Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Covid-19 Mewabah, Seriuskah Pemerintah?


Oleh : Febri Ayu Irawati (Aktivis Dakwah Kampus di Makassar)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menegaskan dirinya sebagai pemimpin langsung task force atau satuan tugas untuk menangani persebaran virus corona (Covid-19).

Itu disampaikan Presiden saat melakukan jumpa pers kala menginspeksi Bandara Soekarno Hatta sebagai salah satu gerbang Indonesia dengan dunia pada Jumat (13/3) siang.

Namun, sebagai komandan task force corona di Indonesia, penulis ingin Jokowi yang juga kepala negara ini untuk menyampaikan kata 'maaf' kepada seluruh bangsa Indonesia. 

Maaf sekiranya lebih tepat, karena kebijakan yang banyak dikritik terkait corona.

Maaf, karena dirinya, selaku komandan satgas itu telah gagal membendung masuknya corona ke Indonesia dengan cepat dan tepat.

Pernyataan maaf yang harus disampaikan karena risiko merebaknya virus itu ke Indonesia itu sudah diperingatkan pelbagai pihak. Mulai dari pakar medis, media massa, penelitian luar negeri, hingga dan badan kesehatan dunia (WHO)-yang akhirnya menyatakan corona sebagai pandemi pada 11 Maret lalu. (cnnindonesia.com, 15/03/2020).

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyerahkan status darurat di daerahnya kepada kepala daerah. Pasalnya, Jokowi menilai tingkat penyebaran virus corona Covid-19 derajatnya bervariasi di setiap daerah. "Saya minta kepada seluruh gubernur, kepada seluruh bupati, kepada seluruh Walikota untuk terus memonitor kondisi daerah dan terus berkonsultasi dengan pakar untuk menelaah situasi yang ada," kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Minggu (15/1/2020). 

Kendati begitu para kepala tetap diminta untuk berkoordinasi ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menentukannya. Jokowi sendiri telah menunjuk Kepala BNPB Letjen Doni Monardi sebagai Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. "Kemudian juga terus berkonsultasi dengan BNPB untuk menentukan status daerahnya, siaga darurat atau kah tanggap darurat bencana non Alam," ujar Jokowi. Berdasarkan status kedaruratan daerah, pemerintah daerah akan dibantu oleh pihak TNI-Polri serta mendapat dukungan dari pemerintah pusat dalam mengatasi penyebaran dan dampak Covid-19. Dengan begitu, maka dapat ditangani secara efektif. (liputan6.com, 15/03/2020).

Covid-19 atau yang kita kenal dengan virus Corona kini telah menyerang di berbagai negara, tak terkecuali di Indonesia sendiri. Kini data terbaru menyatakan bahwa telah ada Jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Jumlah pasien positif Virus Corona per Jumat (20/3), bertambah menjadi 369 orang. Sebanyak 32 orang di antaranya meninggal dunia, dan 17 orang dinyatakan sembuh. (cnnindonesia.com, 20/03/2020).

Seriuskah Pemerintah?

Saat ini Indonesia menjadi nomor urut ke-1 kasus kematian karena Corona, mengalah Italia yang awalnya berada di urutan pertama. Bukti penguasa tak sigap dalam mengatasi kasus seperti ini. Bukan hanya  karena kurangnya aparat seperti tenaga medis tapi lebih terlihat keragu-raguan pemerintah dalam mengambil keputusan. Jika tidak segera diumumkan untuk melakukan lockdown maka penularan virus Corona ini akan semakin meningkat dan tentunya akan memakan korban yang tidak sedikit. Sedangkan jika nantinya pemerintah memutuskan untuk lockdown  apakah yang akan terjadi pada masyarakat? Apakah mereka akan terpenuhi kebutuhan pangannya selama masa diberlakukan lockdown atau malah sebaliknya masyarakat akan kelaparan, terutamanya masyarakat menengah ke bawah dan masyarakat yang pekerjaannya sebagai buruh harian?. Tentu ini harus menjadi banyak pertimbangan oleh para pemerintah. Tapi sampai saat ini kasus Corona semakin hari semakin meningkat tapi pemerintah belum memiliki solusi sama sekali.

Islam Memberi Solusi

Tentu semua masalah akan ada solusinya, dan bukankah Allah telah memberikan solusi melalui junjungannya Rasulullah SAW dan para sahabatnya dalam menyikapi suatu penyakit. 

Pertama, ketika ada di suatu negara atau daerah yang disana terdapat wabah atau penyakit maka kita diperintahkan untuk tidak memasuki atau mendatangi negara atau daerah tersebut, dan jika kita yang berada di negara atau daerah yang terdapat wabah atau penyakit tersebut maka kita diminta untuk sabar dan terus berdoa serta berikhtiar kepada Allah SWT. Tapi faktanya saat ini, bukan alih-alih melakukan pelarangan WNA untuk datang ke Indonesia dengan menutup jalur masuk dan keluarnya warga negara asing maupun warga negara Indonesia sendiri tapi malah tetap membukanya, seperti video yang viral ketika satu pesawat yang datang di bandara Haluoleo ternyata adalah warga negara dari Cina.  

Kedua, individu harus menjaga diri mereka sendiri, dan mengerti dengan keadaan yaitu dengan menjaga kebersihan seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah, menjaga stamina tubuh, dan lain sebagainya.

Ketiga, memutus kerja sama dengan asing seperti mengirim TKA dan memutus kegiatan impor dari negara yang terjangkiti wabah corona.

Keempat, yang tidak kalah penting adalah untuk terus muhasabah diri akan apa yang telah kita lakukan sehingga Allah menurunkan penyakit ini. Sebab tidak ada penyakit kecuali hanya Allah-lah yang menurunkannya. Kita boleh takut tapi ketakutan kita jangan mengalahkan ketakutan kita kepada Allah namun bukan berarti kita masa bodoh dengan keadaan ini sehingga tidak mau untuk ikhtiar. 


Al Qur’an sudah memperingatkan kita semua :

"Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri , semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh yang demikian itu mudah bagi Allah.  Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan NYA kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri." (QS Al Hadid (57):22-23).

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. (QS Al A’raf(7):96)

Wabah yang ditimpakan Allah kepada kita bisa jadi cara Allah menegur kita semua untuk kembali menerapkan aturannya, karena keputusan pemimpin yang salah bisa berakibat bencana untuk rakyatnya. []

Wallahu a’lam bis shawwab.

Posting Komentar untuk "Covid-19 Mewabah, Seriuskah Pemerintah?"