Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Prediksi LSI: Pandemi Covid-19 Berakhir Juni 2020, Akankah Normal Kembali?



Oleh: Cynthia Putri

LSI Denny JA melakukan riset mengenai prediksi kapan berakhirnya pandemi Covid-19 ini. Hasilnya, jika masyarakat mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan WHO, maka 99% kasus virus corona di Indonesia akan selesai pada Juni 2020.

Namun, prediksi tersebut tidak akan terjadi apabila terdapat pelanggaran terhadap kepatuhan protokol kesehatan yang digariskan WHO dan pemerintah. Di antaranya mengenai physical distancing, work from home, penggunaan masker, larangan mudik, kebersihan dalam mencuci tangan, dlsb.

Selain itu, di Indonesia tidak diberlakukan karantina wilayah yang menyeluruh untuk semua wilayah terdampak covid-19. Pemerintah menyerahkan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) ke masing-masing wilayah provinsi. Yang mana pemerintah provinsi pun juga tidak serta-merta memberlakukan kebijakan PSBB secara menyeluruh untuk seluruh wilayah di dalam provinsi.

Pemprov Jatim misalnya yang hanya memberlakukan PSBB untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik saja di tahap awal PSBB periode 28/4/2020-11/5/2020. Menyusul Malang Raya per 11/5/2020 hingga 14 hari kemudian.

Padahal pasien positif Covid-19 juga ada yang tinggal bahkan hingga meninggal dunia di kota lain dalam provinsi Jatim selain 4 kota tersebut. Maka kebijakan penerapan PSBB yang tidak merata tersebut bukan merupakan solusi yang komprehensif.

Agar target penurunan kasus Covid-19 bisa tercapai, maka perlu adanya sinergi dan kekompakan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah. Bahkan sudah seharusnya kebijakan dibuat menjadi satu komando terpusat untuk penerapan karantina wilayah di seluruh wilayah terdampak Covid-19 di Indonesia.

Namun, pemerintah juga mempertimbangkan dari sisi perekonomian negara apabila diberlakukan karantina wilayah menyeluruh. Selain para pelaku usaha yang juga terdampak, sehingga mereka meminta kelonggaran PSBB untuk keberlangsungan usahanya. Pertimbangan lainnya ialah pemerintah yang juga harus menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari bagi warga terdampak yang dilarang keluar rumah untuk mencari nafkah.

Begitulah kejamnya sistem ekonomi kapitalisme-sekuler. Aspek kemanusiaan dikesampingkan bila suatu kebijakan merugikan dari segi ekonomi. Karena prinsip dasar kapitalisme ialah segala sesuatu dinilai dari segi kebermanfaatan secara materi.

Lain halnya dengan sistem Islam. Kebahagiaan duniawi berupa materi bukanlah segala-galanya. Kebijakan pemimpin ialah untuk kemaslahatan umat manusia. Seluruh kekayaan SDA dalam negeri dikelola oleh negara. Hasilnya dapat dialokasikan di antaranya untuk biaya kesehatan bagi warga negaranya secara gratis. Karena merupakan tanggung jawab negara untuk penyediaan layanan kesehatan secara cuma-cuma bagi seluruh warga negaranya.

Semoga sistem Islam segera kembali tegak di muka bumi ini, setelah sistem Kapitalisme & Komunisme gagal mengatasi pandemi Covid19 ini. Sehingga baldatun thoyyibatun wa robbun ghoffur (sebagaimana dalam QS. Saba: 15) yakni negeri yang baik dan ampunan Tuhan dapat diraih, apabila aturan Allah diterapkan secara menyeluruh di segala lini kehidupan ini. 

Posting Komentar untuk "Prediksi LSI: Pandemi Covid-19 Berakhir Juni 2020, Akankah Normal Kembali?"