Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kurikulum “Abal-Abal” Ala Kemendikbud

Belum lama ini pemerintah mengeluarkan kurikulum baru yang lebih kita kenal dengan “Kurikulum 2013”. Para guru dan yang bergerak di bidang pendidikan tidak asing lagi dengan kurikulum baru ini.

Fakta yang terjadi di lapangan justru menyedihkan. Belum lama ini, salah satunya buku paket Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjaskes) untuk kelas XI, yang didalamnya terdapat tema pacaran sehat. Buku yang dikeluarkan oleh pemerintah ini benar-benar mengejutkan, terutama bagi kaum Muslim. 

ilustrasi-kurikulum pendidikan
Ketua MUI bidang pendidikan Anwar Abbas, dilansir Republika mengatakan kurikulum yang dibuat oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan seharusnya memperhatikan keyakinan dan kepercayaan di masyarakat.

Adanya buku yang di dalamnya terdapat tema ‘pacaran sehat’ ini dinilai tidak memberikan pendidikan bagi remaja atau siswa SMA yang ada.

Sungguh miris, melihat kurikulum pendidikan yang ada di Indonesia saat ini

Seharusnya Kemendikbud meneliti lebih dalam satu persatu materi dalam kurikulum pendidikan. Bagaimanapun pemerintah harus tahu, Islam tidak pernah mengajarkan dan membolehkan pacaran. Juga Islam tak mengenal istilah pacaran sehat. Pacaran yang sehat saja tidak ada, apalagi yang tidak sehat.

Dengan memberikan istilah itu, Kemendikbud seolah melegalkan hubungan lawan jenis, yang itu dilarang oleh Islam sebelum resmi menjadi suami-istri.

Semoga pemerintah lebih peka urusan-urusan seperti ini.  [Siti Napsiah, SEI (Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Hamfara)]


[Baca Juga Ini : Direktur PIMPIN: “Buku Pacaran Sehat Cerminan Sekularisasi Pendidikan”]

Posting Komentar untuk "Kurikulum “Abal-Abal” Ala Kemendikbud"

close