Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Uzbekistan Menjalin Dialog yang Konstruktif dengan Uni Eropa



Tashkent, Visi Muslim- "Menjalin dialog yang konstruktif dengan pihak Eropa soal sinkronisasi yang dilakukan oleh Uzbekistan dalam kerangka WTO (Organisasi Perdagangan Dunia) dan EPCA (Perjanjian Kemitraan dan Kerjasama yang Ditingkatkan) adalah tugas prioritas," dikutip dari Kementerian Investasi dan Perdagangan Luar Negeri Uzbekistan, Rabu, (10/2/2021).

Sebuah pertemuan diadakan di bawah kepemimpinan Wakil Perdana Menteri, Menteri Investasi dan Perdagangan Luar Negeri Uzbekistan Sardor Umurzakov yang membahas proses negosiasi untuk menyepakati draft EPCA antara Uzbekistan dan Uni Eropa (UE).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh para kepala kementerian terkait, departemen, komite dan badan khusus, serta Bank Sentral Uzbekistan.

Perlu dicatat bahwa dokumen tersebut bertujuan untuk memperkuat interaksi politik, perdagangan, ekonomi dan hubungan bilateral dan dimaksudkan untuk menggantikan Perjanjian sebelumnya tentang Kemitraan dan Kerja Sama antara para pihak, yang ditandatangani pada tahun 1996.

Dicatat juga bahwa dengan mempertimbangkan fakta bahwa Uzbekistan saat ini sedang dalam fase aktif negosiasi aksesi ke WTO, selain itu negara muslim di Asia Tengah ini juga membangun dialog yang konstruktif dengan pihak Eropa mengenai sinkronisasi kewajiban yang dilakukan oleh Uzbekistan di dalam WTO dan EPCA.

Usai pembahasan, para kepala kementerian dan departemen diinstruksikan untuk berpartisipasi aktif dalam perundingan putaran ke-7.

Putaran ke-7 adalah negosiasi bilateral pada perdagangan EPCA diadakan dalam format yang digelar melalui video conference dari 8 hingga 12 Februari, di mana direncanakan untuk mempertimbangkan sejumlah masalah terkait perdagangan barang dan jasa, investasi bersama, teknis mekanisme regulasi, penerapan tindakan sanitasi dan fitosanitasi, dan bidang sejumlah bidang lainnya. [] A. Nazafarin Kaif

Posting Komentar untuk "Uzbekistan Menjalin Dialog yang Konstruktif dengan Uni Eropa"