Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Umat Ini Memiliki Ribuan Ismail Yusanto

 



Oleh : Ahmad Khozinudin (Sastrawan Politik)

Ada kekeliruan fatal ketika kriminalisasi dilakukan terhadap Ust Ismail Yusanto, dengan tujuan agar dakwah mengemban syariat Islam, dakwah menegakkan Daulah Khilafah, akan berhenti. Berhenti karena kriminalisasi menimbulkan ketakutan pada pengemban dakwah lainnya, dan berhenti karena kehilangan sosok ust Ismail Yusanto.

Ketahuilah ! Umat ini, adalah umat yang menganut akidah Islam dan mengemban risalah Islam keseluruh penjuru alam. Umat ini, telah mengambil teladan para pendahulunya, sehingga tak akan gentar menghadapi berbagai ujian dan tantangan.

Umat ini, juga telah dibina dengan akidah dan tsaqofah Islam. Sehingga, dalam kawah candradimuka dakwah, telah siap ribuan Ismail Yusanto lainnya, yang siap menceburkan diri di medan dakwah, siap untuk hadir dan menjalankan segala peran.

Mati satu tumbuh seribu, patah tumbuh rimbun berganti. Dan pohon dakwah ini, telah kokoh buah yang ranum sempurna. Tak akan jatuh darinya, kecuali buah busuk.

Hari ini, buah busuk itu sedang mencoba menggoyang pohon dan mengira ada buah busuk lainnya yang akan rontok. Dia berusaha, mengumpulkan buah busuk dan menebarkan keburukan ditengah Umat.

Bau busuk menyengat, adalah ketika upaya kriminalisasi dilakukan terhadap Ust Ismail Yusanto. Dikiranya pengemban dakwah bermental pengecut. Sekali tidak, selamanya tidak. Pengemban dakwah, bukanlah kumpulan buah busuk yang jatuh dan dipungut penguasa zalim, untuk melakukan propaganda jahat terhadap Islam dan Khilafah.

Ingatlah ! Meskipun kami memiliki ribuan Ismail Yusanto, tetapi kami tak akan melepaskannya begitu saja. Kami, umat Islam adalah jasad yang satu, yang akan saling menanggung beban dakwah secara tanggung renteng. Kami akan saling melindungi, memegang amanah dan tak akan saling berkhianat.

Wahai umat Islam, diantara rimbunan pohon dan ranumnya buah, ada buah busuk yang memang harus dipisahkan. Hanyalah buah berkualitas, yang akan tetap melekat pada pohon hingga musim panen tiba.

Sementara buah busuk, buah yang dimakan ulat, buah yang tak layak panen, biarlah rontok dan tak menulari buah lainnya. Tak perlu kehilangan, atas keburukan yang pergi dari rimbunnya pohon perjuangan.

Ingatlah ! Kita tidak berjuang demi siapapun, tetapi kita berjuang demi Islam dan diri kita sendiri. Kita, sedang berjuang agar kita sampai pada janji melihat wajah Allah SWT, disana, disurga-Nya. [].


Posting Komentar untuk "Umat Ini Memiliki Ribuan Ismail Yusanto"