Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Bermimpi Mendapatkan Semua Hak Tanpa Khalifah Yang Adil


Situs Aljazeera Net mempubikasikan berita berjudul: “Batas waktu untuk penyelidikan terkait serangan gas beracun di Suriah.” Dalam berita itu dikatakan: “… Dewan Keamanan PBB memberi batas waktu kepada komisi penyelidikan internasional lima minggu tambahan untuk menyelesaikan laporannya terkait penentuan pihak yang bertanggung jawab atas serangan gas beracun di Suriah. Sementara Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Perancis, Inggris dan lain-lainnya menuntut untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.”

Rencananya komisi akan menyerahkan laporannya minggu ini. Hanya saja Dewan Keamanan memberitahu bahwa mereka membutuhkan lebih banyak waktu, dan ingin menunda batas waktu sampai tanggal 21 Oktober.

Di sisi lain, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Estefan Dogrec mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jum’at bahwa keputusan Dewan untuk memperpanjang kerja komisi ini adalah “untuk jangka waktu yang singkat dan untuk keadaan luar biasa agar memungkinkan bagi penyelesaian laporannya yang keempat.”

Sedang Perancis, Inggris dan negara-negara lainnya di Dewan menginginkan PBB untuk mengambil tindakan setelah menerima laporan berikutnya, yang merupakan laporan keempat dari Komisi Penyelidikan.”

*** *** ***

Seperti diketahui bahwa serangan kimia di Ghouta adalah pembantaian yang terjadi di Ghouta, wilayah timur Damaskus, pada tanggal 21 Agustus 2013, sehingga 355 orang merenggang nyawa (menurut laporan Dokter Lintas Batas) di antara penduduk daerah itu karena menghirup gas beracun yang dihasilkan dari serangan gas syaraf. Insiden serangan itu terjadi tiga hari setelah kedatangan misi pengawas internasional ke Damaskus. Rezim dan pejuang revolusi saling melontar tuduhan yang bertanggung jawab atas pembantaian itu. Begitu juga kekuatan Arab dan Barat meminta untuk menyelidiki insiden ini di Dewan Keamanan.

Mungkin kita ingat reaksi internasional dan Arab terhadap kejahatan keji ini, di mana juru bicara Sekretaris Jenderal PBB merasa sangat tertegun, Gedung Putih menyatakan prihatin, Uni Eropa menyerukan penyelidikan, sementara Turki menuntut untuk mengumumkan hasil penyelidikan … juga berbagai reaksi lainnya yang menunjukkan dan menegaskan bahwa kita diuji dengan para pemimpin yang tidak bisa diharapkan dan diandalkan.

Sungguh, kejahatan ini bukan yang pertama dan bukan yang terakhir dari rangkaian kejahatan yang dilakukan terhadap warga sipil tak bersenjata. Berapa banyak kita mendengar kasus pembunuhan massal, pengusiran, pemerkosaan dan penyiksaan yang diderita oleh rakyat Suriah … Kejahatan itu sudah berlangsung hampir tiga tahun, namun tanpa hasil apapun, justru yang ada penundaan dan perpanjangan waktu penyelidikan.

Seperti yang telah dikatakan, bahwa siapa yang aman dari hukuman orang yang berbudi pekerti buruk … Sungguh, berbagai serangan yang dilakukan terhadap rakyat Suriah dan Muslim di berbagai tempat ini tidak akan pernah berhenti kecuali dengan kembalinya Khalifah Rasyidah yang menerapkan hukum-hukum Allah, serta melindungi Islam dan kaum Muslim, bagaimana tidak bahwa Rasulullah saw telah menyebutkan keberadaan Khalifah sebagai junnah (perisai), yang mencegah para musuh dari menyakiti kaum Muslim, mencegah manusia dari satu sama lain saling menzalimi, melindungi tanah air Islam, melindungi manusia dan mereka takut akan wibawanya.

Kami memohon kepada Allah SWT untuk memberi kami kemenangan dan kekuatan, serta melindungi Islam dan kaum Muslim di mana saja berada. Allahlah pemilik semua itu, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [Afra’ Turab]

Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 26/9/2016.

Posting Komentar untuk "Jangan Bermimpi Mendapatkan Semua Hak Tanpa Khalifah Yang Adil"

close