Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kajian Intensif Islam Kaffah, Bengkulu : Ketika Umat Kehilangan Perisai


Bengkulu-VisiMuslim- Pada hari Ahad, 15 Maret 2020 puluhan mahasiswa dan pelajar muslimah Bengkulu mengadakan kajian intensif Islam Kaffah. Peserta terdiri dari kalangan mahasiswa dan pelajar serta intelektual muslimah yang berasal dari berbagai daerah di Kota Bengkulu. Tema yang diangkat berkenaan dengan Perjuangan Syariah dan Khilafah sebagai Perisai Umat. 

Acara dibuka dengan pembukaan oleh MC dan pembacaan ayat Al Qur'an. Sesi penyampaian materi dimulai dengan penayangan video berkenaan dengan keadaan kaum Muslim di India yang mengalami penyiksaan dan penderitaan akibat Islamophobia para Hindu Radikal. Selanjutnya disambut oleh pemateri yang memaparkan penjelasan bahwa sebelum tragedi yang menzalimi Muslim India ini terjadi, pada 11 Desember 2019 rezim penguasa India yang dikuasai oleh Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP), telah mengesahkan Undang-Undang (UU) Amandemen Warga Negara atau Citizenship Amendment Bill yg anti Muslim.

Salah satu isi dari UU tersebut adalah memberikan peluang kepada imigran ilegal non-Muslim dr Afganistan, Bangladesh, & Pakistan utk mendapatkan kewarganegaraan India, sementara yg Muslim tak memperoleh payung hukum yg sama. UU tersebut juga mengharuskan umat Muslim India untuk membuktikan bahwa mereka adalah warga negara India. Dengan itu ada kemungkinan warga Muslim India justru akan kehilangan kewarganegaraan tanpa alasan. Sebaliknya, warga India non-Muslim tidak diwajibkan hal yang sama.

Ditengah pemaparannya, pemateri melontarkan beberapa pertanyaan pada peserta. Atas peristiwa yang tidak berperi tersebut kepada siapa umat Islam harus mencari pembelaan? Kepada siapa darah umat Islam yang tertumpah harus diadukan? Kekuatan seperti apa yang bisa melindungi dengan serius setiap penderitaan dan tetes darah umat Muslim yang tertumpah? Disaat darah kaum muslim India tertumpah, dunia bungkam. Negara mayoritas Muslim yang berasaskan kapitalis-sekuler pun memilih diam tak berkutik. 

Suasana semakin hangat dan haru saat dilanjutkan dengan pemutaran tayangan kedua tentang kisah Khalifah al-Mu'tasim Billah yang menaklukkan kota Amuriyah (di Turki) sekaligus membebaskan seorang muslimah yang ditawan dan dinistakan oleh salah seorang Raja Romawi pada saat itu. 

Pemateri menjelaskan bahwa Khalifah adalah pelindung sejati umat. Imam (Khalifah) adalah perisai. Kaum Muslim diperangi (oleh kaum kafir) dibelakang dia dan dilindungi oleh dirinya. 
Para imam empat mazhab (Imam Abu Hanifah, Malik, Syafii, dan Ahmad) rahimahumullah telah sepakat bahwa Imamah (Khilafah) itu fardhu. Para sahabat juga telah berijma’ bahwa mengangkat Imam setelah berakhirnya zaman kenabian adalah wajib, bahkan mereka menjadikannya kewajiban paling penting karena mereka menyibukkan diri dengannya dengan menunda penguburan Rasulullah. 

Masuk pada sesi tanya jawab. Pada saat sesi tanya jawab luar biasa tanggapan dan pertanyaan dari peserta. Materi yang disampaikan langsung disambut dengan antusias oleh peserta dengan pertanyaan yg dilontarkan pada pemateri yang menanyakan bagaimana langkah kita dalam segera mewujudkan kembali sistem pemerintahan Islam (Khilafah) agar dapat menjadi solusi tuntas untuk menyudahi penderitaan dan penyiksaan terhadap kaum muslim. 

Pemateri menjawab dengan jelas dan lugas bahwa metode yang harus kita lakukan adalah sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah dalam menerapkan Islam sebagai sistem kehidupan. Sebab Islam adalah agama yang sempurna bukan hanya merupakan suatu akidah tapi juga mempunyai peraturan dalam mengatur kehidupan.

Persoalan muslim India, Paslestin, Uyghur, dan Rohingya bukanlah sekedar permasalahan cabang yang dapat diselesaikan dengan solusi yang pragmatis. Ini masalah yang sistemik. Oleh sebab itu butuh penyelesaian yg juga berakar pada penerapan sistem yang benar yang akan melahirkan pemimpin yang benar-benar menjalankan tugasnya untuk mengurus urusan umat dan berada digarda terdepan dalam membela hak-hak kaum Muslim.

Dalam menjalankan metode dakwah seperti yang dicontohkan Rasulullah, muslimah juga memiliki andil yang cukup besar untuk mencerdaskan umat dan membangkitkan taraf berpikir umat akan pentingnya kembali pada kehidupan Islam.

Menyadarkan umat dari pola hidup kapitalis-sekuler menuju kerinduan pada syariah kaffah. Memahamkan umat hanya dengan pemikiran Islam yang shahih, bersinergi dengan berbagai elemen dan jika memungkinkan bergabung dalam barisan dakwah yang kokoh dan rapih agar perjuangan Islam Kaffah lebih kuat dan solid dalam menjemput kembali perisai umat yg telah lama hilang. []

Reportase oleh : Mesi Tri Jayanti

Posting Komentar untuk "Kajian Intensif Islam Kaffah, Bengkulu : Ketika Umat Kehilangan Perisai"