Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Para Menteri di Lebanon Mengundurkan Diri Setelah Ledakan Dahsyat di Beirut

 

Beirut, Visi Muslim- Presiden Lebanon Michel Aoun pada hari Senin, (10/8/2020) menerima pengunduran diri dari pemerintah dan menunjuk Perdana Menteri Hassan Diab sebagai perdana menteri sementara.

Tindakan itu dilakukan di tengah kemarahan publik atas ledakan dahsyat pekan lalu di ibu kota Beirut.

Direktur Jenderal Kepresidenan Antoine Choucair mengatakan dalam konferensi pers bahwa Aoun berterima kasih kepada Diab dan para menteri dan "meminta mereka untuk terus menjalankan tugas sampai pemerintahan baru terbentuk."

Pada hari Senin, Menteri Kesehatan Hamad Hassan mengatakan kepada wartawan bahwa semua anggota Kabinet Lebanon mengajukan pengunduran diri kepada perdana menteri untuk disampaikan kepada presiden.

Sebelumnya pada hari itu, Menteri Kehakiman Marie-Claude Najm dan Menteri Keuangan Ghazi Wazni mengundurkan diri. Menteri Penerangan Manal Abdel-Samad dan Menteri Lingkungan Damianos Kattar juga mundur pada Minggu.

Enam anggota parlemen juga mengundurkan diri dari 128 anggota parlemen sebagai protes atas ledakan dahsyat yang menewaskan sedikitnya 163 orang, dan melukai 6.000 lainnya. Sekitar 300.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Menteri Komunikasi Talal Hawat, dan Ghada Chreim - menteri pengungsi - mengatakan dalam pertemuan itu bahwa pengunduran diri pemerintah menjadi "tak terelakkan".

Sebuah ledakan kuat mengguncang Pelabuhan Beirut pada hari Selasa setelah persediaan 2.750 ton amonium nitrat yang terabaikan yang disimpan di gudang terbakar.

Amonium nitrat merupakan bahan kimia yang sering digunakan untuk membuat bom dan biasa digunakan dalam pembuatan pupuk. Aksi terorisme telah dikesampingkan sebagai kemungkinan penyebab ledakan.

Ledakan itu mengguncang Beirut hingga ke intinya, menghancurkan gedung-gedung di kejauhan, terjadi pada saat Lebanon sudah menghadapi krisis keuangan yang parah, dan pandemi virus corona.

Pengunjuk rasa telah turun ke jalan dengan demonstrasi anti-pemerintah yang meluas selama dua hari terakhir, mereka menyerbu gedung-gedung resmi dan bentrok dengan polisi. [] Gesang

Posting Komentar untuk "Para Menteri di Lebanon Mengundurkan Diri Setelah Ledakan Dahsyat di Beirut"