Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lifestyle Berhutang




Oleh: Citra Dewi Anita (Sahabat Visi Muslim Media)


"Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih punya hutang, maka kelak (di hari kiamat) tidak ada dinar dan dirham untuk melunasinya. Namun yang ada hanyalah kebaikan atau keburukan (untuk melunasinya)” (HR. Ibnu Majah )

Begitulah pesan Rasulullah saw, hutang yang tak dilunasi di dunia akan ditagih di akhirat. Tak ada yang bisa lepas dari hutang yang belum dibayarkan di dunia. Anehnya justru fenomena berhutang kini kian ramai dilakukan. 

Bahagia

Saat ini standar bahagia dilihat dari postingan di media sosial. Traveling ke sana sini, luar dan dalam negri, shopping ini itu, hidup terlihat mewah. Semua dikejar walau harus berhutang atau bahasa kerennya sekarang paylater

Padahal, kebiasaan berhutang adalah penyakit sosial yang tumbuh dengan pola pikir masyarakat yang keliru. Hingga muncul fenomena yang berhutang lebih galak daripada yang meminjamkan. Mirisnya, bahkan ada yang sampai berujung maut. 

Paradigma kapitalis membuat manusia salah mengartikan kebahagian. Hidup mewah bergelimang harta, shopping ini itu menjadi standar kebahagian yang hanya mengukur kebahagiaan dari materi. Sampai rela berhutang di sana sini. 

Berhutang

Jaman sekarang banyak orang yang ringan berhutang, meremehkan hutang karena memandang berhutang tidak akan terbawa sampai ke akhirat. Padahal, sebagaimana yang disampaikan hadist di atas. Hutang akan dibawa sampai ke hari penghisaban. 

Islam mengapresiasi orang yang memberikan pinjaman, sebagaimana sabda nabi, "Tidaklah seorang muslim yang meminjamkan muslim lainya dua kali kecuali yang satu nya adalah senilai sedekah. " (HR. Ibnu Majah) 

Dalam islam hutang memang diperbolehkan, tetapi membayar hutang adalah kewajiban yg harus disegerakan. Bahkan, saat mati syahid pun Rasul diriwayatkan tidak mau menyolatkan jenazah yang mempunyai hutang. Jadi, berhati-hatilah dalam berhutang, apalagi hanya untuk lifestyle. 

Ukur kebahagian yang hakiki dengan standar rido Allah semata, bukan materi. 


Wallahu'alam bishowab 

Posting Komentar untuk "Lifestyle Berhutang"