Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

COVID-19: Switzerland Kasus Positif Corona Mendekati 10,000, dengan Kematian Sekitar 100 Jiwa


Geneva-Visi Muslim- Jumlah kasus infeksi virus corona di Swiss telah meningkat hampir mendekati 10.000 kasus, dengan 103 kematian, kata Menteri Kesehatan negara itu pada hari Rabu, (25/3/2020).

“Jumlah orang yang terinfeksi coronavirus di Swiss sejumlah 9.765 kasus. Kami mendekati puncak kurva, penutupan negara harus dipertahankan,” kata Menteri Kesehatan Alain Berset pada konferensi pers di ibukota Bern.

Dia mengatakan 74.146 tes telah dilakukan dengan hasil negatif, ditambahkan bahwa jumlah tes sekarang mendekati satu per 100 orang, menjadikan Swiss salah satu negara dengan tingkat pengujian tertinggi.

Menteri Kesehatan mengatakan COVID-19 telah menewaskan 60 orang di Ticino, kanton di sebelah Lombardy, wilayah Italia yang paling terpukul oleh wabah itu.

"Kami telah mengamati ada kepatuhan warga untuk tidak berkumpul dalam jumlah banyak," kata Berset.

"Tapi kita harus memastikan bahwa kepatuhan ini tetap berlanjut karena peraturan larangan keluar bagi masyarakat ini masih awal."

Swiss, dengan populasi sekitar 8,6 juta, memiliki salah satu tingkat infeksi tertinggi per satu juta orang, tetapi tingkat kematiannya jauh lebih rendah daripada Italia atau Spanyol, yang memiliki angka kematian tertinggi di dunia.

Pada hari Rabu, pemerintah Swiss memperpanjang pembatasan masuk di seluruh negara bagian Schengen, yang beberapa hari lalu juga telah mengumumkan untuk melakukan pembatasan kontak antara masyarakat sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pekan lalu, Dewan Federal Swiss, badan eksekutif pemerintah, memberlakukan pembatasan masuk melalui darat dan udara dari Italia, Prancis, Jerman, Austria, Spanyol, dan semua negara non-Schengen.

Berset juga mengatakan jika ada perusahaan yang tidak mematuhi instruksi keselamatan maka pemerintah akan menutupnya. [] Gesang

Posting Komentar untuk "COVID-19: Switzerland Kasus Positif Corona Mendekati 10,000, dengan Kematian Sekitar 100 Jiwa"