Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Farid Wadjdi: Mari Menonton Film Jejak Khilafah di Nusantara, Agar Menumbuhkan Kesadaran Bahwa Khilafah bukan Utopis

 

Jakarta, Visi Muslim- Dua hari lagi penayangan film Jejak Khilafah di Nusantara, dukungan akan film ini-pun datang dari berbagai pihak.

Film yang nanti akan di tayangkan pada, Kamis 20 Agustus 2020 ini juga menjadi sorotan dari pengamat politik internasional, Farid Wadji.

Ia mengajak kepada seluruh umat Islam untuk tidak melewatkan penayangan film tentang sejarah ini.

"Karena itu saya menyerukan kepada umat Islam, marilah kita sama-sama menonton film jejak khilafah ini sehingga semakin menumbuhkan kesadaran pada kita bahwa khilafah itu bukan utopis, khilafah itu pernah memiliki hubungan dengan nusantara ini, dan yang terpenting semakin menumbuhkan kesadaran kita tentang wajibnya umat Islam untuk berjuang menegakkan khilafah," ujarnya, dilansir dari TintaSiyasi, Senin, (17/08/2020).

Menurut Farid, setidaknya ada tiga alasan pentingnya untuk menonton film ini. Pertama, khilafah merupakan ajaran Islam yang mengatur masalah kenegaraan. Dan diharapkan setelah menonton film ini semakin mengenalkan kita pada khilafah yang wajib diterapkan oleh umat Islam.

Kedua, umat bisa mengetahui dan memahami bahwa umat Islam di Nusantara bagian dari umat Islam global yang tidak bisa dipisahkan. Itulah karakteristik ummatan wahidah (umat yang satu) yang didasarkan pada akidah dan diatur dengan syariah Islam yang sama. 

Ia juga menegaskan, bahwa hubungan khilafah dengan Nusantara bukan hal yang asing dan khilafah ajaran Islam bukan hal yang baru. Maka, seruan penegakkan khilafah adalah bagian dari tubuh umat Islam di Nusantara.

Ketiga, film ini didasarkan pada kajian ilmiah yang obyektif. Umat akan mengetahui bentuk hubungan dan peran khilafah di Nusantara. Peran khilafah di Nusantara ada dua yaitu Islam dan ulama. Penyebaran Islam oleh para ulama tidak terlepas dari peran khilafah dan saat itu dunia Islam berada dalam naungan khilafah.[] Editor: Gesang

Posting Komentar untuk "Farid Wadjdi: Mari Menonton Film Jejak Khilafah di Nusantara, Agar Menumbuhkan Kesadaran Bahwa Khilafah bukan Utopis"