan dibungkam agar tidak mengatakan yang sebenarnya. Ketahuilah, Allah selalu punya cara agar sejarah itu bisa dibuka dengan sejelas-jelasnya lewat para pejuang yang ikhlasul mukhlis dan Allah jaga hingga saatnya bisa dibuka dan dilihat dengan mata terbelalak.

Server dibuat down hingga link film tak bisa dibuka, berkali-kali di-banned adalah bukti bahwa apa yang ditonton adalah benar dan memiliki pengaruh politik yang besar walau hanya sekadar virtual juga menunjukkan kekalahan intelektual rezim dan musuh Islam. Benarlah firman-Nya: 

"Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan ridha’ kepadamu hingga kamu mengikuti millah mereka” (TQS. al-Baqarah: 120).

Bahwa musuh Islam tidak akan pernah rida pada umat Islam hingga umat Islam mengikuti ajaran mereka melalui agen-agennya. Tapi ketahuilah bahwa makar Allah lebih baik dari makar siapapun, sebagaimana firman-Nya:

"Mereka membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (TQS Ali Imran: 54)

Film jejak khilafah di nusantara part 1  telah sukses ditonton ratusan ribu, diperbincangkan di mana-mana. Bahkan di hari pemutarannya pada tanggal 20 Agustus 2020 bertepatan dengan 1 Muharram momen hijrah umat Islam menjadi trending topik dengan beberapa tagar #jejakkhilafahdinusantara, #dakwahsyariahkhilafah. Artinya, makar Allah lebih baik dari apapun. Semakin dihalangi ide khilafah semakin tersebar luas. 

Amazing dan pecah adalah salah satu ungkapan yang pas tentang penayangan film tersebut. Di era millenial dan digital dakwah syariah dan khilafah semakin menjulang tinggi bahkan hampir sampai di puncaknya. Perkembangan teknologi digunakan semata-mata untuk perkembangan dakwah Islam. Ditopang dengan akidah Islam sebagai sumber kekuatan yang mendatangkan pertolongan Allah. Maha Benar Allah dalam firman-Nya:

"Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (TQS. Muhammad: 7).

Umat menanti part selanjutnya yang akan semakin mengguncang peradaban Barat saat ini yang sedang koma karena self distruction. Bahkan semakin membuat musuh Islam kebakaran jenggot, hingga akhirnya mereka menyerah dan kalah karena mungkin stres tak bisa menghentikan skenario dari Sang Maha Hebat. Saatnya nanti, khilafah kembali tegak atas izin Allah di bumi manapun yang dikehendaki-Nya. Takbir!!!


Allahu A'lam Bi Ash Shawab.

Posting Komentar untuk "Amazing dan Pecah: Film Jejak Khilafah di Nusantara"