Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Fakta Yang Menepis Opini Negatif Seputar Muktamar Khilafah

 
Pada bulan Mei ini, Hizbut Tahrir Indonesia mengadakan acara yang tergolong besar, yaitu Muktamar Khilafah. Acara yang diselenggarakan di lebih dari 30 kota besar di Indonesia ini adalah dalam rangka mengokohkan perjuangan umat dalam memperjuangkan kembalinya kehidupan Islam dalam naungan negara Khilafah Islam. Namun sebagian pihak menilai bahwa acara seperti ini tidak akan banyak bermanfaat, sebab acara seperti ini seolah-olah tidak berbeda dengan acara-acara Hizbut Tahrir sebelumnya seperti Konferensi Khilafah internasional tahun 2007 di Gelora Bung Karno atau Muktamar Ulama Nasional tahun 2009, Muktamar Mubaligah Indonesia, Kongres Mahasiswa Islam Indonesia, Konferensi Rajab, atau Konferensi Tokoh Umat. Bahkan, ada yang bernada sinis menyatakan bahwa Muktamar Khilafah ini diadakan untuk menyambut muktamar-muktamar selanjutnya. Maksudnya, Hizbut Tahrir tidak pernah berhasil menegakkan khilafah tetapi hanya berhasil mengadakan muktamar-muktamar khilafah.

Berkaitan dengan adanya pendapat-pendapat seperti itu, selayaknya kita mengembalikannya kepada Allah. Apa pun prasangka orang, kita kembalikan semua kepada Allah. Terlepas dari adanya prasangka-prasangka seperti itu, kita selayaknya bisa mengindera berbagai fakta yang ada. Fakta adalah realitas yang terindera, sehingga dari fakta itulah kita berkesimpulan.

Fakta pertama, konsep khilafah semakin diterima masyarakat. Muktamar Khilafah ini diadakan dengan melibatkan lebih dari 250.000 kaum muslim. Mulai dari Konferensi Khilafah Internasional tahun 2000 di Lapangan Tenis Indoor Senayan, Konferensi Khilafah Internasional tahun 2007, Muktamar Ulama Nasional tahun 2009, Muktamar Mubaligah Indonesia, Kongres Mahasiswa Islam Indonesia, Konferensi Rajab, Konferensi Tokoh Umat, dan Muktamar Khilafah tahun 2013, tema yang diangkat adalah tentang khilafah. Khilafah, khilafah, dan selalu khilafah. Sekali pun tema yang diangkat adalah sama, tetapi peserta konferensi selalu meningkat dari tahun ke tahun. Ini artinya, ide khilafah semakin diterima masyarakat.
 
Fakta kedua, semakin kokohnya perjuangan. Ini juga tidak akan bisa luput dari pengamatan siapa pun. Bahwa dengan semakin banyaknya peserta berbagai muktamar, telah menunjukkan bahwa perjuangan penegakan khilafah ini semakin mendapatkan dukungan umat. Semakin banyak orang yang mendukung sebuah ide, itu artinya ide itu akan semakin kokoh keberadaannya. Semakin banyak orang yang mendukung perjuangan penegakan khilafah, maka perjuangan tersebut semakin kuat dari waktu ke waktu.

Fakta ketiga, bahwa jumlah kader dakwah untuk perjuangan penegakan khilafah dari tahun ke tahun semakin meningkat. Ini jelas terlihat dari jumlah peserta berbagai macam acara besar yang diselenggarakan Hizbut Tahrir sejak tahun 2000 sampai 2013 ini. Pada Konferensi Khilafah Internasional yang diselenggarakan tahun 2000, Hizbut Tahrir mampu mendatangkan 10.000 peserta dari seluruh pelosok Indonesia. Tujuh tahun berikutnya, pada tahun 2007, Gelora Bung Karno dipenuhi kaum muslimin pejuang syariah dan khilafah sebanyak 100.000 orang. Enam tahun kemudian, pada tahun 2013 ini telah terjadi peningkatan yang signifikan, sekitar lebih dari 250.000 orang telah turut dalam perjuangan penegakan Khilafah Islamiyah. Ini tentu fakta yang tidak bisa kita pungkiri.

Fakta keempat, semakin kuatnya dukungan tehadap Hizbut Tahrir. Sebagaimana kita ketahui, penyelenggara berbagai acara besar yang mengangkat tema sentral tentang khilafah adalah Hizbut Tahrir. Namun sekalipun penyelenggaranya adalah Hizbut Tahrir, tetapi tidak bosan-bosannya umat menghadiri berbagai acara Hizbut Tahrir tersebut. Bahkan tema yang diangkat selalu sama, tetapi umat tidak juga bosan. Justru dengan berbagai acara tersebut, Hizbut Tahrir telah menegaskan kepada umat bahwa khilafah adalah satu-satunya topik yang perlu dibahas untuk mengembalikan kehidupan Islam. Alhamdulillah, umat pun menyambut dengan sambutan yang hangat.

Demikianlah beberapa fakta yang bisa kita lihat dan kita rasakan. Semuanya positif dan progresif. Semuanya menunjukkan kemajuan bukan kemunduran. Umat bukannya semakin tertipu dengan status quo, tetapi umat justru semakin sadar bahwa khilafah satu-satunya solusi. [
Ummu Sarah Laila]

Posting Komentar untuk "4 Fakta Yang Menepis Opini Negatif Seputar Muktamar Khilafah"

close