Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tabligh Akbar dan Refleksi Tahun 2019, Gunug Kidul, Yogyakarta


Gunungkidul-Visi Muslim- Ahad, 29 Desember 2019. Takmir masjid Hajjah hawa mengadakan pengajian Akbar dalam rangka muhasabah akhir tahun dengan pembicaraan Al-Mukaram Kyai Muhammad ja'far. beliau adalah pendakwah dari Papua kelahiran  Gunungkidul.  Pengajian yang dihadiri sekitar  _/+ 400 jamaah juga di siarakan secara live via Facebook.

Pengajian Akbar yang dimulai tepat pukul  20.00 WiB ini mengambil tema kembali kepada Hukum Allah SWT. Dengan sususan acara sebagai berikut
1.Pembukaan
2.Gema Wahyu illahi oleh M. Asyrof Taufiqurrahman.
3.Sambutan takmir di sampaikan oleh Bapak Kusnanto
4.Acara inti pengajian oleh Al mukaram kyai Muhammad ja'far.
5.Doa dan penutup

Dalam ramah tamah ta' ruf dengan jama'ah, Al Mukaram Kyai Muhammad ja'far menekankan pentingnya menjalin ukhuwah sebab akhir - akhir ini umat Islam bercerai - berai dan mudah diadu domba. Dan semoga kehadirannya dari sorong Papua ke Gunungkidul membawa kebarokahan bagi umat Islam di lingkungan masjid khususnya.

Selanjutnya dalam paparan materinya beliau  menyampaikan bagaimana pentingnya muhasabah. Di mana muhasabah itu ibarat bercermin. Bercermin memperhatikan apa yang ada pada dirinya sudah pantas  disebut sebagai seorang muslim, Baik ucapan maupun perilakunya.

muhasabah diri, apakah dalam satu tahun kebelakang sudah sesuai dengan Allah SWT atau belum. Kareana hal ini sangatlah  penting diperhatikan sebagai pemantik untuk taat kepada Allah SWT.  Dan seperti apa Yang kita ketahui bahwa dalam satu tahun kebelakang kondisi umat Islam  dalam kondisi keterbelakangan disegala bidang diantaranya Krisis ekonomi, politik, moral dan sebagainya

Berbagai krisis yang terjadi di negeri ini  disebabkan karena aturan Allah SWT di abaikan. Meninggalkan bahkan menganggap hukum Allah sudah tidak berlaku di zaman millenial. Negeri ini malah lebih menyukai dan menggunkan hukum buatan manusia. Seharusnya sebagai seorang muslim wajib  menjalankan aturan Allah SWT. 

Kyai Muhammad ja'far juga memperjelas bahwa  penyebab utama umat islam meninggalkan aturan Allah SWT  karena aqidahnya yang rusak. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam  surat
Ibrahim ayat 24.

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ اَصْلُهَا ثَابِتٌ وَّفَرْعُهَا فِى السَّمَاۤءِۙ

"Tidakkah kamu memperhatikan bagai-mana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit,"

Menurutnya, Allah SWT menyindir mengapa manusia    tidak  mengerti tentang kalimat perumpamaan thoyyibah yang terdapat dalam surat Ibrahim di atas.

Di mana Allah SWT Mempermisalkan kaliamat thoyibah seperti pohon yang sehat. Tentunya pohon yang sehat mempunyai Akar yang kuat. Dan akar yang kuat tersebut adalah kalimat thoyibah yang berbunyi  laa illa ha illallah muhammadurosullah.
Yang artinya hanya menyandarkan segala sesuatu itu kepada Allah SWT semata.

Namun anehnya manusia lebih membuat  tuhan- Tuhan tandingan  seperti harta, jabatan dan kemewahan lainya bahkan manusia lebih menuruti Tuhan tandingan tersebut. Akhirnya negeri ini banyak dirundung masalah yang tak ada ujung penyelesaian nya. mereka beramai - ramai korupsi, menjarah harta rakyat padahal kehidupan mereka lebih dari cukup dibandingkan dengan rakyat kecil yang kadang sehari hari belum pasti apa yang akan dimakanya.

Olehkarenanya, menjadi tugas pengemban dakwah untuk mencerahkan kembali tentang apa yang sedang di alami umat islam saat. Bagaimana kita bisa meyakinkan 100% bahwa Allah itu memang Tuhan kita dan dan syariat Islam sebagai satu - satunya hukum untuk menyelesaikan  semua problematika umat.

Seperti apa yang saya jelaskan ( menurut kyai Muhammad ja'far)  ketika Allah SWT mempunyai Atauran agar kehidupan manusia makmur, sejahtera dan baik baik.maka Allah tunjuk sebagai wakil yaitu Muhammad Saw. Di mana Allah SWT memberi kepercayaan penuh kepada utusanya yaitu Muhammad Saw untuk menyampaikan risalahNYA kepada seluruh umat manusia.

Sudah barang tentu bahwa Muhammad SAW banyak jasa dan pengorbanan maka sepantasnya manusia mencintai Beliau. Konsekuensi mencinta Utusan Allah  maka wajib mengikuti apa yang dibawa Rosululloh SAW. Apa yang dibawa rosul seperti Al Qur'an dan Al hadist wajib dijaga, memuliakan dan menjalankannya secara kaffah.

Di akhir tausyiahnya  beliau menegaskan kembali bahwa semua permasalahan yang ada  didunia solusinya hanya kembali kepada Atauran Allah SWT atau kembali kepada Al Qur'an dan Al hadits. Rosululloh SAW. Dengannya kehidupan ini menjadi rahmatan Lil Alamin seperti yang Allah SWT kehendaaki. [www.visimuslim.orgRep: M. Azzam Al  Fatih




Posting Komentar untuk "Tabligh Akbar dan Refleksi Tahun 2019, Gunug Kidul, Yogyakarta "