Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

'Tuhan Memberi Saya 10 Jari untuk Bekerja': Seorang Warga Alor, NTT Menolak Bantuan Sembako dari Pemerintah



Alor, Visi Muslim- Seorang warga lanjut usia di Kabupaten Alor di Nusa Tenggara Timur menolak untuk menerima bantuan sembako yang didistribusikan pemerintah, ia mengatakan bahwa ia lebih suka bekerja sendiri.

Dalam sebuah video yang menjadi viral di media sosial, Salomi Malaka, istri seorang petani dan ibu tiga anak, berulang kali menolak bantuan dalam bentuk Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), sebuah kartu yang dapat digunakan untuk membeli makanan pokok.

Pemerintah telah mendistribusikan KKS untuk warga miskin yang terdampak Covid-19.

"[Saya ingin] bekerja sendiri saja. Tuhan memberi saya 10 jari untuk bekerja sehingga saya harus berusaha," kata Salomi dalam video yang diposting pada hari Jumat oleh pengguna Instagram @baliaman_.

Nazamuddin, koordinator distribusi bantuan makanan pokok Kabupaten Alor, membenarkan bahwa peristiwa dalam video itu terjadi pada hari Selasa, (28/4/2020) ketika petugas mendistribusikan bantuan pergi ke rumah Salomi.

Para pejabat mengunjunginya setelah Salomi, yang keluarganya memenuhi syarat untuk bantuan, tidak terdaftar di KKS.

"Kami memutuskan untuk mengunjungi rumahnya sehingga kami dapat menjelaskan program bantuan makanan pokok yang ditawarkan selama pandemi Covid-19," kata Nazamuddin pada hari Jumat, (1/5/2020) seperti dikutip oleh kompas.com. "Kami awalnya bersikeras bahwa dia menerima bantuan, tetapi dia terus menolak."

Para pejabat kemudian memutuskan untuk mengembalikan bantuan KKS-nya ke Direktorat Jenderal Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Sosial, dan memberinya masker yang bisa ia gunakan saat membeli makanan di pasar lokal.

KKS awalnya diluncurkan pada Februari 2017, pada saat pandemi covid-19 KKS bisa ditukar dengan bantuan pokok makanan yang akan didistribusikan dari bulan April hingga Desember - yang mencakup 20 juta penduduk miskin di Indonesia. Pada tanggal 31 Maret, Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengumumkan bahwa tunjangan KKS akan ditingkatkan menjadi Rp 200.000 (S $ 20) per bulan per keluarga dari sebelumnya Rp 150.000.

Bantuan makanan pokok adalah bagian dari program jaring pengaman sosial Covid-19 pemerintah senilai Rp 110 triliun (US $ 6,7 miliar), di mana sebagian dari dana tersebut akan dialokasikan untuk keluarga miskin dan program listrik gratis. [] Gesang

Posting Komentar untuk "'Tuhan Memberi Saya 10 Jari untuk Bekerja': Seorang Warga Alor, NTT Menolak Bantuan Sembako dari Pemerintah"