Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MKIK Percut Sei Tuan Menolak Rencana Kenaikan BBM, Gas dan TDL

 


Tanjungbalai, Visi Muslim- Majelis Kajian Islam Kaffah (MKIK) Percut Sei Tuan telah menyelenggarakan agenda diskusi online pada Rabu, 01 Juni 2022, yang dimulai pada pukul 17:00 WIB hingga selesai. Agenda ini menyangkut penolakan rencana kenaikan bahan bakar minyak pertalite maupun solar, juga gas melon hingga tarif dasar listrik.

Rencana kenaikan ini salah satunya diberitakan oleh Kompas.com pada April 2022 yang lalu. Hal ini sebagai imbas dari kenaikan harga minyak dunia, yang disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dan upaya pemerintah untuk menghemat APBN.

Faktanya, pada tanggal 19 Mei 2022 pemerintah memastikan tidak akan menaikkan BBM dan tarif listrik. Pemerintah kemudian mengusulkan kepada DPR untuk menaikkan anggaran subsidi BBM dan listrik masing-masing sebesar Rp 74,9 triliun di dalam APBN 2022. Perubahan kebijakan pemerintah tersebut membuktikan bahwa pemerintah mampu untuk mengatasi kenaikan harga minyak mentah tanpa menaikkan harga. Dengan demikian, alasan bahwa jika tanpa kenaikan harga BBM maka APBN akan jebol dan tidak ada solusi lain selain kebijakan itu, terbantahkan dengan sendirinya.

Hadir dalam diskusi online tersebut sebagai pembicara yaitu Bapak Ngatirin (Jurnalis) dan Ustadz Rahmat Taher (Pembina MKIK). Acara yang dipandu oleh Ustadz Ibnu Rahmadi itu berlangsung dengan lancar dengan pemaparan fakta, alasan penolakan dan tanya jawab dengan para peserta yang hadir dalam diskusi tersebut.

Setidaknya ada tujuh argumen yang dijadikan alasan untuk menolak rencana kenaikan tersebut, yaitu:

(1) Kenaikan harga BBM akan meningkatkan inflasi sehingga kondisi ekonomi rakyat yang belum sepenuhnya pulih akibat pandemi akan semakin susah.

(2) Liberalisasi sektor migas menyebabkan harga BBM menjadi lebih mahal dari yang seharusnya.

(3) Pandangan pemerintah bahwa subsidi BBM membebani APBN terutama pada saat terjadi kenaikan harga mentah merupakan konsekuensi pengelolaan  APBN menggunakan sistem Kapitalisme.

(4) Selama ini pemerintah tidak memiliki political will  yang cukup kuat untuk membangun kilang sehingga permintaan BBM impor terus meningkat dan energy security Indonesia menjadi sangat rentan.

(5) Mahalnya harga BBM karena pemerintah mengenakan komponen PPN dan Pajak BBM Daerah pada harga jual ke masyarakat.

(6)Mahalnya harga minyak mentah saat ini tidak semata-mata disebabkan oleh faktor supply dan demand untuk konsumsi dan cadangan di sektor riil, tetapi dipengaruhi oleh  demand untuk spekulasi di pasar komoditas berjangka.

(7) Perdagangan minyak mentah dunia dilakukan dengan standard mata uang US dollar.

Bukan hanya itu saja, kenaikan tersebut merupakan kebijakan yang haram, papar Ustadz Rahmat Taher. Ini adalah akibat kebijakan privatisasi yang diharamkan islam. Syariat melarang individu menguasai barang tambang yang depositnya melimpah.

Salah satu dalil yang disampaikan adalah bahwasanya Rasulullah shalallahu 'alaihi wassallam bersabda,

اَلْمُسْلِمُوْنَ شُرَكَاءُ في ثلَاَثٍ فِي الْكَلَإِ وَالْماَءِ وَالنَّارِ

"Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang gembala, air dan api." (HR Abu Dawud dan Ahmad).

Beliau juga menyampaikan, bahwa kenaikan tersebut akan menjadi jalan bagi orang kafir (asing) untuk menguasai muslim, kebijakan diskriminatif dan menzhalimi rakyat, dan kebijakan yang lahir dari liberalisme dan sekularisme yang bertentangan dengan Islam.

Tidak lupa pula, Beliau yang juga sebagai Pembina MKIK memberikan islam sebagai satu-satunya solusi dalam mengatasi problematika ini. Penerapan Islam Kaffah dibawah naungan Khilafah sangat mampu untuk mengelola sumber daya alam yang ada. [] am

Posting Komentar untuk "MKIK Percut Sei Tuan Menolak Rencana Kenaikan BBM, Gas dan TDL"