Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

L98T: Tindakan Amoral yang dibuat Legal



Oleh: Anesa Tri Juni, S.Sos (Sahabat Visi Muslim Media)


Millen Cyrus akhirnya resmi mengikuti perhelatan untuk transgender, Miss Queen Indonesia. Kabar tersebut disampaikan langsungnya lewat unggahan Instagramnya. Millen membagikan potret dirinya sedang bersiap menjalani karantina di Bali. (Suara.Com, 27/09/2021)

Beginilah rusaknya kehidupan di penghujung zaman. Melalui informasi diatas -yang tentu saja merupakan salah satu dari banyaknya informasi mengenai kaum L98T- bisa kita lihat bagaimana mereka kian leluasa menampakkan identitasnya. Apabila dahulu mereka menyembunyikan penyimpangan orientasi seksual tersebut. Berbalik dengan kondisi saat ini yang tanpa ragu lagi menampakan kelainan yang ada ke depan publik, bahkan tidak sedikit yang dengan bangganya mengakui memiliki status nista tersebut dan tidak perduli mengenai perspektif negatif masyarakat terhadap mereka. Parahnya lagi, mereka pun tidak segan-sengan melakukan tindak persuasif, mengajak orang lain untuk ikut serta tersesat bersama mereka. Baik dengan cara terselubung maupun terang-terangan. 

Berbicara mengenai kenekatan mereka yang semakin menjadi-jadi ini. Pernah suatu waktu, sebab salah satu media Islam, yakni Harian Republika menurunkan sebuah Headline bertajuk 'L98T Ancaman Serius'. Kaum dan pendukung mereka akhirnya tanpa segan melakukan somasi. Sungguh, mereka sudah semakin berani dan tidak tahu diri.

Peran Liberalis dan Masifnya Dukungan kepada L98T

Fakta lain yang tak kalah menyesakkan dan membuat gundah, yakni tidak sedikit orang-orang yang menerima kehadiran kaum L98T ini dan menganggap apa yang mereka lakukan itu hal yang biasa bukan hal yang patut di tentang. Bahkan mereka kadang serta merta mengaungkan pentingnya toleransi dan mengatakan untuk tidak terlalu sibuk mengurusi urusan para kaum yang Allah laknat ini. Padahal keberadaan mereka ini bisa mendatangkan kemurkaan Allah Ta'ala. Yang mana dampak nya bukan hanya untuk pelaku kemaksiatan itu saja, akan tetapi orang yang tidak ikut serta dalam kemaksiatan tersebut juga akan kena imbasnya.

Melihat fakta yang ada jelas bahwasanya mereka tidak berdiri sendiri.Ada kekuatan besar yang menopang juga mendukung keberadaan, pemikiran dan ikut serta mengampanyekan mereka. Tidak hanya dari arus lokal melainkan juga oleh dunia internasional. Salah satu contoh yakni negara adidaya pusat Liberalisasi, Amerika Serikat termaksud pula PBB telah menunjang keberadaan kaum L98T. Dibuktikan dengan informasi bahwasanya pada Oktober 2015, Sekjen PBB Ban Ki Moon, telah menggencarkan upaya untuk memperjuangkan hak-hak L98T. Meskipun akhirnya belum sepenuhnya terealisasi sebab ada beberapa negara yang menolak dan menentang keputusan tersebut.

Media-media sekuler juga tidak mau ketinggalan mengambil kiprah proyek kemaksiatan ini. Mereka mengambil peran dalam menyebarkan ide-ide berpenyakit ini, dikemas melalui buku, film-film sebenarnya sarat akan formula orientasi seksual menyimpang gay dan lesbian. Namun diolah sedemikian rupa dengan tujuan agar ide sesat ini bisa diterima oleh masyarakat. Terpola, berkesinambungan, dan merusak.

Mereka juga merambat pada kaum akademisi. Lebih mengherankannya lagi, kaum intelektual pun tak luput dari kerusakan pola pikir L98T tersebut. Menilik dari fakta adanya penerbitan tulisan dari sebuah jurnal yakni Jurnal Justisia di Fakultas Syariah IAIN Semarang (edisi 25 th XI, 2004) berjudul Indahnya Kawin Sesama Jenis: Demokartisasi dan Perlindungan Hak-Hak Kaum Homoseksual, (Semarang: Lembaga Studi Sosial dan Agama/eLSA, 2005). Dan juga adanya pernyataan dari seorang profesor dari kampus UIN Jakarta yang juga seorang feminis dan pro L98T, yang mengatakan bahwasanya Islam tidak pernah mengharamkan homoseksual. Dari sini bisa kita simpulkan. Ide-ide busuk L98T bisa menghilangkan akal sehat, terlebih bagi mereka yang telah candu dengan pemikiran liberal dan sekuler. 

Islam Sebagai Solusi

Sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita konsen akan perihal L98T ini. Jika kita acuh dan membiarkan saja kerusakan di depan mata bukan tidak mungkin virus ini menjalar dan menulari circle terdekat kita. Sebab, sifat virus ini menular. Bukan merupakan penyakit keturunan seperti yang digaungkan oleh kaum L98T.

Untuk itu pandai-pandailah kita mengambil ibrah dari kisah atas Kaum Nabi Luth Alaihi wa Sallam terdahulu. Dimana kaumnya (Kaum Sodom) juga memiliki orientasi seksual menyimpang, bahkan sebelumnya kepada mereka telah diberikan peringatan, namun dengan pongah menolak seruan untuk kembali ke jalan yang benar hingga Allah Ta'ala timpakan kepada mereka azab yang pedih. Na'udzubillah min dzalik. 

Jika kita diam dan tak peduli jelas kita juga akan terkena dampak dari murka Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan tentu saja kita tidak ingin hal ini terjadi kepada kita. 

Maka sudah seharusnya kita beramar makruf nahi mungkar, menyampaikan kepada umat, terkait bahaya laten dari L98T juga menyampaikan bagaimana Islam menghadapi L98T ini. 

Kita harus paham bagaimana L98T ini merusak fitrah penciptaan manusia, dan melakoninya merupakan tindakan nista dan akan mendapatkan dosa besar juga Allah timpakan balasan setimpal. Kita harus menguatkan aqidah kita dan juga membentengi diri dengan keimanan yang kuat. Terpenting adalah bagaimana kita harus berupaya agar syari’at Islam bisa diterapkan secara totalitas, sehingga penyimpangan orientasi seksual ini bisa diberikan sanksi berdasarkan syariat Islam, yang sifatnya dapat menimbulkan efek jera dan membuat orang-orang lain berpikir ulang jika ingin meniru atau mengikuti jejak para aktivis L98T tersebut. 

Allahu a'lam bishowwab 

Posting Komentar untuk "L98T: Tindakan Amoral yang dibuat Legal"