Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KKNU 1926, Pemerintah Harus Berperan Aktif Dalam Kemerdekaan Palestina



Surabaya, Visi Muslim-  Doa dan Tausiyah oleh FUISP (Forum Umat Islam Surabaya untuk Palestina) pada Jumat (21/5/2021) dihadiri oleh kyai sepuh dan kharismatik. Protes dan aksi nyata ditunjukkan oleh KKNU (Komite Khittah Nahdhatul Ulama) 1926. Sikap protesnya juga mewakili umat Islam di Indonesia yang peduli kepada umat Islam di Palestina.

Hadir perwakilan dari KKNU 1926 yaitu KH Ahmad Fauzi dan Gus Abdul Rozaq. Beberapa poin disampaikan oleh Gus Abdul Rozaq. Beliau menyampaikan seruan atas pelanggaran Hak Asasi Manusia yang menimpa bangsa Palestina, serta penghancuran Masjidil Aqsha oleh tentara Israel.

“Harapan dan permohonan kepada pemerintah Indonesia dan para pemimpin negara di seluruh dunia terkait terorisme dan kekejaman kebiadaban yang selama ini dilakukan oleh tentara Israel terhadap umat Islam,”tegasnya di awal penyampaian poin pesan pentingnya.

Lebih lanjut lagi bahwa “Pengrusakan tempat suci merupakan tindakan biadab, kejam, tidak berkemanusiaan, dan jelas merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang berat. Disamping pembunuhan keji terhadap umat Islam Palestina, tindakan tentara Israel membombardir tempat suci umat Islam Masjid Al Aqsa Palestine merupakan tindakan brutal, keji yang merusak tatanan kehidupan umat beragama di dunia.”

“Semoga Allah Subhanahu Wataala memusnahkan Israel selamanya sebagaimana kaum Ad,”harapnya lagi.

Kedua, meminta pemerintah Indonesia untuk secepatnya berperan lebih aktif menggalang seluruh potensi bangsa Indonesia dalam membantu bangsa Palestina. Dalam bentuk moril maupun meteriil.

“Kami mengajak tokoh umat Islam yang mengelola lembaga untuk mendidik korban agresi Israel. Khususnya anak-anak yatim Mujahid beserta orang tuanya di lembaga pendidikan dan pondok pesantren yang dikelola,”ajaknya.

Ketiga, Palestina merupakan negara pertama yang mengakui kedaulatan kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Mayoritas agama yang dianut bangsa Palestin sama dengan bangsa Indonesia yaitu agama Islam.

“Sehingga sangatlah wajar dan merupakan keharusan jika bangsa Indonesia juga merasakan kepedihan merasakan penderitaan yang menimpa bangsa Palestin tersebut,”bebernya mengigatkan.

Empat, kami meminta kepada pemerintah Republik Indonesia untuk segera melakukan tindakan dan berperan aktif melalui diplomasi internasional di perserikatan bangsa-bangsa dalam upaya menjaga ketertiban dunia. Menjunjung tinggi hukum serta HAM dan sikap politik luar negeri Indonesia yaitu politik bebas aktif.

Kelima, kami mengajak umat Islam seluruh dunia khususnya umat Islam untuk lebih memperkokoh ukhuwah Islamiyah. Serta membantu bangsa Palestina dengan daa, dzikir, dan bantuan material, serta tidak memperkeruh keadaan dengan pernyataan pernyataan politik yang menyesatkan.

“Yang justru memperlemah posisi umat Islam. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan meridhoi ikhtiar kita. Hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita berserah diri.”

Sementara itu, peserta Doa dan Tausiyah menyemut memadati depan Gedung DPRD Jatim dengan berbaris rapi dan menjaga protokol kesehatan. Alhamdulillah acara berlangsung tertib, aman, dan damai. Dukungan luas dari ragam elemen kian meneguhkan persatuan umat Islam.[hn]

Posting Komentar untuk "KKNU 1926, Pemerintah Harus Berperan Aktif Dalam Kemerdekaan Palestina"