Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Duka Palestina, Duka Muslim Sedunia



Oleh: Afiyah Rasyad (Aktivis Peduli Ummat)

Aduhai, perih nian petaka menimpa muslim Palestina. Bom dan tembakan tentara Israel mengintai di mana-mana dan meletus kapan saja. Di akhir Ramadhan yang harusnya dijalani dengan kekhusyuan, kaum muslim Palestina kembali ke altar duka. Sejak itu, serangkaian serangan bar-bar diterima warga Palestina hingga hari raya tiba. Bahkan, hingga kini Palestina masih membara.

Sungguh, 70 tahun penjajahan Israel mendera kaum muslim Palestina. Darah kaum muslim, debu, dan bebatuan menjadi saksi perjuangan mereka. Kaum muslim berebut bertemu Sang Pencipta sebagai syuhada agar duka mereka tak sia-sia. Duka Palestina adalah duka kaum muslim seluruh dunia. Seharusnya, kaum muslim di mana pun merasakan derita yang sama. Pasalnya, setiap muslim adalah bersaudara, sebagaimana firman Allah Swt.:

"Sesungguhnya tiap-tiap mukmin itu bersaudara." (TQS. Al Hujurot: 10)

Sayang sejuta sayang, penderitaan Palestina tak dirasakan seluruh umat Islam di dunia. Hanya orang yang sadar akan ikatan akidah Islamiyah saja yang merasakannya. Kebanyakan muslim saat ini mencukupkan diri dengan membangu rapalan doa dan suaka. Selebihnya, kaum muslim Palestina berjuang sendiri berebut gelar syuhada.

Para pemimpin muslim tak banyak membela. Kecaman saja yang menjadi kunci pembelaannya. Padahal, Baginda Nabi Muhammad saw. telah menggambarkan dengan jelas perumpamaan sesama muslim. Beliau saw. bersabda:

"Perumpamaan kaum mukmin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi, dan bahu-membahu, (adalah) seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh tubuh ikut sakit, dengan tidak bisa tidur dan demam." (HR. Bukhari)

Betapa indah seruan Baginda Nabi tersbut. Seandainya seruan ini tak terhalang oleh nation state yang memecah belah kaum muslim, tentu muslim sedunia akan merasakan duka yang sama. Andai seruan tersebut dilaksanakan oleh pemimpin muslim, tak akan dibiarkan Palestina dan muslim lainnya didera penjajahan yang nyata.

Penderitaan muslim Palestina, kesulitan muslim Suriah, perlakuan keji terhadap muslim Uighur dan Rohingya, serta berbagai kesaliman yang menimpa pengemban dakwah akan diperhatikan oleh muslim sedunia tatkala seruan Baginda Nabi diterapkan oleh negara. Persatuan umat dalam rangka melaksanakan syariat Islam dan melanjutkan kembali kehidupan Islam akan terwujud saat negara bertaqwa dengan sebenar-benar taqwa. Sehingga, masyarakat yang ada adalah kumpulan orang-orang yang memiliki pemikiran, perasaan, dan peraturan yang sama, yakni syariat Islam.

Duka Palestina akan menjadi duka muslim seluruh dunia saat ada satu kepemimpinan, yakni khalifah. Sudah mahsyur bahwa khalifah disebut-sebut oleh Rasulullah saw. sebagai junnah atau perisai yang menghalangi musuh dari mencelakai umat Islam dan mencegah pertikaian. Saatnya umat Islam satukan visi dan misi untuk melanjutkan kehiduoan Islam di bawah komando khalifah dalam naungan khilafah. []

Wallahu a'lam bishowab 

Posting Komentar untuk "Duka Palestina, Duka Muslim Sedunia"