Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pemisah Nikmat Dunia





Oleh : Nita Savitri (Sahabat Visi Muslim Media)

Ramai diperbincangkan publik, berita tewasnya pasangan selebriti VA dan suami. Keduanya pasangan yang selalu mengundang gemuruh media pencari berita. Ditunjang dengan kemolekan dan tingkahnya yang penuh kontroversi dan sensasi.

Tiada yang menduga, kepergian keduanya yang untuk urusan kerja pada Kamis pagi (4/11) berakhir dengan berita duka. Kecelakaan tunggal di jalan tol Jombang-Mojokerto, menjadi keadaan yang menghantarkan keduanya meninggalkan dunia. Sementara tiga nyawa lainnya masih selamat (sopir, ART, putra VA) hanya menderita luka-luka ringan. Kecepatan mobil yang di atas rata-rata, 180 KM/jam membuat mobil menabrak pembatas tol. Sang sopir pun diketahui sempat membuat unggahan tentang kecepatan mobil yang dibawanya.

Pasangan selebriti ini pun juga sempat mengunggah video beberapa jam sebelum tragedi. Banyak tersebar di media sosial, seakan video tersebut sudah membawa pesan bermakna. Walau mungkin VA dan suami tidak pernah menyangka pesan tersebut pesan terakhir dari keduanya. Mereka pun meninggalkan dunia di tengah kenikmatan dunia yang mulai direguk, harta berlimpah, dan popularitas yang sedang menanjak.

Penyebab Kematian 

Kematian merupakan kata yang sering dihindari untuk dibicarakan. Suatu keadaan yang membuat berpisahnya raga dengan semua hal yang berkaitan dengan dunia. Meninggalkan orang-orang tercinta, gelimang harta maupun kekuasaan yang mendunia. Walau seribu tangisan yang mengiringi tidak akan menjadikan mereka yang telah meninggal dunia, untuk hidup kembali.

Tidak ada pembeda antara yang kaya dan papa, penguasa maupun rakyat jelata. Hanya kain kafan yang dibawa. Menunggu dalam kesendirian, di dalam tumpukan liang lahat yang penuh kegelapan. Semua cerita suka, duka, gembira dan sedih tinggal kenangan bagi mereka yang ditinggal.

Banyak anggapan bahwa adanya sakit, kecelakaan, tenggelam, terbakar, atau rangkaian peristiwa sedih lainnya sebagai penyebab kematian. Sehingga sebagian manusia mempunyai trauma atau ketakutan terhadapnya. Padahal belum tentu yang sakit parah akan meninggal dunia. Banyak kejadian, bagaimana seorang yang divonis sakit berat dan diprediksi hidupnya tinggal beberapa bulan. Ternyata menemui keajaiban dengan masih tetap hidup dan bugar kembali. Jika sakit, terbakar, kecelakaan, tenggelam dan rangkaian peristiwa sedih lainnya tadi dianggap sebagai sebab, pasti akan berakibat pada sesuatu yang pasti hasilnya yaitu kematian.

Maka adanya peristiwa sedih semacam di atas, itu semua adalah kondisi/hal yang mengantarkan kepada kematian. Bukan sebab kematian. Lantas, apa penyebab kematian? Dimana manusia manapun tidak bisa mengelak jika hal tersebut datang menyapa. 

Di dalam Al-Qur'an yang merupakan kalamullah, telah dijelaskan bahwa sebab kematian adalah berakhirnya ajal seorang manusia dan Allah Swt yang mematikannya. Adanya ajal tidak dapat dimajukan maupun dimundurkan sehari bahkan sedetik. Kesemuanya telah ditentukan dalam ketentuan-Nya. Hal ini tertuang dalam TQS. Yunus : 49

"Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukannya".

Sehingga adanya kematian manusia, sudah menjadi kehendak Allah Swt. sebagai Tuhan semesta alam. Tertulis dan menjadi qadha/ketentuan yang wajib diimani oleh setiap muslim. Hanya Allah yang Maha Mematikan dan Menghidupkan kembali. Hal ini tertulis dalam QS. Al-Baqarah :258 dan QS. Ali Imran :145

"Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan". (TQS. Al-Baqarah : 258)

"Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya". (TQS. Ali Imran :145)

Adanya kematian menjadi batas akhir kehidupan dunia yang fana, sesuai umur manusia. Tidak harus menunggu tua, sakit atau luka parah, lemah tak berdaya, jika ajal sudah sampai, maka malaikat pencabut nyawa akan menjemput manusia. Malaikat Izroil pun menunaikan perintah Allah Swt. untuk mengakhiri masa hidup dunianya. Tidak bisa manusia menghindar atau bersembunyi, adanya kematian merupakan hal yang pasti terjadi.

Kisah panglina perang Islam yang terkenal, Khalid bin Walid semakin menguatkan bahwa kematian bukanlah kehendak manusia. Beliau adalah seorang mujahid yang tangguh, dalam setiap peperangan selalu terdepan dan mengalami luka-luka yang parah. Beliau bercita-cita agar bisa syahid, mati di medan perang. Namun ternyata Allah berkehendak lain. Dalam setiap perang, beliau masih diberi keselamatan dan pulih dari luka-luka. Sampai akhirnya beliau harus menerima bahwa ajalnya ditemui dalam kondisi sakit di pembaringan.

Sehingga jelas, datangnya ajal hanya Allah yang Maha Mengetahui dan Menentukan. Siapa pun tidak akan mampu mengelak jika ajal sudah berakhir. Baik yang tua maupun muda. Sakit atau sehat, kaya atau miskin. Semua harus siap dalam menghadapi ajal. Manusia sebagai makhluk yang lemah hanya mampu berikhtiar untuk mempersiapkan diri agar husnul khatimah ketika berpisah dengan kehidupan dunia.

Wallahu'alaam bishawwab   

Posting Komentar untuk "Pemisah Nikmat Dunia"