Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Multaqa Ulama Kasepuhan-Jatim, Jangan Ragu Tinggalkan Kapitalisme-Demokrasi dan Campakkan Komunisme



Jombang, Visi Muslim-  Tahun 2020 telah berlalu, dengan tetap meninggalkan problem ummat yang tidak ringan. Mulai dari masalah penanganan covid 19, disintegrasi negeri, kriminalisasi ulama, serta arah perjuangan ummat yang belum jelas. Kondisi ini menjadikan para Ulama Aswaja Kasepuhan Jawa Timur mengambil sikap.

Merekamenyelenggarakan multaqa ulama via daring zoom dengan topik; “Kiprah Ulama Cinta Negeri, Jaga Keutuhan Negeri, Tolak Pemimpin Dzalim, Terapkan Islam Kaffah”. Acara dilaksanakan pada hari Ahad, 26 Jumadil Ula 1442 H, bertepatan dengan 10 Januari 2021. Hadir dan mendukung acara tersebut, para ulama dari Jombang, Kediri, Mojokerto dan Nganjuk.

Acara dibuka tepat pukul 08.00 WIB, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh shohibul fadhilah al mukarom Ustadz Moh. Kholiliy dari Mojokerto.

Dilanjutkan dengan sambutan shohibul hajah oleh shohibul fadhilah al mukarom Gus Habib dari Forum Komunikasi Ulama Aswaja Mojokerto. Beliau menyampaikan, problem bertubi yang terjadi pada negeri ini pada tahun 2020, disebabkan karena ummat Islam abai pada ajarannya.

Karenanya, solusinya juga tunggal, terapkan Islam. Dalam kesempatan tersebut, beliau mengajak kepada para ulama untuk berada di garda terdepan dalam agenda perjuangan ummat. Dalam dakwah Islam.

Shohibul fadhilah al mukarom Kyai Abdul Fattah, Pengasuh Majelis Ta’lim Al Fattah Nganjuk, dalam sesi qaul minal ulama menyampaikan, dalam menghadapi banyaknya problem kehidupan, seluruh kaum muslimin dan para pemimpin harus bertaubat. Caranya, kembali kepada Islam. Dengan melaksanakan semua yang telah diperintahkan oleh Allah, dan meninggalkan semua yang dilarang.

Sepakat dengan yang disampaikan Yai Fattah, Shohibul fadhilah al mukarom KH. Ahmad Jauhari, pengasuh MT Al Hikam Kediri Jawa Timur mengajak seluruh ummat untuk ridlo terhadap aturan Allah dalam hidup ini. Seraya mengajak untuk mendakwahkan Islam. Beliau menandaskan agar tidak gentar dalam dakwah. Dengan menyitir hadits beliau sampaikan, sayyidus syuhada’ adalah Hamzah, dan pengemban dakwah yang menyeru di hadapan penguasa yang dzalim, lalu ia terbunuh karenanya.

Di sesi berikutnya, melengkapi data problem yang ada, sebagai panggilan cinta kepada negeri, Ulama dari Jombang shohibul fadilah al mukarom KH. Qomaruddin Syam mengingatkan pentingnya persatuan negeri, dan bahaya disintegrasi. Bertolak dari proklamasi yang disampaikan Beni Wenda, dkk pada 1 Desember 2020 untuk kemerdekaan Papua Barat, dengan tegas; ini harus ditolak.

Pengasuh MT Ibaadurrohman Jombang mengingatkan juga, skenario itu hanyalah upaya asing untuk melemahkan Islam dan untuk mengeruk kekayaan alam negeri Islam. Apalagi, secara syar’i, Papua pernah menjadi bagian dari Kesultanan Tidore. Menjadi bagian dari tanah usyriyah, yang harus dijaga hingga hari kiamat.

Sementara itu, Shohibul Fadhilah Al Mukarom Gus Jundullah dari Forum Komunikasi Ulama Aswaja Mojokerto mengajak ummat Islam untuk meninggalkan sistem demokrasi, kapitalisme, juga komunisme, yang terbukti gagal dalam mengatasi berbagai problematika kehidupan yang ada selama ini. Solusinya, kebangkitan yang hakiki, hanyalah dengan sistem Islam.

Karenanya Shohibul fadhilah al mukarom Abah Kyai Masrur Wahab dari Jombang menambahkan, demokrasi hanya akan memproduksi penguasa yang jauh dari syariat Islam. Berbagai produk perundangan yang ada, lebih berpihak kepada pemilik kapital dibanding rakyat. Untuk perubahan yang hakiki, shohibul fadhilah Al mukarom Kyai Suyatno Al Mangiry, Pengasuh MT Al Maghfirah Kediri mengajak kepada para ulama untuk memimpin dan mengawal perubahan ini.  Dengan mencampakkan demokrasi, dan kembali kepada Islam. Kaum muslimin tidak boleh ragu mengambil sikap ini.

Di sesi akhir qaul ulama, shohibul fadhilah al mukarom Kyai Syamsul Anam dari Forum Komunikasi Ulama Aswaja Mojokerto mengajak untuk tidak ragu dalam mendakwahkan Islam dan khilafah. Khilafah adalah ajaran Islam dan ada dalam kitab para ulama Ahlussunah. Untuk mendakwahkan hal tersebut, dibutuhkan sebuah keberanian. Bagi beliau, keberanian adalah hiasan dalam  dakwah. Izzah inilah yang harus dimiliki kaum muslimin hari ini.

Mengakhiri kegiatan Multaqa Ulama Aswaja Kasepuhan Jawa Timur, dibacakan pernyataan ulama Aswaja Kasepuhan yang diwakili oleh Abah Kyai Sarmidiy dari Forum Komunikasi Ulama Aswaja Mojokerto Jawa Timur. Kegiatan berakhir pukul 10.30 wib dan ditutup dengan doa oleh shohibul fadhilah al mukarom Kyai Tho’at dari Jombang Jawa Timur. []

Posting Komentar untuk "Multaqa Ulama Kasepuhan-Jatim, Jangan Ragu Tinggalkan Kapitalisme-Demokrasi dan Campakkan Komunisme"