Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Disaat Ojol Kelaparan, Kemana GoJek dan Nadiem Makarim?

Photo:istimewa

Jakarta, VisiMuslim- Nasib pengemudi ojek online (ojol) akhir-akhir ini mendapat perhatian publik, pasalnya dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan di DKI Jakarta justru menurunkan pendapatan mereka karen sepinya orderan.

Dalam kondisi tersebut, aktivis Haris Rusly Moti mengkritik masalah tidak adanya perlindungan dari pemerintah terhadap hajat hidup para ojek online.

"Berkubangan asap dan debu, terancam penyakit paru basah dan TBC. Ojol tak dilindungi negara," dalam cuitannya di akun Twitter, Minggu (19/4/2020).

Haris juga menyoroti pendiri aplikator ojol GoJek, Nadiem Makarim yang saat ini duduk sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

"Ojol antarkan segelintir jadi kaya mendadak, antara si Nadiem yang sok modern jadi Mendikbud," katanya.

"Habis manis sepah dibuang. Kenapa Nadiem dan GoJek tak peduli saat ojol kelaparan terpapar Covid-19?" Tutupnya.

Dalam masa PSBB seluruh warga di DKI Jakarta dihimbau untuk tidak keluar rumah jika memang tidak dirasa penting. Jika memang terpaksa harus keluar rumah mereka diwajibkan memakai masker dan menjaga jarak bahkan tidak boleh berboncengan saat mengendarai kendaraan roda dua. [] Ni-Bay

Posting Komentar untuk "Disaat Ojol Kelaparan, Kemana GoJek dan Nadiem Makarim?"