Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Saudaraku Malang, Saudaraku Sayang

Ilustrasi muslimah Afghanistan



Oleh: Citra Dewi Anita 


Salima Mazari, seorang gubernur perempuan di Afaganistan ditangkap pada tanggal 18 agustus 2021. Narasi kekhawatiran terhadap nasib perempuan di Afganistan pasca penguasaan taliban semakin marak di berbagai media. 

Digambarkan bahwa perempuan di Afganistan menghadapi kondisi masa depan yang tidak pasti, keadaan terlihat semakin buruk bagi para saudara kita di sana dengan ketakutan di hari yang kian gelap. Bagaimana ujung nasib saudara semuslim kita disana?

Kita pun tidak jauh lebih baik dari pada perempuan di Afganistan dalam puluhan tahun terakhir. Ada jutaan perempuan di dunia yang terus menjadi korban kemiskinan, ketertindasan, dilecehkan dan diperlakukan dengan buruk. 

Ada jutaan perempuan di dunia hari ini, di luar Afganistan yang mendeklarasikan bahwa mereka telah menggunakan sistem pemerintahan yang modern, yang memberi dukungan pada perempuan. Faktanya, justru terus terjadi eksploitasi dan pelecehan terhadap para perempuan. 

Berapa banyak kursi perempuan di pemerintahan yang terisi, yang katanya berada bisa membantu kaum perempuan terbebas dari penindasan juga pelecehan dan ketidakadilan? Nyatanya banyak dari mereka terjebak dalam kehausan akan jabatan, kekuasaan, juga mempertebal materi diri dan kelompoknya. 

Akankah kita mencari solusi pada hukum yang di buat oleh manusia yang lemah dan terbatas? Yang tidak terbukti kapabilitasnya dalam melindungi dari kemiskinan, eksploitasi, pelecehan dan memberikan hak dasar pada perempuan yaitu kesejahteraan bahkan tanpa mekanisme yang memaksa perempuan untuk bekerja. 

Muslimah Afganistan harus menyadari bahwa jaminan hak perempuan yang ditawarkan dalam bingkai kesetaraan gender hanyalah ilusi. Barat hidup dengan sistem kehidupan dipimpin kapitalisme yang menjadikan akal manusia sebagai penentu. Faktanya, hanya memberikan harapan kosong dan menyisakan berbagai penderitaan termasuk eksploitasi perempuan demi pertumbuhan ekonomi dunia.

Muslimah Afganistan harus meyakini bahwa mereka akan berada dalam kebaikan hanya dalam naungan Islam. Sebab, keterpurukan dan penindasan yang dialami muslimah di berbagai penjuru dunia, termasuk di Afganistan berpangkal pada tidak adanya penerapan Islam secara kaffah.

Masihkah kita mau bergantung pada hukum yang dibuat oleh manusia? Sudah saatnya kita kembali pada aturan yang diturunkan oleh Rabb Alam Semesta, Islam. Islam yang diterapkan secara sempurna dalam bingkai institusi negara, Khilafah dengan manhaj kenabian. 

Sejarah mencatat kegemilangan penerapannya selama berabad lamanya. Nasib perempuan pun mulia dan terhormat dalam naungannya. 


Wallahua'lam bish shawab. 

Posting Komentar untuk "Saudaraku Malang, Saudaraku Sayang"