AS Klaim Tak Mencuri Minyak Suriah

Pasukan AS yang berada di Suriah terus melakukan patroli di ladang-ladang minyak agar tidak dimanfaatkan oleh militan ISIS, Senin (28/10).
VisiMuslim - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon), Kamis (07/11/2019), menolak dituduh mencuri minyak Suriah. Meskipun AS telah mengirim tambahan tentara untuk melindungi ladang minyak di negara konflik itu.

“Amerika Serikat tidak mendapat manfaat dari semua ini. Manfaatnya adalah untuk Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang bersama dengan kekuatan Barat berpartisipasi dalam perang melawan ISIS,” kata juru bicara Pentagon, Jonathan Hoffman mengatakan, seperti dilansir AFP.

Ia menjelaskan bahwa tujuannya memberi orang-orang Kurdi di wilayah itu, SDF , sumber pemasukan dan kemungkinan memperkuat kampanye militer mereka melawan ISIS.

“Oleh karena itu, kami berusaha untuk menutup akses ISIS ke ladang-ladang minyak dan juga untuk memberikan kontrol kepada Kurdi dan SDF,” imbuhnya.

ISIS memompa 45.000 barel per hari (bph) saat menguasai ladang minyak di Suriah dan Irak pada tahun 2015. Penjualan minyak itu memberikan ISIS pemasukan 1,5 juta dolar sehari untuk membiayai operasinya, menurut Kepala Staf Angkatan Darat AS William Byrne.

“Kami tidak akan membiarkan ini diulang,” katanya.

Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, pekan lalu menuduh Amerika Serikat menyelundupkan minyak dari Suriah senilai $30 juta setiap bulan. Ia mengatakan kepada wartawan bahwa Washington tidak berniat meninggalkannya (ladang minyak timur laut Suriah) dalam waktu dekat. Ia menganggap tindakan militer AS tersebut “ilegal”.

Setelah menarik pasukan AS dari timur laut Suriah pada 6 Oktober, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa “sejumlah kecil tentara AS” akan tetap di Suriah, “di daerah-daerah di mana ada minyak.”

Laporan AFP sebelumnya menyebutkan bahwa jumlah tentara AS di Suriah tidak berkurang meski Trump mengumumkan penarikan. [www.visimuslim.org]

Sumber: AFP

Belum ada Komentar untuk "AS Klaim Tak Mencuri Minyak Suriah"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...