Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bersama Ramadhan, Kita Ganti Sistem!



Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional & Pemerhati Politik Asal NTT)

Alhamdulillah sungguh beruntung kaum Muslimin yang bisa menikmati bulan suci Ramadhan tahun ini di saat banyak saudara mereka yang telah meninggal dunia sebelum datang bulan suci ini. Selain itu, Sebagaimana sebuah hadis shohih menyatakan bahwa antara satu Ramadhan dan Ramadhan yang lain terdapat penghapusan dosa.

Dalam hadits Shohih Riwayat Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Shalat lima waktu, antara shalat Jum’at ke Shalat Jum’at dan Ramadhan ke Ramadan adalah penghapus dosa diantara keduanya, jika dijauhi dosa-dosa besar” (HR. Muslim)

Namun bukan berarti Ramadhan hanya dinilai semata-mata untuk menghapus semua dosa sebelumnya. Seharusnya bulan mulia ini dianggap sebagai bulan latihan untuk memperbaharui ketakwaan sehingga mampu menghadapi kesebelas bulan selanjutnya. 

Pada bulan mulia ini, pintu neraka ditutup, setan-setan dibelenggu dan pintu ampunan dibukakan seluas-luasnya. Sehingga merugilah orang-orang yang tidak bersungguh-sungguh melaksanakan berbagai ketaatan kepada Allah SWT.

Momentum Ramadhan seharusnya membuat Kaum Muslimin terdepan dalam memberantas kezhaliman dan kemaksiatan. Memang setan dalam bentuk jin telah dibelenggu tapi setan dalam wujud manusia jauh lebih berbahaya lagi.

Yang dihadapi kaum Muslimin saat ini adalah kembalinya masa neo jahiliyah. Yang jauh lebih berbahaya dari masa jahiliyahnya Kaum Kafir Quraisy.

Jika dulu ada bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup. Pada zaman sekarang jauh lebih jahat lagi, belum tahu jenis kelamin si bayi langsung diaborsi. Menurut data aborsi.org ada kasus 2 juta aborsi per tahun. Ini melebihi kasus korban yang tewas karena perang Dunia 1, PD 2, perang Jepang dan Korea.

Prostitusi jaman jahiliyah menggunakan bendera sebagai penarik minat sedangkan zaman sekarang menggunakan sistem online. Wanita siapa saja bisa menjadi korban baik itu anak SMP bahkan hingga artis yang seharusnya sudah makmur.

Korupsi sebuah kejahatan yang tidak ditemukan pada sirah nabawiyah sekarang terjadi semakin menjadi-jadi. Koruptor sekelas BLBI, Jiwasraya, Century dll yang memakan uang rakyat sebanyak lebih dari Rp.3.000 T sampai saat ini belum ditangkap.

Harun Masiku seolah-olah mendapatkan kebebasan karena wabah Corona. Begitu juga dengan dilepaskannya 36.000 napi dari rutan karena wabah Corona seperti melepaskan bangsa Ya'juj dan Ma'juj. Sebagian dari mereka malah melakukan tindakan kriminal yang meresahkan masyarakat.

Jumlah kasus Corona dalam negeri pun semakin bertambah. Sebanyak 7.418 pasien positif Corona, 635 orang meninggal, dan 913 orang sembuh menurut data visimuslim.org (22/04). Banyak kalangan menduga ini dikarenakan ketidakbecusan penguasa dalam melakulan tindakan preventif.

Harusnya pola pikir yang digunakan menggunakan aspek keselamatan umat bukan untuk melanggengkan kepentingan bisnis. Lock Down yang merupakan ajaran Islam seharusnya dilakukan sejak Desember ketika WHO menetapkan status Corona sebagai Darurat Pandemi Dunia.

Maka dengan adanya bulan Suci Ramadhan ini sepatutnya Kaum Muslimin mengmuhasabah diri. Bahwa semua bentuk musibah entah itu bencana fisik atau non fisik adalah akibat tangan perbuatan manusia itu sendiri. Allah SWT menegur kita dengan wabah dan bencana sosial agar kita kembali kepadaNya. 

Mumpung pada Bulan Suci Ramadhan ini semua amal kebaikan dilipatgandakan. Mari kita ganti sistem jahiliyah (sekuler/kapitalisme/komunisme) dengan sistem Islam. Membaca Al Qur'an dan Sholat pahalanya untuk diri sendiri saja dilipatgandakan oleh Allah SWT hingga 70 kali.

Apalagi pahala menegakkan Sistem Islam yang akan menghapus kejahatan  dari jin (setan & manusia) yang akan menjadi amal jariyah bagi Kaum Muslimin. Selain dilipatgandakan 70 kali juga akan mengalir pahalanya dari generasi ke generasi bahkan hingga ke hari kiamat kepada pelaku penegak sistem Islam. 

Diharapkan setelah keluar dari bulan suci Ramadhan Kaum Muslimin menjadi Mukminin, peradaban yang bertakwa. Menjadi penyelamat manusia di dunia dan akhirat. Bukankah kita rindu Allah SWT ridho kepada kita di dunia dan akhirat.[]

Bumi Allah SWT, 23 April 2020

Posting Komentar untuk "Bersama Ramadhan, Kita Ganti Sistem!"