Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pernyataan Sikap Ulama ASWAJA Madura Soal Krisis di Palestina

 


Bismillahirrahamanirrahiim

Dengan Memperhatikan bahwa:

Tanah Palestina sesungguhnya merupakan tanah wakaf milik kaum Muslim. Bukan hanya milik bangsa Arab atau bangsa Palestina saja. Palestina telah berada di bawah kekuasaan Islam saat dibebaskan oleh Khalifah Umar bin al-Khathab radhiyallahu ‘anhu pada tahun 15 H. Beliaulah yang langsung menerima tanah tersebut dari Safruniyus di atas sebuah perjanjian yang dikenal dengan I’dad ‘Umariyah (Perjanjian ‘Umar RA), yang di antara isinya yang berasal dari usulan orang-orang Nasrani, yaitu “agar orang Yahudi tidak boleh tinggal di dalamnya.”

Namun, sejak Khilafah Utsmaniyah runtuh tahun 1924, akhirnya Bumi Palestina jatuh ke tangan Zionis Yahudi, sang agresor dan penjajah. Zionis Yahudi berhasil mendirikan entitas negaranya pada tahun 1948 dengan menduduki 77 persen tanah Palestina, setelah mengusir 2/3 (dua pertiga) rakyat Palestina dari tanah mereka.

Sejak pendudukan itu, sebanyak 478 desa dilumatkan dari total 585 desa yang ada di wilayah Palestina tahun 1948. Akibatnya, sebanyak 804 ribu orang Palestina hijrah ke luar wilayah terjajah pada tahun 1948. Sebanyak 30 ribu orang lainnya diusir dari tanah mereka ke daerah-daerah lain.

Sejak tanah mereka dirampok dan dijajah Zionis Yahudi inilah bangsa Palestina terus merana. Tak ada yang membela secara nyata.

Maka dengan hanya mengharap taufiq Allah SWT, inayah, ma’unah dan ridha-Nya, serta mempertimbangkan hal-hal berikut:

1. Masalah Palestina adalah penjajahan oleh Zionis Yahudi. Ini yang pokok masalahnya. Karena itu untuk mengembalikan al-Quds dan membebaskan kembali Palestina dari cengkeraman kaum Zionis Yahudi saat ini, diperlukan sikap dan tindakan nyata seperti apa yang dilakukan oleh Salahuddin al-Ayyubi.

2. Kewajiban ulama untuk amar makruf dan nahi munkar, peduli (ihtimam) terhadap urusan agama dan ummat, serta memberikan nasehat kepada penguasa;

3. Alasan serangan kali ini adalah, pertama kondisi dalam negeri israel sendiri yang sekarang sedang “sekarat” secara ekonomi dan amburadul karena pandemi covid 19; dan kedua, luar negeri, memastikan dukungan AS ke israel.

4. Ulama sebagai waratsatul anbiya’, adalah orang-orang yang memiliki kecermatan, kecerdasan serta pandangan jauh ke depan, istiqamah pada al-haq, dan amal perbuatannya harus sejalan dengan ilmunya.

Kami Para Ulama yang hadir pada MULTAQO ULAMA ASWAJA MADURA, menyatakan:

1. Mengutuk Kebiadaban Israel Di Gaza dan Al Quds Palestina

Diperlukan upaya untuk menghentikan kebiadaban dan kebrutalan militer Israel dan membebaskan Palestina dari penjajahan Yahudi.

Sampai saat ini juga tidak ada satupun pemimpin negara2 di dunia ini yg berhasil membebaskan Palestina kecuali dua pemimpin besar umat Islam Umar bin Khattab dan Salahudin Al Ayubi.

2. Umat Islam membutuhkan Khilafah, yang dipimpin oleh seorang khalifah. Sebabnya jelas, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

Imam (Khalifah) itu laksana perisai; kaum Muslim diperangi (oleh kaum kafir) di belakang dia dan dilindungi oleh dirinya (HR Muslim).

3. Menyerukan untuk menyudahi Ketidakberdayaan Dan Kegagalan Kapitalisme-Demokrasi-Nasionalisme-Komunsime, ganti dengan Islam.

4. Menyerukan kepada seluruh komponen umat Islam untuk menegakkan Khilafah, mengangkat seorang khalifah untuk membebaskan Palestina dan negeri-negeri kaum Muslim lainnya yang tertindas dan yang dikuasai kaum kuffar seperti Kashmir, Suriah, Xinjiang, Myanmar, Andalusia dan lainnya.

Dan Insya Allah, masa yang mulia itu akan segera tiba karena memang telah di-nubuwwah-kan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

ثُمّ تَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ

Kemudian akan datang kembali masa Khilafah yang mengikuti metode kenabian (HR Ahmad).

Wa man nashru illa min ‘indillahil ‘aliyyin adzim,

Hasbunallahu wa ni’mal wakil ni’mal maula wa ni’man-nashir

Kami, Atas Nama Para Ulama yang hadir pada

MULTAQO SYAWWAL ULAMA ASWAJA MADURA

Ihdinash-shiraathal Mustaqiim,

Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.

Posting Komentar untuk "Pernyataan Sikap Ulama ASWAJA Madura Soal Krisis di Palestina"