Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jagalah Pergaulanmu, Di Dunia Yang Kejam Saat Ini

Ilustrasi/foto istimewa


Oleh : Raihun Anhar

Berbicara soal pergaulan saat ini memang banyak masalah. Namun dianggap hal tersebut lumrah karena sering terjadi. Misalnya masalah pacaran, saat ini jangankan Ternate seluruh Indonesia menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang biasa dan bukan merupakan suatu kesalahan dalam bergaul walaupun banyak hal buruk yang terjadi yang berawal dari pacaran. Hal buruk itu apa saja? Diantaranya adalah wanita dan laki-laki kehilangan kehormatannya, hamil diluar nikah yang membawa aib buat keluarga, hingga aborsi. Dan pada tulisan ini akan dibahas soal Aborsi.

Beberapa hari yang lalu, terdapat berita yang mengheboh di wilayah Ternate khususnya Ternate Utara. Dimana terjadinya suatu kejadian buruk akibat dari salah pergaulan yaitu aborsi. Kejadian tersebut diketahui oleh masyarakat takala remaja yang melakukan aborsi mengalami pendarahan dan dibawa pacarnya ke rumah sakit Islam kota Ternate. Kemudian bidang yang merawat wanita itu memberi tahu ke lurah Akehuda untuk melihat kamar kosan untuk mengecek keadaan, sampainya disana ternyata terlihat ada janin yang diaborsi didalam kamar kosan tersebut. Selain kasus yang terjadi di Akehuda ini pun, beredar di media sosial di wilayah Halteng juga terjadi kasus serupa. 

Dari berbagai kasus soal Aborsi harusnya, sebagai manusia kita ambil pelajaran dari setiap kejadian itu. Berfikir kenapa aborsi bisa terjadi ? Pengaruhnya apa sehingga terjadinya aborsi?

Aborsi merupakan perbuatan keji, dimana hal itu merupakan pembunuhan. Menjawab kenapa terjadinya aborsi, karena sistem pergaulan yang pakai oleh manusia saat ini adalah aturan yang tidak sesuai fitrah manusia, tidak menggunakan agama dalam hal pergaulan, serta kebodohan karena dijajah terus oleh ide-ide kufur barat, yang dalam hal ini adalah gaya hidup bebas yang di gaungkan oleh Barat. 

Awal mula terjadinya aborsi karena hubungan gelap yang dimana kedua pelakunya tidak menginginkan kehadiran anak itu sehingga ia nekat berbuat perbuatan keji itu untuk menjaga nama baik, untuk terus berada pada kesenangan yang ia inginkan, dan dengan alasan lainnya. Jika hubungan yang dijalankan adalah hubungan yang baik seperti pernikahan pastinya tidak terjadi aborsi, karena keduanya menginginkan kehadiran anak itu untuk melengkapi kebahagiaan mereka. Dari kasus aborsi yang sering terjadi harusnya kita belajar bahwa pacaran adalah pergaulan yang salah secara fitrah dan lebih lagi dalam agama Islam. 

Sebagai manusia harus memaknai bahwa hidup ini adalah pembelajaran karena semua pasti melakukan kesalahan, namun diusahakan agar kesalahan tersebut tidak terulang lagi dengan berpikir merenunginya secara mendalam untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kejadian aborsi yang sudah banyak terjadi ini harusnya menjadi pelajaran, sebagaimana firman Allah SWT 

"Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir.” (QS. Al-A’raf: 176).

Pacaran sama dengan maksiat, dari pacaran membuat manusia terutama wanita yang mempunyai kasih sayang kehilangan sifat keibuannya hingga tega membunuh nyawa yang tak bersalah. Jika yang membunuh merasa malu dan berpikir apa respon masyarakat tentang anak tersebut atau kedepannya yang membuat ia terpaksa mengaborsi, harusnya ia telah berpikir sebelum ia mau melakukan hubungan gelap (pacaran), apa dampak dari pacaran ini jika ia berpikir soal masa depan ia dan anaknya nanti. 

Islam telah mengajarkan bagaimana cara wanita dan laki-laki bergaul. Telah diatur sedemikian rupa agar terhindar dari dosa dan tindakan kriminal seperti aborsi dan lain-lain. Seperti apakah Islam mengatur pergaulan laki-laki dan perempuan. Islam mengatur pergaulan dengan beberapa hal diantaranya.

Pertama, wanita harus menutup aurat sesuai syariat. "Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan wanita-wanita mukmin hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya hingga keseluruh tubuh mereka agar mereka mudah dikenali" (QS. Al Ahzab 59).  

Takala wanita berada di ranah publik harusnya menutup auratnya secara syar'i dengan ketentuan yang telah ditetapkan Allah dalam Alquran begitu pun laki-laki mesti memperhatikan juga batasan auratnya. Ingat kata Ustad Dasad Latif bahwa jangan pikir wanita tidak nafsu lihat paha cowok, bisa jadi ada wanita yang nafsu saat lihat aurat laki. Maka baik laki maupun wanita harus menutup auratnya dan juga menundukkan pandangan 

"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.(QS An Nur :30)

Kedua, terpisah antara laki-laki dan perempuan sebagaimana shalat. Tidak boleh campur baur (ikhtilat) kecuali dalam hal muamalah, kesehatan, dan pendidikan namun tetap dengan batasan-batasan tertentu. Arti ikhtilat adalah bertemunya laki-laki dan perempuan (yang bukan mahramnya) di suatu tempat secara campur baur dan terjadi interaksi di antara laki-laki dan wanita itu (misalnya berbicara, bersentuhan, dan berdesak-desakan).

Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. (Cara) yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. Al-Ahzab: 53)

Ketiga, tidak boleh tabarruj (berlebih-lebihan dalam berhias diri), terutama buat wanita, wanita adalah makhluk teristimewa dengan segala keindahan yang Allah kasih untuknya, maka dari itu wanita harus pandai menjaga diri dan kehormatannya sebagaimana firman Allah :

 “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu …” (QS. Al-Ahzab[33]: 33)

Keempat, wanita dilarang mendayu-dayu suaranya didepan laki-laki, hal itu akan memancing nafsunya laki-laki untuk berbuat jahat. Maka jagalah suaramu wahai wanita. Harus diingat selalu bahwa dalam diri manusia adanya nafsu. Nafsu merupakan awal mula dosa akan tercipta.

Kesimpulannya, bahwa tak ada aturan yang paling sempurna kecuali Islam dalam mengatur hidup di dunia. Maka ambillah Islam sebagai cara hidup, cara pikir dalam menjalankan kehidupan yang penuh ujian. Sebagaimana firman Allah: "Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu"( QS. Al Baqarah : 208). 

Posting Komentar untuk "Jagalah Pergaulanmu, Di Dunia Yang Kejam Saat Ini"