Umat Tanpa Khilafah, Bagaikan Ayam Kehilangan Induknya


Oleh : Diah Ayu – Aktivis Dakwah Palembang

Tanggal 3 Maret mungkin sudah lewat, namun tak banyak umat muslim yang tau ada sejarah penting yang terjadi pada tanggal dan bulan tersebut, tepatnya pada tahun 1924. Sekitar 95 tahun yang lalu umat Islam telah kehilangan perisai mereka, induk mereka serta pelindung mereka, yaitu Daulah Khilafah. Ini bukan hanya bencana yang meyisakan banyak korban namun juga malapetaka hancurnya tatanan kehidupan umat Islam.

Semua ini akibat ulah dari tangan Mustafa Kemal Atartuk, antek barat keturunan yahudi yang lahir di Salanik atau Salonika (1880 M / 1296 H). Bencinya dia pada bangsa Arab, bukan tanpa alasan, tapi karena memang darah yang mengalir ditubuhnya adalah Yahudi tulen. Yahudi Daunamah sebutannya yaitu kaum yahudi yang berpura – pura memeluk agama Islam, dan dia adalah orang yang paling bertanggung jawab atas runtuhnya Khilafah Islamiyah.

Dari sinilah, awal mula umat Islam dijauhkan dari ajaran agamanya sendiri. Semangat jihad dari kaum muslim sudah mulai luntur, umat Islam tanpa khilafah bagaikan anak ayam kehilangan induknya dimana mereka terpecah belah menjadi negara – negara kecil dan dipimpin oleh penguasa - penguasa yang zhalim, kekayaan alam mereka dikuasai oleh para kapitalis dan antek penguasa, bahkan harga diri umat muslim di cabik – cabik oleh orang – orang kafir. Bukan hanya itu, umat Islam secara perlahan meninggalkan bahasa arab dan menutup pintu ijtihad, akibatnya hukum Islam hanya diambil dari catatan – catatan para  mujtahid terdahulu, sehingga tidak melakukan penggalian hukum apabila terjadi masalah yang baru.

Hilangnya sistem khilafah sama dengan hilangnya sebuah sistem perabadan Islam yang menyatukan dunia Islam dibawah satu kepemimpinan berlandaskan syariat Islam. Hilangnya khilafah juga berarti hilangnya negara Islam. Namun, Allah swt telah berjanji bahwa Islam akan kembali memimpin dunia seperti 13 abad silam. Didalam Al Quran surah An Nur ayat 55 Allah swt berfirman :

“Allah telah berjanji kepada orang – orang diantara kamu yang beriman dan mengerjakan  kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang – orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridhoi. Dan Dia benar – benar mengubah (keadaan) mereka, setalah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barangsiapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang – orang yang fasik.” (QS An-Nur 24: 55)

Akan kembalinya khilafah memang sudah diketahui oleh orang – orang kafir. Mereka melakukan berbagai macam upaya untuk menghalangi tegaknya syariah Islam dengan menyuntikkan Islam phobia dibenak kaum muslim, membuat framing jahat bahwa khilafah akan memecah belah NKRI, serta mengecap orang – orang yang memperjuangkannya dengan istilah ‘Radikal’. Namun hal itu tidak menyurutkan para pejuang Islam untuk terus mendakwahkan ajaran Islam terutama Khilafah, karena janji Allah itu pasti. Menghalangi tegaknya Khilafah sama saja dengan menghalangi terbitnya sinar mentari, karena Khilafah pasti akan tegak kembali menguasai dunia seperti masa Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin. [vm]

Belum ada Komentar untuk "Umat Tanpa Khilafah, Bagaikan Ayam Kehilangan Induknya"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...