Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Melalui Telepon, Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mahmood Qureshi dan Sekjen OKI Bahas Maraknya Islamofobia



Islamabad, Visi Muslim- Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mahmood Qureshi menekankan perlunya upaya kolektif untuk memerangi momok meningkatnya Islamofobia.

Hal itu ia sampaikan saat melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Sekretaris Jenderal OKI Dr Yousef A Al-Othaimeen, Kamis, (12/11/2020) mereka membahas Islamofobia dan situasi di Jammu serta Kashmir (IIOJK) yang saat ini Diduduki Secara Ilegal oleh India.

Kedua belah pihak membahas berbagai masalah yang berkaitan dengan Umat Muslim.

Menteri luar negeri itu menyoroti bahwa, sebagai anggota pendiri Organisasi, Pakistan sangat mementingkan masalah yang menjadi perhatian dunia Muslim.

Qureshi mencatat meningkatnya insiden Islamofobia dan ujaran kebencian terhadap Muslim, termasuk penodaan Alquran dan pencetakan ulang karikatur Nabi Muhammad (SAW), yang telah sangat melukai umat Islam di seluruh dunia.

Qureshi juga menyoroti pentingnya upaya kolektif untuk memerangi momok Islamofobia.

Ia juga menyampaikan kepada Sekjen OKI tentang memburuknya HAM dan situasi kemanusiaan di IIOJK sejak tindakan ilegal sepihak India pada 5 Agustus 2019.

Dia menyoroti bahwa India telah mengumumkan aturan domisili baru dan memperkenalkan amandemen dalam undang-undang kepemilikan tanah untuk mengubah struktur demografis wilayah yang diduduki, yang merupakan pelanggaran yang jelas terhadap resolusi PBB dan OKI yang relevan, dan hukum internasional.

Menteri luar negeri Pakistan itu juga menyatakan bahwa selain pemblokade yang berkelanjutan terhadap masyarakat disana juga pengepungan militer dan dimatikannya jaringan telepon selama lebih dari satu tahun, pasukan pendudukan India telah meningkatkan penindasan terhadap penduduk Kashmir.

Dia juga menghargai dukungan konsisten OKI pada sengketa Jammu dan Kashmir. [] Gesang

Posting Komentar untuk "Melalui Telepon, Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mahmood Qureshi dan Sekjen OKI Bahas Maraknya Islamofobia "