Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Multaqa Ulama Aswaja se Eks Karesidenan Besuki dan Bali: Kebiadaban Israel Bukti Kegagalan-Ketidakberdayaan Demokrasi, Nasionalisme dan Pentingnya Khilafah



Besuki, Visi Muslim-  Ulama Aswaja Se eks Karesidenan Besuki, Jatim mengecam keras kebiadaban Zionis Yahudi yang membantai kaum Muslimin Palestina di akhir Ramadhan lalu.

Penderitaan yang dialami umat muslim di Palestina merupakan penderitaan umat Islam lainnya. Dalam rangka membahas invasi Zionis Yahudi atas Palestina, ulama Aswaja Se Eks Karisidenan Besuki, menggelar Multaqa Syawal dengan tema “Kebiadaban Israel Di Gaza Bukti Ketidakberdayaan Dan Kegagalan Kapitalisme Demokrasi Nasionalisme, Serta Urgenitas Khilafah” Jumat, (11 Juni 2021).

Acara ini diselenggarakan secara daring dari platform Youtube dan Zoom dan dihadiri oleh ribuan Netizen dari berbagai penjuru negeri.

Multaqo dibuka oleh Ustadz Darmono selaku shohibul hajah, beliau mengingatkan kepada peserta dan netizen tentang sejarah Palestina. Palestina adalah tanah wakaf milik kaum Muslim sejak berada di bawah kekuasaan Islam saat dibebaskan oleh Khalifah Umar bin al-Khathab radhiyallahu ‘anhu pada tahun 15 H hingga akhirnya dijajah Israel ketika kekhilafahan Utsmaniyah runtuh tahun 1924.

Beliau juga menjelaskan kondisi Palestina saat ini yang sangat minim bantuan militer serta kondisi dalam negeri Palestina di wilayah Gaza yang terus digempur oleh Israel.

Di bagian akhir, beliau mengingatkan umat islam untuk mengangkat Imam/Khalifah yang mampu membebaskan negeri kaum muslimin tatkala dikuasai kaum kafir.

Multaqo diisi dengan Kalimah Minal Ulama, yang diawali oleh Kyai Abdurrahman Saleh. Beliau mengangkat tema “Kewajiban Menolong Kaum Muslimin Di Bumi Palestina Yang Dijajah Yahudi”.



Hal pertama yang beliau sampaikan yaitu tentang pentingnya tolong menolong sesama dalam kebaikan bukan tolong menolong dalam keburukan. Beliau memaparkan bentuk dalam menolong Palestina yaitu dalam bentuk doa, donasi, boikot produk Israel yang saat ini hanya bisa dilakukan umat islam.

Selain itu, beliau sampaikan, “Bentuk tolong menolong yang utama yaitu dengan jihad, hanya dengan kekuatan negara adidaya yang kuat yaitu Khilafah mampu membebaskan Palestina secara militer”.

Kalam minal ulama selanjutnya perwakilan dari Bondowoso yaitu Kyai Abu Hadid. Beliau memaparkan tentang sejarah Israel bahwa negara israel dibentuk dari kekuatan Inggris, Amerika dan PBB.

“Konflik penjajahan di Palestina tidak akan pernah selesai, sebab Israel dilahirkan dari para penguasa dunia dan hukum internasional yang anti islam. Bapaknya Inggris ibunya Amerika dan PBB adalah bidannya, sehingga tidak mungkin mereka membela Palestina sebagai mana anak yang telah meraka lahirkan” Jelas beliau tentang Israel.

Beliau berpesan agar seluruh pemimpin muslim berlomba-lomba membebaskan Palestina dengan persatuan Islam yaitu Khilafah.

Kalam minal ulama selanjutnya dari Ky Asyofi Banyuwangi, beliau memaparkan tentang perjuangan dakwah Rasulullah, sahabatnya dan para penerus beliau dalam membebaskan umat manusia dari belenggu sistem kafir, yaitu dengan jihad.

“Setiap muslim adalah satu tubuh, saat Palestina diserang oleh kaum Israel maka seharusnya penguasa di negeri kaum muslimin memberikan bantuan militer untuk menghentikan kebiadaban Israel sehingga mampu menolong saudara kita di Palestina” tegas beliau dalam memberikan solusi bagi muslim Palestina.

Kalimah minal ulama selanjutnya yaitu Kyai Saiful Hadi ulama aswaja Jember dengan tema “ulama garda terdepan dalam perubahan hakiki menuju sistem islam Khilafah, tolak Kapitalisme Demokrasi dan campakkan Komunisme”.

Beliau memberikan pesan kepada ulama agar bisa memberikan kontribusi untuk umat terutama terkait dakwah fundamental sehingga berdampak pada kemajuan umat islam.

“Para ulama sebagai pewaris para nabi, bagian terbaik dari umat serta tempat umat menaruh kepercayaan, sudah seharusnya berada di garda terdepan dalam membimbing dan menentukan arah perjuangan dakwah ini. Ulama Aswaja harus saling bahu membahu, membersamai umat dalam suka dan duka dalam dakwah yang mulia ini.“ ungkap beliau.

Penyampaian Kalam minal ulama selanjutnya yaitu dari Ky Holili Ulama Aswaja Jember. Beliau menyerukan tema “Perjuangan penegakkan Khilafah memiliki landasan syari dan secara historis nusantara adalah bagian yang tak terpisahkan dari Khiafah Islamiyah”.

Untuk itu beliau memaparkan dalil syari tentang kekhilafahan serta hilangnya penerapan hukum Allah dalam sendi kehidupan sehingga umat saat ini mengalami keterpurukan. Beliau berpesan agar meninggalkan ideologi Kapitalisme–Demokrasi, dan Ideologi gagal Komunisme dan mengganti dengan sistem islam yang mencerahkan dan menjawab semua persoalan kehidupan.



Ky Haris Abu Wasli dari Ulama Aswaja Bali dengan tema “Serangan pada Palestina menegaskan pentingnya Khilafah dalam dunia Islam”. Beliau berpesan bahwa umat islam saat ini hidup dengan penuh penidasan karena tak diterepkannya aturan islam, umat islam harus satu tujuan, bersama sama menerapkan Khilafah ‘ala minhaj Nubuwah agar kemuliaan dapat dicapai umat.

Kalimah minal ulama selanjutnya Ky Sugianto Ulama Aswaja Bondowoso memberikan pemaparan terkait urgensitas Khilafah sebagai ajaran ulama Aswaja. Merupakan kewajiban untuk mengangkat Khalifah serta istiqomah mendakwahkan terkait sistem islam Khilafah sehingga opini terkait Khilafah mendapatkan penerimaan yang semakin luas, massif dan membumi. Para Ulama memberikan dukungan terhadap perjuangan menegakkannya. Akhirnya masa depan islam dengan terwujudnya Khilafah Islamiyah sebagai janji Allah dan bisyarah Rasulullah SAW dapat memberikan solusi tuntas masalah menuju negara yang mensejahterakan.

Penghujung acara dibacakan pernyataan sikap Ulama Ahlus Sunah Wal Jamaah se Eks Karesidenan Besuki dan Bali yang disampaikan oleh Ky Abdurrohim. []

Posting Komentar untuk "Multaqa Ulama Aswaja se Eks Karesidenan Besuki dan Bali: Kebiadaban Israel Bukti Kegagalan-Ketidakberdayaan Demokrasi, Nasionalisme dan Pentingnya Khilafah "