Restropeksi Pilgub DKI 2017: Wahai Kaum Muslim, Jangan Lupa...


Oleh : Abu Zaid 
(Syabab Hizbut Tahrir Indonesia)

"Yang terima kasih sama saya banyak, kok. Kita tunggu saja 15 Februari, banyak yang menangis apa banyak yang ketawa," ujar Ahok. (https://m.detik.com/news/berita/d-3396530/ahok-tunggu-saja-15-februari-banyak-yang-menangis-atau-tertawa)

Masyarakat telah begitu marah dengan pelecehan al Qur’an yang dilakukan orang-orang kafir di berbagai penjuru bumi, adapun aksi 411 dan 212 adalah termasuk dentuman ekspresi kemarahan dan tuntutan untuk tegaknya keadilan bagi pelaku penista al qur’an. Di Jakarta masih ada orang-orang yang mendengarkan kebenaran dan mata mereka berlinang air mata karena kesedihan, mereka mendengarkan perkataan dan mengikuti yang terbaik. Merekalah yang kami harapkan. Masyarakat sangat mencintai Islam dan telah membela dan mempertahankannya selama lebih dari seribu tahun. 

Namun dengan hukum-hukum kolonial, para penjajah menipu masyarakat berkaitan dengan identitas dan nilai-nilai mereka. Mereka mensuport dan mempromosikan liberalisme dan nilai-nilai barat yang rusak. Di Ibukota justru membuka seluas-luasnya untuk kedutaan Amerika. Pribadi-pribadi yang rusak, perusahaan-perusahaan multi nasional dan organisasi-organisasi kultural bergerak menyerang nilai-nilai dan konsepsi-konsepsi Islam. Dan ketika masyarakat menentang kerusakan itu, Rezim penguasa justru makin berlebihan dalam mempromosikan konsepsi-konsepsi barat yang rusak dengan mencampur kebenaran dengan kebatilan.

Menyoal hiruk pikuk Pilgub DKI 2017, tak ada keraguan bagi umat Islam untuk menolak penguasa kafir termasuk menolak memberikan jalan kepada kaum kafir untuk menguasai kaum Muslim. Banyak ayat al-Quran yang menjelaskan keharaman mengangkat orang kafir sebagai pemimpin kaum Muslim. yang dibutuhkan umat Islam sekarang bukan hanya pemimpin Muslim adil yang memiliki personalitas dan integritas yang baik, tetapi juga sistem politik dan hukum yang bersumber dari al-Quran dan as-Sunnah, yakni Khilafah Islamiyah yang menerapkan syariah. Dan Hizbut Tahrir Indonesia pernah menyebarkan seruan terbuka itu ke masyarakat melalui buletin jum’at ‘Pemimpin Kafir Haram!’ di berbagai penjuru daerah untuk menyadarakan kaum muslim.

Sungguh jika Anda memperhatikan dan berpikir tentang realita aktivitas-aktivitas penguasa yang buruk, maka Anda akan memahami bahwa penguasa yang menipu rakyatnya dan yang tidak bekerja memelihara urusan-urusan rakyat mereka dengan apa yang dikehendaki oleh Allah, maka penguasa yang demikian tidak akan masuk surga dan tidak akan bisa mencium baunya. Imam Bukhari meriwayatkan dari Rasulullah saw:

« مَا مِنْ وَالٍ يَلِي رَعِيَّةً مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَيَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لَهُمْ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ »

Tidak ada seorang penguasa yang mengurusi urusan rakyat diantara kaum muslim lalu ia mati sementara ia menipu rakyat kecuali Allah mengharamkan baginya surga.

Pemerintahan sekular ini tidak memperhatikan urusan Islam dan tidak mempedulikan para ulama. Pemerintah ini hanya mencari fatwa yang dimintanya agar dikeluarkan oleh ulama untuk mengikuti hawa nafsu dan kepentingan penjajah. Karena itu, kami menyeru penguasa untuk bertobat kepada Allah dengan mencampakkan hukum kufur dan berhenti menyakiti masyarakat. Jika umat berpegang teguh pada al Qur’an dan As Sunnah dalam urusan politiknya, niscaya umat ini bisa menghadapi penjajah asing.

Kepada warga Jakarta, wilayah yang baik dan bersih yang menjadi mercusuar dakwah Islam dan kaum muslimin. Kepada para ulama, intelektual dan politisi Jakarta, dan diantara mereka yang jujur dan mengikhlaskan ketaatan dalam agama dan keimanannya, maka sistem politik Islam adalah sistem yang terbaik untuk mengatur warga Jakarta. Demokrasilah biang kerusakan moral, politik, ekonomi Jakarta. Demokrasi merupakan alat penjajahan politik dan ekonomi dari Barat, hingga efeknya umat Islam tak punya pilihan kecuali sekedar calon-calon pemimpin yang tidak sudi untuk menerapkan syariah secara paripurna. 

Para ulama yang ikhlas, hendaknya tidak turut berpartisipasi di dalam kejahatan Barat dan antek-anteknya, tidak membantu mereka dan membantu kaum kafir untuk menguasai kaum muslim dan melanggar kehormatan umat Islam dengan alasan fatwa Anda. Hendaknya fatwa dan nasehat itu digunakan untuk mengoreksi kezaliman dan niat jahat setiap penguasa yang berkhianat pada umat. Dan para ulama sejatinya telah memahami bahwa Anda harus mengeluarkan fatwa akan wajibnya mengusir dominasi asing dari bumi nusantara yang bersih ini, dan mengeluarkan fatwa akan wajibnya menerapkan sistem Islam secara kaffah dan mengangkat pemimpin muslim yang adil, termasuk menghidupkan harapan pada diri umat seluruhnya akan kembalinya daulah al-Khilafah. [VM]
loading...

Belum ada Komentar untuk "Restropeksi Pilgub DKI 2017: Wahai Kaum Muslim, Jangan Lupa... "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel