Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

India Larang Sekolah Islam, Islamophobia kah?




Oleh: Sherly Agustina, M.Ag (Kontributor media dan pemerhati kebijakan publik)

Rasulullah bersabda, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring.” Seseorang berkata, “Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?” Beliau bersabda, “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn.” Seseorang bertanya, “Apakah wahn itu?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati,” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud).

Dilansir dari CNN Indonesia, di negara bagian Assam India, disahkan undang-undang yang melarang sekolah Islam. Negara bagian tersebut dipimpin partai nasionalis Hindu. Pelarangan itu karena sekolah Islam dianggap menyediakan pendidikan di bawah standar. Lebih dari 700 sekolah yang dinamakan madrasah akan ditutup pada bulan April, menurut Menteri Pendidikan Himanta Biswa Sarm. Dalihnya, yang dibutuhkan lebih banyak ialah dokter, petugas polisi, birokrat, dan guru, dari komunitas Muslim minoritas daripada imam masjid (6/1/21).

Umat Islam di dunia saat ini jika dikumpulkan miliaran, namun keberadaannya bagaikan buih di lautan. Banyak, tapi tak ada kekuatan apa-apa. Mudah menjadi sasaran penindasan di negaranya masing-masing. Lihat nasib muslim Rohingya, pemaksaan jenazah muslim Srilanka  dikremasi, nasib kaum muslim di Palestina, persekusi dan kriminalisasi ulama dan aktifis muslim di Indonesia serta masih banyak penderitaan kamu muslim di dunia.

Seharusnya, hal ini menjadi kekuatan bahwa umat Islam harus bersatu. Dengan bersatu akan memiliki kekuatan, nation state yang ada telah memecah belah persatuan umat Islam di seluruh dunia. Tersibukkan oleh urusan negara masing-masing. Padahal, umat Islam itu satu tubuh, satu kekuatan dan satu kekuasaan di bawah naungan  Khilafah.

Islamophobia telah menjangkiti semua negeri untuk menghabisi umat Islam. Ibarat racun yang siap merusak tubuh, begitulah opini Islamophobia dihembuskan di seluruh negeri-negeri kaum Muslim. Dengan berbagai dalih, mereka ingin menghancurkan umat Islam. Padahal, umat Islam tak melakukan kekerasan dan kesalahan apapun tapi selalu dicari-cari kesalahan.

Tidak kah fakta ini membuat umat Islam sadar, bahwa sudah saatnya menyatukan potensi kekuatan umat yang jumlahnya miliaran di bawah Panji Islam. Dimana kaum Muslim akan memiliki wibawa di hadapan musuh Islam, yaitu kaum kuffar. Sejarah telah mencatat, bahwa ketika umat Islam bersatu di bawah Panji Islam, musuh Islam lari kocar-kacir. 

Dalam Islam, pendidikan adalah hak warga negara baik muslim ataupun non mulsim. Jika yang dipermasalahkan  India adalah ingin dokter, petugas polisi, perawat, birokrat, dan sebagainya. Ketahuilah, bahwa sebenarnya yang memfasilitasi semua itu adalah negara. Negara yang mempersiapkan sarana tersebut, hingga warga negaranya  bisa menikmati pendidikan di bidang-bidang tersebut. Serta menyiapkan pelatihan atau training terkait skill yang dibutuhkan oleh negara, bukan menyerahkan pada komunitas tertentu. 

Sepanjang sejarah ketika Khilafah memimpin dunia, pendidikan untuk warga negara terpenuhi, baik muslim ataupun non muslim. Bahkan digambarkan oleh Will Durant, sejarawan Barat yang jujur dalam bukunya The Story of Civilization:

“Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka. Para Khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapapun yang memerlukannya dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam wilayah yang sangat luas.

Fenomena seperti ini belum pernah tercatat (dalam sejarah) setelah zaman mereka. Kegigihan dan kerja keras mereka menjadikan pendidikan tersebar luas, hingga berbagai ilmu, sastra, filsafat, dan seni mengalami kemajuan luar biasa, yang menjadikan Asia Barat sebagai bagian dunia yang paling maju peradabannya selama lima abad.”

Intelektual Barat pun mengakui toleransi dan kerukunan umat beragama sepanjang masa Kekhilafahan Islam. Kisah manis kerukunan umat beragama direkam dengan indah oleh Will Durant dalam bukunya, The Story of Civilization.

Dia menggambarkan keharmonisan antara pemeluk Islam, Yahudi dan Kristen di Spanyol di era Khilafah Bani Umayah. Mereka hidup aman, damai dan bahagia bersama orang Islam di sana hingga abad ke-12 M.

Fakta sejarah yang tak terbantahkan, selama Islam memimpin dunia  tak pernah mendiskriminasi ajaran atau agama lain selain Islam. Mereka diperlakukan sama sebagai warga negara yang harus dijamin hak-haknya. Saatnya Khilafah memimpin dunia, agar tercipta kerukunan dan kedamaian serta menebar rahmat ke seluruh alam.

Allahu A'lam bi ash Shawab.

Posting Komentar untuk "India Larang Sekolah Islam, Islamophobia kah?"