4 Maret, Hari Pertama Ummat Kehilangan Institusi Pemersatunya

Ustadz DR Hakim (Dai) [Foto : Dakwah Sulsel]
VisiMuslim - "Kenapa di sebut sebagai Khulafaur Rasyidin? Karena mereka inilah yang menggantikan posisi nabi sebagai pemimpin dalam menerapkan syariat." Pekik ustadz Hakim lewat orasinya di masjid At-Taqwa pada tabligh Akbar mengenang runtuhnya institusi pemersatu ummat; khilafah, 3 Maret 1924.

Lebih lanjut di terangkan oleh ust. Hakim, posisi khalifah ini tentu bukan dalam konteks sebagai Nabi, tapi kepemimpinan umum dalam rangka menerapkan hukum-hukum Allah di muka bumi dan di sebarkan ke seluruh dunia melalui dakwah dan jihad.

Dalam sejarah, rentetan kegemilangan khilafah pasca wafatnya nabi melintasi era Khulafaur Rasyidin, Bani Umayyah hingga Bani Utsmaniyah.

Di sebutkan Ust Hakim dalam narasi dan orasinya, Berakhirnya era Khulafaur Rasyidin di lanjutkan oleh khilafah bani Umayyah. Masa ini adalah masa keemasan. Kaum muslimin berhasil mencapai daratan cina. Bahkan Sa'ad bin Abi waqqash membangun masjid di sana. Khalifah Umar bin Abdul Aziz di masa ini adalah salah satu yang terkenal. Di masanya, fakir miskin bahkan tidak ada lagi yang mau menerima zakat. Betapa makmur nya khilafah yang di pimpin oleh Umar bin Abdul Aziz ini.

Di masa khilafah Bani umayyah, lanjut ust. Hakim, ada Khalifah Abdul Malik bin Marwan yang menciptakan mata uang bertuliskan kalimat tauhid di sisinya. Beliau juga menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi bagi penduduk khilafah. Saat itu juga di bangun rumah sakit yang pertama dalam Islam. Para pasien yang telah sembuh, pulang tanpa beban pembiayaan karena telah di tanggung oleh negara.

Kekuasaan khilafah berlanjut di masa Abbasiyah. Inilah era puncak keemasan atau yang sering kita kenal dengan the golden age.

"Disini kekuasaan Islam meliputi 2/3 dunia. Di masa ini lahir para imam Mazhab dan para ilmuan terkemuka." Jelas ustadz Hakim.

Para penghapal Qur'an di beri imbalan 1000 Dinar atau setara 2 milyar rupiah. Ulama yang menulis kitab akan di ganjar hadiah emas sesuai berat bukunya.

Kekhilafahan berlanjut di masa bani Utsmaniyah. Khalifah yang menonjol di era ini salah satunya adalah Sulaiman Al Qonuni.

Tapi kemunduran tak pelak menghampiri masa kedigdayaan ini. Ust Hakim menyebutkan, musuh-musuh Islam mulai menggerogoti kemuliaan kaum muslimin. Di buatlah universitas di Beirut, tempat agen barat mencekik para akademisi muslim dengan pemahaman sekulerisme. Bahkan di masa Sultan Abdul Majid, Mustafa kemal Attaturk melepaskan seluruh jabatan kekhilafahan secara total. Bahasa Arab di hilangkan termasuk lafadz azan di ganti ke bahasa turki, pakaian syar'i di lepaskan dan Mustafa menginspirasi gubernur-gubernur di wilayah lain, untuk memerdekakan diri. Tepat 3 maret 1924, khilafah di hancurkan.

" Sultan Abdul Madjid di asingkan dan tanggal 4 Maret menjadi hari pertama hilangnya institusi pemersatu ummat! " Pekik ustadz hakim.

‌hancurnya Islam, kata beliau, di sebabkan kemaksiatan kepada Allah. Karena kunci kemenangan kaum muslimin adalah ketika mereka bersungguh-sungguh menerapkan peraturan Allah. Jika kaum muslimin ingin bangkit, maka mereka harus menanamkan Islam di diri mereka dan menerapkan Islam sebagai solusi kehidupan masyarakat.

" 3 Maret 1924 ini mengingatkan kita, bahwa kaum muslimin pernah memiliki masa kejayaan itu." Tutup beliau. [vm]

Belum ada Komentar untuk "4 Maret, Hari Pertama Ummat Kehilangan Institusi Pemersatunya"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...