Solusi Tuntas Islam dalam Mencegah Bunuh Diri Karena Depresi


Oleh: Rizki Wulandari, S.P (Aktivis Muslimah dari Lubuklinggau)

LINGGAUPOS.CO.ID – Seorang ibu di Jalan Cempaka Kelurahan B Srikaton Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas, Lestari, menemukan anak bujangnya HS (28) tewas gantung diri.

Kejadiannya Sabtu (22/2/2020) sekitar pukul 16.00 WIB. Korban ditemukan gantung diri di kamar mandi, menggunakan seutas tali.
Mengenai penyebab korban gantung diri, Kapolsek menjelaskan masih dalam penyelidikan. Sementara jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka, dan rencana dimakamkan.

Kasus bunuh diri marak terjadi di negeri ini, setidaknya setiap satu jam terdapat satu orang Indonesia yang melakukan bunuh diri. Demikian menurut catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merujuk data mutakhir yang diperbaharui 1 Mei 2018. Angka ini menempatkan Indonesia pada posisi 103 dari 183 negara dan sembilan di ASEAN.

Pada 2016, catatan terakhir data yang dipunya WHO, angka bunuh diri di Indonesia diestimasi 3,4 kasus per 100.000 penduduk. 

Merujuk analisis berita dari beragam kanal yang dilakukan tim jurnalis data Beritagar.id, terdapat 302 kasus sejak Januari hingga September 2019. Kasus bunuh diri paling tinggi pada bulan Januari dan Februari yakni 55 kasus.

Maraknya kasus bunuh diri ini memang banyak penyebabnya seperti; konsumsi alkohol yang berlebihan atau masalah pribadi misalnya masalah percintaan. Akan tetapi menurut para ahli, hal yang melatarbelakanginya sebagian besar adalah karena gangguan kejiwaan/depresi akibat tekanan ekonomi, broken home, bullying, tekanan kerja, perceraian atau hal lainnya.(Detikhealth,2019).

Sejalan dengan faktor diatas fenomena bunuh diri juga tidak luput dari penerapan sistem kapitalisme sekuler yang saat ini diterapkan di negeri ini. Bagaimana tidak, keberadaan sistem ini secara tidak langsung telah mengajarkan rakyat memiliki mental lemah sehingga sangat rentan menjadi depresi ketika berhadapan dengan beban hidup yang semakin berat, sementara kemampuan menanggung beban makin kecil, maka sangat wajar bunuh diri dijadikan sebagai solusi pintas dalam menyelesaikan masalah yang membebani.

Sistem kapitalisme sekuler juga menyebab negara abai terhadap beban permasalahan rakyatnya, menganggap bahwa rakyat bertanggungjawab sendiri atas masalah yang diterimanya, lebih parahnya tak jarang justru negaralah yang  membuat tingkat depresi rakyat semakin meningkat akibat dari kebijakan yang diterapkannya.
Seyogyanya negara melalui pemimpinnya memiliki kewajiban untuk membantu  mengurusi kebutuhan rakyatnya,
Rasulullah saw. bersabda, ”Pemimpin manusia (kepala Negara) adalah pemelihara dan pengatur urusan (rakyat) dan ia akan diminta pertanggungjawaban atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Selain itu negara juga berkewajiban membina  rakyatnya dengan akidah islam dalam diri setiap individu muslim. Akidah yang benar akan menghasilkan pola pikir dan pola sikap yang benar. Seorang muslim sejati akan mempunyai pola berfikir sesuai dengan pola pikir Islam, dan bertingkah laku sesuai dengan apa yang diatur dalam Islam.

Negara juga berperan dalam menciptakan masyarakat yang tidak individualistik atau tidak peduli dengan masyarakat sekitarnya, mengarahkan masyarakat untuk saling peduli satu sama lain sehingga tercipta masyarakat  dinamis yang dapat meminimalisir keresahan ditengah masyarakat sehingga  depresi dapat ditekan.

Negara juga harus memastikan seluruh rakyatnya mendapatkan hak dan menjalankan kewajiban sesuai dengan aturan aturan Allah. Negaralah yang melindungi nyawa dan harta rakyatnya, sehingga hal-hal yang menimbulkan keresahan dan kegelisahan masyarakat harus dihilangkan.

Dan peran negara seperti ini hanya akan kita temukan dalam negara yang menerapkan sistem islam secara kaffah.
Wallahualam bi shahwab. []

Belum ada Komentar untuk "Solusi Tuntas Islam dalam Mencegah Bunuh Diri Karena Depresi"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...