Belanda Perintahkan Karantina, Warga Malah Antre Beli Ganja



Amsterdam-VisiMuslim- Belanda mencatat angka kasus virus corona kian bertambah di negara itu.

Institut Nasional untuk Kesehatan Publik (RIVM) Belanda mencatat adanya 278 kasus baru sehingga jumlah penderita kini sudah mencapai 1.413 kasus.

"Jumlah kematian naik empat orang menjadi 24 jiwa," ujar RIVM, Senin (16/3).

Pada Minggu (15/3) pemerintah telah memberlakukan isolasi dan pembatasan kegiatan publik untuk pencegahan wabah virus corona (Covid-19).

Warga pun serentak menyerbu pusat perbelanjaan untuk membeli sejumlah kebutuhan selama menjalani masa karantina di kediaman masing-masing.

Kebanyakan mereka menyerbu supermarket dan membeli banyak kebutuhan makanan. Supermarket terlihat sesak oleh antrean.

Namun, ternyata antrean juga terjadi di sejumlah kafe sekaligus penyedia mariyuana atau ganja legal di negara tersebut. Hal ini terjadi terkait kekhawatiran akan adanya penutupan fasilitas publik oleh pemerintahan setempat dalam waktu dekat.

Mariyuana diperbolehkan di Beland selama kepemilikan hanya di bawah 5 gram. Penggunaan di sejumlah fasilitas kafe dan tempat hiburan berizin diperbolehkan oleh pemerintah setempat.

Seorang warga mengatakan ia khawatir akan kehabisan stok mariyuana selama masa karantina, atau kemungkinan toko itu tutup selama masa pembatasan berlaku.

"Untuk sekiranya dua bulan ke depan kami mungkin tidak dapat memperoleh mariyuana, sehingga saya ikut mengantre untuk memiliki persediaan di rumah," katanya, melansir dari France24.

Antrean mariyuana ini juga diunggah warga ke media sosial.

Menteri Kesehatan Bruno Bruins mengeluarkan anjuran untuk tidak menimbun keperluan apa pun untuk menanggapi wacana pembatasan kegiatan dari pemerintah. Namun warga tetap saja melakukan antrean hingga mengular. [] Rmol

Belum ada Komentar untuk "Belanda Perintahkan Karantina, Warga Malah Antre Beli Ganja"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...