Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jaga Marwahmu, Bestie!





Oleh: Isma Kim


Bestie, tak dimungkiri saat ini kita hidup di zaman serba digital. Semua hal bisa dilakukan hanya di ujung jari. Saat ini pun, media sosial dimiliki oleh semua kalangan, baik tua maupun muda. Media sosial bak rumah bagi pemiliknya sendiri. Setiap dari mereka bebas mengekspresikan diri melalui platform yang disediakan. 

Alhasil, jika kita scrolling di media sosial berbagai konten pun muncul di laman media sosial kita. Kalau gak hati-hati justru konten itu bisa merusak kita, Bestie. Demi mengejar viewers, likers, atau subscribers terkadang para kreator kudu berpikir keras mencari konten. Lebih lagi dari konten yang dihasilkan bisa memunculkan cuan. Tak sedikit pula yang sekedar cari sensasi, yang penting trending. 

Namun, Bestie, meskipun sosial media yang kita punya bak "rumah" sendiri yang bebas mau kita apain. Tapi, sebagai seorang muslimah kita tetap harus terikat dengan hukum syariat dalam perbuatan. Jangan mau jadi muslimah sekuler, yang mengganggap agama hanya ada di Masjid saja. Setiap perbuatan kita terikat dengan aturan-Nya.

Maka, yang perlu diperhatikan oleh muslimah adalah menjaga marwahnya. Sebab, media sosial termasuk dalam kehidupan umum, yang diperlakukan sama seperti dunia nyata. Menjaga marwah seorang muslimah maksudnya adalah menjaga kehormatan dan kemuliaan diri. Islam memberikan tempat mulia bagi seorang muslimah, termasuk kiprahnya di media sosial, Bestie. 

Fitnah terbesar sejatinya ada dalam diri seorang muslimah. Rasulullah Saw. bersabda, “Tidaklah ada fitnah sepeninggalanku yang lebih besar bahayanya bagi laki-laki selain fitnah wanita. Dan sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa bani israil adalah disebabkan oleh wanita.” (HR. Muslim).

Bestie, media sosial adalah kehidupan umum yang berlaku atasnya syariat Islam. Maka, meski tampil di media sosial sekalipun, kita harus tetap menjaga aurat muslimah. Yakni dengan menutup aurat secara sempurna sebagaimana dalam Al-Quran yakni mengenakan jilbab (Qs. Al Azhab : 59) dan kerudung (Qs. An-Nur : 31).

Lebih dari itu, Bestie, kiprah seorang muslimah di media sosial kudu bin wajib mengedepankan rasa malu. Karena malu adalah konsekuensi dari iman. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Iman itu ada tujuh puluh sekian cabang. Rasa malu adalah salah satu cabang dari iman. (HR. Ahmad, Muslim, dan yang lainnya).

Contohnya adalah rasa malu berlenggak-lenggok di depan kamera, hingga malu karena mengumbar kemesraan di media. Mirisnya, saat ini konten mesra kerap digemari kaula muda meskipun pelakunya sudah menikah. Cukuplah rasa malu yang menghiasi diri, hingga tak sampai hati berbuat seperti ini. Sadarilah, Bestie, engkau adalah seorang muslimah yang amat dijaga kemuliaannya. 

Era kemajuan teknologi hari ini memang telah menghadirkan berbagai macam aplikasi. Jika kita tidak bijak menggunakannya, kita bisa terjebak. Lihatlah, betapa banyak komentar pedas datang dari jari kita. Bahkan, tak sedikit yang menjadikan kolom komentar sebagai ladang gibah online. Sungguh miris jika itu dilakukan oleh seorang muslimah. Di mana marwah mereka terhadap baiknya akhlak dan perilaku seorang muslimah? 

Bestie, setidaknya masih belum terlambat untuk berubah. Bertaubat dan segera hijrah dari perilaku yang mengundang maksiat. Karena itu hanya akan merugikan diri kita sendiri. Sadarilah bahwa dirimu sangat berharga. Jangan dirusak karena dosa, karena hanya ada penyesalan di akhirnya. 

Jadilah seorang muslimah yang senantiasa menjaga marwahnya, Bestie. Dengan cara bekali diri belajar Islam secara kaffah (keseluruhan). Mulai dari akar hingga ke daun. Artinya, secara keseluruhan bagaimana cara hidup hingga cara masuk surga. Allah Swt. berfirman : “Wahai orang yang beriman, masuklah kamu semua ke dalam Islam. janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kalian,” (TQS. Al-Baqarah : 208).

Untuk belajar Islam secara keseluruhan tentu dibutuhkan pendampingan intensif, Bestie. Persiapkanlah waktumu minimal sepekan sekali selama dua jam untuk mengkaji Islam. 24 jam sehari dalam hidupmu amatlah rugi jika tidak dikerjakan untuk belajar Islam. Hanya itu cara agar dapat membentengi diri dari hal-hal yang diharamkan Allah Swt. Termasuk juga derasnya arus liberalisasi (kebebasan) Barat yang dihembuskan pula melalui konten media sosial dan dapat merusak marwah sebagai seorang muslimah. 

Sadarilah, Bestie, engkau adalah sosok ibu yang mencetak generasi cemerlang. Kedudukanmu mulia sebab surga sebaik-baik balasan. Sejatinya generasi cemerlang itu lahir dari ibu yang cerdas akan Islam. Ibu yang menjaga marwahnya, ibu yang memiliki visi misi islami, dan ibu yang senantiasa melakukan amar ma'ruf nahi munkar. Jangan mau diperbudak hawa nafsu, sebab seluruh amal perbuatan kita kelak akan dimintai pertanggungjawaban. 


Wallahua'lam bishowab. 

Posting Komentar untuk "Jaga Marwahmu, Bestie! "