Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Multaqa Ulama Aswaja Pesisir Selatan: Islam Satu-Satunya Solusi, Bukan Kapitalisme Apalagi Komunisme

 


Blitar, Visi Muslim- “Menatap Masa depan Umat Pasca Pandemi, Tinggalkan Kapitalisme, Demokrasi, Buang Komunisme, Menuju Islam”, demikian tema yang diusung dalam Multaqo Ulama Aswaja Pesisir Selatan, Sabtu 05 September 2020. Diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom, acara dimulai pukul 20.00 WIB,yang d ihadiri oleh puluhan ulama.

Dalam mulataqa tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Alqur’an , dilanjutkan dengan aqwal minal ulama. Adapun ulama yang menyampaikan materi adalah Kyai Sahal (MT Al Muttaqin Tulungagung), Kyai Muslih ( MT Ilman Nafi’an Pacitan), KH dr Muhammad Ali Syafi’udin (MT Mata Hati Tulungagung), KH Abah Jufri Ali ( MT Al Hikmah Blitar), Kyai Dr Fahrul Ulum(MT Al Kayyis Trenggalek), KH Abah Imron ( MT Al Hikmah Binangun), KH Abah Muhajir (MT Al Hijrah Blitar).

Selain menyampaikan beragam aqwal Minal Ulama terkait dengan kewajiban menjadikan Islam sebagai satu-satunya sistem kehidupan, termasuk khilafah, para Ulama dalam multaqo ini juga mengecam standar ganda rezim terhadap Umat Islam dan ajaran Islam. Menurut pandangan mereka rezim seharusnya tegas dan keras dalam menindak para koruptor, perusahaan-perusahaan yang “merampok” SDA milik Umat maupun pihak-pihak yang mempropagandakan kehidupan sekuler yang hedonis penuh kemaksiatan. Bukan malah gemar mendiskreditkan ajaran Islam dan bahkan tak segan memersekusi ataupun mengriminalusasi ulama dan pendakwah ketika dituduh berseberangan dengan kebijakan rezim.

Para ulama tersebut juga kompak memberikan dukungan kepada Ustadz Ismail Yusanto yang baru saja dilaporkan oleh oknum-oknum yang notabene dari kalangan Umat Islam sendiri. Tuduhan membahayakan negara adalah berlebihan, mengada-ada saja karena terbukti beliau, Ustadz Ismail Yusanto, tak pernah sekalipun melakukan tindak kriminal maupun tindakan melawan hukum lainnya. Jadi lebih dari 50 Ulama yang hadir sepakat mendukung dan membela Ustadz Ismail Yusanto sekaligus mendesak aparat kepolisian mengabaikan pelaporan tersebut.

Setelah penyampaian aqwalul minal ulama, para ulama bersepakat mengeluarkan pernyataan yang dibacakan olen Kyai Bisri Mustofa MT Fikrul Mustahil Tulungagung pempinan sebagai berikut:

Assalaamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدُهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ، وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ

Wa ba’du,

Memasuki Tahun Baru Hijriyah, Tahun Baru Islam 1442 H, Alhamdulillah Kesadaran umat terus meningkat untuk kembali kepada Islam secara kaffah, dan meninggalkan ideologi buatan manusia, yang telah terbukti sebagai penyebab utama penderitaan, kenestapaan dan kesengsaraan, yaitu Kapitalisme-Demokrasi dan Komunisme. Hal ini telah menjadi “arus baru” dinamika umat Islam di negeri kita dan dunia.

Kapitalisme Barat, khususnya AS-Eropa, dan Komunis China yang selama ini menjadi andalan dan kiblat bangsa kita, negeri kita, pandemi covid-19 menjadikan mereka sibuk dengan problem multidimensional yang mendera, baik internal dan eksternal. Pandemi covid-19 ini benar-benar menjadikan AS-Barat gagap, dan tidak berdaya, dan menjadikan Komunis China babak belur, dan nyaris porak poranda.

Kegagalan, ketidakberdayaan serta ketidakmampuan kapitalisme-demokrasi, dan babak belur serta porak porandanya komunisme ini adalah fakta, bukan mitos, atau hoax. Maka fakta real ini meniscayakan kita bangsa Indonesia, umat Islam untuk instrospeksi plus mempertimbangkan secara obyektif-rasional untuk mulai meninggalkan ideologi gagal tersebut dan kembali kepada Islam secara kaffah. Sudah waktunya Islam yang 14 abad lebih terbukti berhasil menyatukan berbagai bangsa, ras dan agama, mensejahterakan umat manusia, menetramkan serta membahagiakan mereka, menggantikan kapitalisme dan komunisme.

Apalagi bukti empiris dan historis menjukkan bahwa umat Islam di negeri kita, Nusantara, secara syar’iy adalah bagian dari negeri Islam, biladul muslimin, dan secara historis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Khilafah Islamiyah.

Maka kami, para ulama yang hadir pada Multaqo Ulama AswajaPesisir Selatan menyampaikan bayan (penjelasan) dan Seruan Muharram 1442 Hijriyyah sebagai berikut:

1.Khilafah adalah ajaran Islam, ajaran ahlussunnah wal Jamaa’ah, para ulama muktabar sepakat akan wajibnya. Mendakwahkan dan memperjuangkannya akan menempatkan kita pada kedudukan yang mulia disisi Allah SWT, sebagai pelaksanaan kewajiban yang paling agung, mahkota kewajiban;

2.Tahun baru Islam 1442 H ini, adalah momentum yang tepat untuk kita jadikan tahun perubahan. Perubahan dari keterkungkungan, ketergantungan dan penindasan Kapitalisme-Demokrasi, serta kekejaman, kebrutalan komunisme, khususnya komunisme China, untuk menuju sistem alternative, system dari Tuhan semesta alam, system yang lebih baik, sistem kehidupan Islam;

3.Khilafah bukan ancaman karena khilafah adalah ajaran Islam, ajaran ahlus sunnah wal jam’ah. Dakwah khilafah adalah salah satu bentuk ikhtiar dari elemen bangsa kita agar indonesia, negeri mayoritas muslim ini keluar dari krisis multidimensional yang mendera. Saatnya kita hentikan berbagai bentuk persekusi terhadap Islam, terhadap ajaran Islam, terhadap khilafah, dan para ulama serta para pejuang Islam;

4.Saatnya para ulama sebagai warasatul anbiya’, mendukung dan siap mengambil peran dalam dakwah untuk melanjutkan kehidupan Islam, dakwah kepada islam kaffah, bersama umat sesuai dengan metode dakwah Rasulullah SAW;

5.Saatnya kita tidak tergantung pada asing-aseng untuk menyelesaikan krisis multidimensional yang mendera negeri kita tercinta. Indonesia adalah negeri yang kaya raya, gemah ripah loh jinawe, apabila negeri ini dikelola dengan benar, sahih, baik dan amanah insyaallah negeri kita akan menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur;

6.Menegaskan bahwa Nusantara secara syar’i adalah bagian dari negeri Islam, biladul muslimin, dan secara historis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Khilafah Islamiyah;

Demikian penjelasan dan seruan Muharram Ulama pada MULTAQO ULAMA ASWAJA tahun 1442 H, mudah-mudahan Allah SWT menjadikan seluruh amal kita sebagai amal sholeh, bagian dari ikhtiar menolong agama Allah. Mudah-mudahan Allah SWT selalu mengkaruniakan taufiq serta inayah Nya, menolong umat Islam, bangsa Indonesia, dan meneguhkan mereka dalam kehidupan yang Diridhoi-Nya.

Teriring doa, sebagaimana doa nabi saw yang diriwayatkan oleh Imam muslim dari sayyidah Aiasyah RA,

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِىَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِى شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِىَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِى شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ

“Ya Allah, siapapun yang mengurusi suatu perkara yang merupakan bagian dari perkara umatku, lalu dia menyulitkan mereka, maka sulitkankan dia. Dan siapapun yang mengurusi suatu perkara yang merupakan bagian dari perkara umatku, lalu ia memudahkan mereka, maka mudahkanlah dia”

Hasbunallah wa ni’mal wakil, Ni’mal maula wa ni’man nashiir

Laa haula wa laa quwwata illa Billahi ‘aliyyil adziim.

Biltar ,17 MUHARRAM 1442H/5 SEPTEMBER 2020M

Posting Komentar untuk "Multaqa Ulama Aswaja Pesisir Selatan: Islam Satu-Satunya Solusi, Bukan Kapitalisme Apalagi Komunisme"