Kerusakan Akidah; Buah Malapetaka Runtuhnya Khilafah

Ustadz Nasaruddin Linggi Allo (Dai) [Foto : Dakwah Sulsel]
VisiMuslim - Dai muda asal tanah Toraja, ust Nashruddin Linggi Allo memandang keruntuhan khilafah, sebagai momen memilukan bagi umat Islam. Bagaimana tidak, kehidupan umat islam di buat porak poranda akibat eksisnya sistem kufur di tengah-tengah mereka.

"Setelah khilafah runtuh yang terjadi adalah kerusakan akidah. umat Islam tidak bisa menerapkan Islam secara total padahal itu tuntutan keimanan mereka." Jelas ust. Nashruddin.

Ketika Islam ingin di terapkan secara total, kata nya lagi, upaya tersebut di tuding memecah belah umat. Toleransi mengemuka salah kaprah. Menumbuh suburkan ide kebebasan beragama. Ajaran sesat marak di tengah umat bahkan memunculkan kelompok-kelompok yang memperlakukan islam se-enak hatinya.

Dan yang paling mencengangkan, tutur ust. Nashruddin, muncul kesepakan agar tidak menyebut kafir kepada orang di luar Islam karena hal tersebut masuk dalam kategori kekerasan teologis. Padahal peristilahan kafir itu sesungguhnya mengarah pada persoalan aqidah. 

Bulan Rajab, bagi mubaligh kota Makassar ini, selain mengenang isra' mi'raj nabi, ada ingatan yang juga tak kalah pentingnya. Di tegaskan nya kembali bahwa Pada 28 Rajab 1342 H atau 3 Maret 1924, hilang lah pengayom umat Islam, institusi pemersatu umat yakni khilafah. 

Sejak itu, kemuliaan umat tercabik-cabik. Penyakit wahn menjangkiti umat yang mulia ini. Ide sekularisme atau pemisahan agama dari kehidupan, bahkan menjadi standar hidup mereka.

"Memang benar, Islam mengatur masalah spritual tetapi tidak hanya itu." Seru ust. Nashruddin.

Islam, kata beliau, juga mengatur urusan sosial, ekonomi, politik maupun budaya. Sehingga, ketika Islam tidak di terapkan maka sistem lain pun mengatur umat ini. 

Politik menjadi politik transaksional dan membebek pada kehendak pemilik modal. Pendidikan kita di warnai oleh tiga keadaan: pergaulan bebas, narkoba dan tawuran.

Ketika umat menuntut pemimpinnya campur tangan dalam persoalan muslim Uighur, Rohingya, Palestina, maupun Suriah, tidak bisa di penuhi karena hal itu merupakan persoalan negara luar selain tentu saja penguasa kafir barat tidak merestui upaya tersebut. Tetapi ketika urusan dalam negeri semisal pembebasan ulama kharismatik yang bahkan telah di umumkan rencana pembebasannya oleh presiden, tetap saja batal sebab campur tangan para penguasa kafir barat. 

"Campur tangan negara kafir sesungguhnya bentuk standar ganda mereka!" Pekiknya. [vm]

Belum ada Komentar untuk "Kerusakan Akidah; Buah Malapetaka Runtuhnya Khilafah"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...