Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10.000 Pemukiman Baru Israel Akan Memutus Total Yerusalem dari Palestina



Tepi Barat, Visi Muslim- Pihak berwenang Israel berencana untuk membangun proyek pemukiman baru di desa Qalandia di Tepi Barat, yang akan mengakibatkan memutus total Yerusalem dari lingkungan Palestina.

Proyek ini direncanakan akan membangun sekitar 10.000 unit pemukim yang akan dimulai Desember ini, dikutip dari organisasi berita lokal Palestina, WAFA, Jumat, (08/10/2021).

Rencananya akan berjalan di antara lingkungan Palestina di Kfar Aqab, Qalandia, dan A-Ram selatan Ramallah, sebagaimana diuraikan dari Kementerian Konstruksi dan Perumahan Israel.

"Ini adalah rencana yang sangat berbahaya yang mungkin membawa pukulan berbahaya bagi solusi dua negara," kata kelompok anti-pemukim Israel, Peace Now.

“Lingkungan pemukim yang direncanakan adalah pusat dari wilayah perkotaan Palestina antara Ramallah dan Yerusalem Timur, dan dengan demikian mencegah kemungkinan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Pemerintah Israel harus segera menghapus rencana itu dari agenda dan membatalkannya.”

Proyek pemukim akan menjadi proyek terbaru di Yerusalem Timur sejak Perdana Menteri Israel, pemerintahan Benjamin Netanyahu membangun pemukiman Har Homa pada 1997.

Pada Desember 2020, direktur Masyarakat Studi Arab yang berbasis di Yerusalem, Khalil Tafakji, mengumumkan bahwa rezim Israel sedang berusaha untuk “membangun pemukiman baru di tanah bandara Yerusalem.”

Rencana pemukiman yang diusulkan mencakup situs yang ditinggalkan Bandara Internasional Yerusalem (Bandara Atarot) yang pertama kali dibuka pada tahun 1924 sebagai bandara pertama di Mandat Inggris untuk Palestina.

Setelah perang enam hari dan pendudukan Israel berikutnya di Tepi Barat pada tahun 1967, Israel mengambil alih bandara tersebut dan tidak mengizinkan penerbangan internasional mendarat di sana karena masalah keamanan. [] Khusnul Khatimah 

Posting Komentar untuk "10.000 Pemukiman Baru Israel Akan Memutus Total Yerusalem dari Palestina"