Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Adanya Conflict of Interest dalam Kasus Ponpes Al-Zaytun, Advokat: Karena Tidak Tegasnya MUI


Menyoroti adanya conflict of interest (konflik kepentingan) di dalam kasus Ponpes Al-Zaytun, Advokat Aziz Yanuar menilai penyebabnya adalah tidak tegasnya atau kurang tegasnya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Maka dapat saya sampaikan yang pertama antara lain yang menyebabkan hal ini terjadi yang ditanyakan Cak Slamet tadi itu, adalah karena ketidak ketegasan atau kurang tegasnya dari MUI,” tuturnya dalam diskusi Live Perspektif: Conflict of Interest Pemerintah Atas Kasus Al-Zaytun??!! di kanal YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data, Ahad (9/7/2023).

Ia sepakat dengan pandangan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Font Persatuan Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama atau GNPF Ulama, Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), dan beberapa kalangan masyarakat bahwa ada dugaan kesesatan Al-Zaytun dan Panji Gumilang.

“Itu jelas merekomendasikan antara lain, pembubaran dan juga pengusutan tuntas termasuk di dalamnya, jika ada dugaan pelanggaran pidana maka harus diproses baik kepada Al-Zaytun itu secara institusi maupun individu, dari pengurusnya termasuk dalam hal ini Panji Gemilang tentunya,” ujarnya.

Diduga Dipelihara

Aziz menduga, Al-Zaytun dipelihara atau dirawat atau dijadikan satu hal untuk kepentingan tertentu dari pihak rezim. “Entah itu pengalihkan isu, entah itu untuk apa memelihara apa gejolak di dalam masyarakat gitu kan, kan ada memang Cak dalam beberapa sistem pemerintahan di beberapa negara itu memang hal-hal yang berbau kontroversi itu dipelihara,” jelasnya.

Aziz juga khawatir, pemeliharaan juga terjadi pada aliran-aliran sesat lainnya seperti Ahmadiyah. “Yang menurut agama Islam dan itu diduga menyimpang, dan juga saat ini Al-Zaytun, belum lagi aliran-aliran sesat lainnya yang banyak lah begitu,” pungkasnya. [] Setiawan Dwi 

Posting Komentar untuk "Adanya Conflict of Interest dalam Kasus Ponpes Al-Zaytun, Advokat: Karena Tidak Tegasnya MUI"

close