Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Abdullah Azzam Sang Arsitek Jihad Global



Oleh : Ansar Elhaddadi (Simpatisan Ikhwanul Muslimin)

Abdullah Yusuf Azzam lahir tahun 1941 di desa As-ba'ah, Al-Hartiyeh, provinsi Jenin, Palestina. Seorang anak yang sangat cerdas, Dia suka membaca, unggul di kelas, dan mempelajari topik di atas tingkat nilainya. Terlahir di keluarga ternama pasangan Yusuf Mustafa dan Zakia Saleh, beliau menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di desanya (1955). Kemudian melanjutkan pendidikan di Khaddory Collage (semacam SMK) dalam bidang pertanian dan lulus sebagai siswa termuda juga terbaik. 

Setelah itu ia pernah kuliah di Khadorri College di Tulkarem, Tepi Barat, jurusan pertanian. 1966 mendapat gelar B.A. di Sharia College Universitas Damaskus, Suriah. Gelar master bidang Syariah dari Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Mengajar di Universitas Jordan di Amman, tahun 1971 kembali kuliah di Universitas Al-Azhar dan 1973 memperoleh Ph.D dalam bidang Ushul Fiqh.

Pada tahun 1950-an Abdullah Azzam bergabung dengan Ikhwanul Muslimin. Di Yordania ambil bagian bersama paramiliter PLO pimpinan Yasser Arafat, alih-alih terpengaruh ideologi Marxis PLO, Azzam malah memimpikan gerakan trans-nasional pan-Islam yang akan melampaui peta politik Timur Tengah. Ia diyakini memiliki peran sebagai ideolog dalam mendirikan gerakan Islam Hamas di Palestina. Pada tahun 1960-an, beliau ikut mengobarkan Jihad selama satu tahun lebih melawan Zionis Yahudi dibawah komando bendera Ikhwanul Muslimin. 
Di tahun 1973-1979 menjadi rektor di Universitas King Abdul Azis, Arab Saudi. Usamah bin Laden adalah mahasiswa disana antara tahun 1976-1981, mungkin pertama kali bertemu Abdullah Azzam selama waktu itu.

Dr. Abdullah Yusuf Azzam terkenal sebagai "The Father of Global Jihad" atau punggawanya mujahidin yang berhasil mengusir invasi militer pasukan kafir Uni Soviet dan Amerika Serikat dari bumi Afghanistan. Banyak tokoh islam yang menobatkan beliau sebagai perintis jihad modern setelah tumbangnya Khilafah Utsmaniyah di Turki pada tahun 1924 ditangan seorang agen yahudi Mustafa Kemal Attaturk. Upaya untuk membangkitkan kembali kekhalifahan islam membuat Abdullah Azzam bertekad mewujudkan harapan ummat islam yang kehilangan perisainya ketika kaum kafir menjajah negeri-negeri muslim dan merampas kekayaan sumber daya alamnya. Berbagai cobaan, tantangan dan rintangan yang ditempuh Abdullah Azzam tak mengendorkan semangatnya untuk membentuk gerakan jihad global yang membuat lawan-lawannya menciut.  Beliau menanamkan kepada kaum muslimin untuk bersatu dalam membela ummat Islam yang menjadi korban kekejaman agresi, mengembalikan tanah muslim dari penjajahan dan dominasi asing, menegakkan kalimatullah serta mewujudkan kembali institusi politik khilafah islamiyah. Ia telah berkontribusi dalam membangun infrastruktur paramiliter yang ilmiah, ideologis dan praktis untuk globalisasi gerakan islam. Tekad api yang dimiliki oleh Abdullah Azzam demi mewujudkan Khilafah Islamiyah telah melahirkan banyak kader-kader tangguh dan militan seperti Usamah bin Laden (Pemimpin Al Qaeda),  Mullah Muhammad Umar (Amir Emirat Islam Afghanistan dan Thaliban), Komandan Samir bin Shalih (Mantan komandan Mujahidin asing tertinggi Chechnya), Abu Mush'ab As Suri (pelatih Mujahidin Afghan dan mantan anggota Ikhwanul Muslimin lebih dari 20 tahun) dan juga Ayman Adz Dzawahiri (Pemimpin tertinggi Al Qaeda saat ini) . Abdullah Azzam bukanlah orang biasa, beliau orang besar. Para wanita Muslimah terbukti belum bisa melahirkan orang sekaliber beliau setelah kematiannya. Bahkan majalah Time milik Amerika memberi komentar "Dia (Abdullah Azzam) adalah orang yang bertanggung jawab atas bangkitnya Jihad Global diabad 20".

Abdullah Azzam mendesak kaum muslimin diseluruh penjuru dunia untuk segera membentuk institusi Khilafah Islamiyah dan menyerukan untuk bergabung dengan jama'ahnya. Beliau berpesan kepada seluruh kaum muslimin bahwasanya "Barisan depan ini merupakan landasan yang kokoh bagi kaum muslimin, dan kita akan melanjutkan Jihad tidak peduli berapa lama jalannya sampai nafas terakhir dan denyut nadi terakhir atau sampai kita melihat Daulah Islam didirikan. Khilafah jelas merepresentasikan institusi politik yang telah diwariskan oleh Rasulullah SAW dan sebagai simbol persatuan ummat islam yang mengalami kekosongan kepemimpinan sejak runtuhnya Turki Utsmani pada tahun 1924. Pemikiran jihad kontemporer Abdullah Azzam adalah harapan terakhir ummat islam
dalam melawan imperialisme Barat, dan titik tolak untuk 
memperkuat identitas umat melawan segala bentuk 
nasionalisme barat dan berbagai produk komunisme, kapitalisme yang bertentangan dengan pemikiran islam. 

Posisi beliau pada Jihad Afghanistan melawan tentara komunis Soviet adalah mufti (pemberi fatwa) dan ahli dalam permasalahan Jihad juga permasalahan agama di regional Afghanistan. Beliau berperang melawan Soviet dan berdakwah kepada kaum Muslimin diseluruh pelosok Afghanistan. Beliau telah melawat ke Jalalabat, Kandahar, Kabul, Hindu Kush, dan banyak tempat lainnya.

Beliau adalah motivator dan da’i yang paling terkenal, selain itu dia adalah orang yang kepalanya paling mahal bagi pemerintah Soviet. Dengan izin Allah, karena hebatnya motivasi beliau, milyaran dolar donasi mengalir ke Jihad Afghanistan dari kantong kaum Muslimin diseluruh dunia. Dalam satu kisah dikatakan bahwa ada sekitar ribuan Mujahidin di saentro negeri yang ikut bergabung bersama beliau dan mengangkat senjata demi membebaskan ummat islam dari musuh-musuh Allah dan RasulNya. 

Terusirnya tentara Soviet dari Afghanistan, dan Jihad global abad ke 20 ala Abdullah Azzam yang kelak disambut oleh Amerika sebagai Global War Against Terrorism (red-Islamic Politics) bukan hanya berpengaruh lokal Afghanistan dan Pakistan namun telah menyebar keseluruh penjuru dunia. Ide Jihad Global yang kemudian di populerkan oleh Al Qaidah adalah juga buah usaha Abdullah Azzam.

Uni Soviet menganggap Afghanistan adalah bagian dari kekuasaannya. Moskow pusat Uni Soviet mengirimkan 4 divisi besar pasukan komunisnya pada 24 Desember 1979 untuk menginvasi sepenuhnya negara Afghanistan. Namun serentak para rakyat dan berkat dorongan pemikiran-pemikiran Abdullah Azzam, masyarakat afghan saling bahu-membahu mengusir invasi militer pasukan Uni Soviet. Kerasnya medan Jihad Afghanistan yang bergunung dan berlembah memang menyulitkan gerakan para mujahidin. Tapi mereka tetap teguh walaupun mujahidin waktu itu kalah dari segi persenjataan maupun dana. Untuk mengatasi masalah dana dan persenjataan, Abdullah Azzam bepergian dari satu daerah kedaerah lain untuk menyerukan persatuan seluruh mujahidin Afghanistan dan akhirnya seruan beliau didengarkan oleh masyarakat afghan. Menurutnya, kemenangan akan lebih mudah kalau adanya persatuan karena ummat muslim adalah bersaudara , antara satu dengan yang lainnya saling membantu. Bahkan ummat islam adalah bagaikan satu bangunan. Yang satu menguatkan yang lainnya. Persatuan seluruh pasukan Mujahidin Afghanistan tentu saja membuat Uni  mengalami kekalahan telak. 

Kesimpulan beliau tentang jihad Afghanistan adalah bahwa jihad Afghan adalah jihad islami, hukumnya fardhu ‘ain. Umat Islam seluruh dunia wajib mendukung jihad Afghan. Sejak saat itu, Dr. Abdullah Azzam mengkonsentrasikan seluruh potensi dirinya pada jihad Afghan hinga menemui kesyahidannya pada hari Jum’at, 24 November 1989, ketika mobil yang ditumpangi bersama kedua anaknya dalam perjalanan ke masjid untuk memberikan khutbah Jum’at meledak karena bom yang dipasang oleh musuh-musuh Islam.

Asy Syahid Abdullah Azzam telah berjihad di Palestina sebelum bergabung dengan para mujahidin di Afghanistan. Lantas beliau bertekad tidak akan berhenti berjuang atau meletakkan senjata dari tangannya sebelum melihat tegaknya Daulah Islamiyah dan negeri-negeri Islam yang dianeksasi kembali kepada pemiliknya (yakni kaum muslimin). Ibaratnya beliau adalah madrasah jihad yang riil (nyata). Dengan madrasah jihad tersebut, Asy Syahid mengembalikan kepercayaan diri umat serta menumbuhkan secercah harapan dalam relung hati mereka bahwa umat ini bisa mencapai kejayaannya kembali ketika menjadikan Al Jihad sebagai manhajnya dan melangkah di atas jalan Nabi serta para sahabatnya.

Syekh Abdullah Azzam membuka mata dunia tentang Jihad dan segala karomah-karomah dalam pertempurannya, ceramah-ceramah ideologisnya yang menggerakkan kaum muslimin untuk melawan bala tentara kaum kafir.

Kemenangan mujahidin Afghanistan mengusir pendudukan Uni Soviet (Rusia) pada dekade 80-an menjadi sejarah fenomenal hingga saat ini. Bagaimana tidak, negara komunis dengan 620 ribu tentara dan persenjataan canggih bisa dikalahkan oleh mujahidin yang jumlahnya tidak diketahui secara pasti dan senjatanya lebih sederhana.

Namun di balik ‘sederhana’-nya persenjataan mujahidin Afghanistan, Rusia sangat ketakutan setelah pasukannya mengetahui bahwa batu yang dilemparkan mujahidin bisa berubah menjadi bom dan peluru. Kisah karamah itu terjadi saat seorang mujahid bernama Ghul Muhammad ditangkap tentara Uni Soviet.

“Suatu malam,” tulis Syaikh DR Abdullah Azzam dalam bukunya Tarbiyah Jihadiyah, “Ghul tersesat saat ingin kembali ke batalionnya.”

Bukannya tiba di markas batalion, Ghul justru tersesat masuk ke wilayah musuh. Ia pun ditangkap dan kemudian diinterogasi.

“Sebelum kami membunuhmu,” kata seorang pewira Rusia, “kami ingin bertanya, bagaimana terkadang senjata kalian membakar tank-tank kami?”

Ghul merasa dirinya akan mati tak lama lagi. Karenanya ia ingin bersiasat untuk menakuti pasukan Rusia. “Jangankan peluru-peluru kami,” jawab Ghul tanpa takut, “bahkan sekiranya kami melempar batu pun ia akan mampu menembus tank kalian.”

Tentu saja perwira itu tak percaya. Tapi karena penasaran, ia ingin menguji kebenaran kata-kata itu. “Baiklah, itu tank kami. Silahkan kau lempar dengan batu agar kami bisa melihat bagaimana batu itu bisa menembusnya.”

Ghul tidak menyangka bahwa perwira itu akan mengambil langkah demikian. Padahal tadi ia hanya bersiasat. Namun, ia memiliki keyakinan bahwa Allah akan menolongnya.

“Kalau begitu, biarkan aku mengerjakan shalat dua rakaat dulu,” pinta Ghul.

Dalam sujudnya, Ghul berdoa sepenuh hati. Ia bermunajat kepada Allah memohon pertolongannya. “Ya Allah… janganlah Engkau membuka aibku. Engkau mengetahui bahwa batu-batu ini tidak dapat berbuat apa-apa.”

Selesai shalat, Ghul berdoa lagi. Ia bertawakal kepada Allah, dan memohon keajaiban dariNya. Setelah itu, barulah ia mengambil segenggam batu kerikil dan melemparkannya ke sebuah tank di depannya.

Sorot mata para tentara Rusia mengikuti gerak batu itu, dari tangan Ghul ke arah tank kebanggaan mereka. Mata-mata itu terbelalak saat menyaksikan percikan api begitu batu-batu Ghul menghantam tank. Terbakar. Tank itu terbakar.

“Jauhkan tank-tank di sebelahnya agar tidak ikut terbakaarrr!” perintah sang perwira mengejutkan para tentara.

Usai menyaksikan keajaiban itu, sang perwira melepaskan Ghul. “Pergilah, kami tak ingin membunuhmu,” pungkasnya dengan ada kesal. Sejak saat itu, mereka takut bahwa semua batu yang dilemparkan mujahidin Afghanistan bisa berubah menjadi bom dan peluru.

Inilah salah satu keajaiban dari beberapa karomah pertempuran Jihad Afghanistan bahwasanya orang-orang yang menolong agama Allah maka pasti pula Allah akan menolongnya. 

Perjuangan melalui penapun beliau lakukan tentang pentingnya Jihad dituliskan dalam beberapa jilid buku yang telah diterjemahkan kedalam beberapa bahasa termasuk bahasa Indonesia. Bukunya yang berjudul Tarbiyah Jihadiyah yang menggambarkan pertempuran fenomenal dibumi Afghanistan melawan invasi militer Uni Soviet. Buku-bukunya  yang bernuansa jihad kembali dipaparkan dengan apik. Keakraban bertutur sang Syahid yang melegenda itu menjadikan bukunya tak berlebihan bila dinobatkan sebagai “La Tahzan” nya Jihad.

Dengan karya-karyanya beliau berusaha merawat pohon jihad yang disemai di tengah bangsa Afghan agar tumbuh subur dan buahnya bisa dinikmati oleh umat Islam. Fakta di lapangan yang ia sampaikan dengan apik membuat tulisannya begitu hidup. Membacanya seakan-akan kita diajak merasakan langsung suasana jihad di Afghanistan. Merasakan hiruk pikuk jihad, strategi militer, kesederhanaan, kesabaran, ketawadhuan, juga keperwiraan para mujahidin dalam memegang prinsip di hadapan musuh-musuh Islam.

Abdullah Azzam menggambarkan betapa bumi Afghanistan sebagai Syurga para pencarinya. Dalam bukunya, beliau mengatakan "Jihad adalah perang dan jihad bukan hanya di Afghanistan. Engkau bisa berjihad dimanapun engkau berada. Jihad adalah satu-satunya jalan untuk menegakkan agama Allah dimuka bumi, jihad pula yang akan membebaskan negeri-negeri muslim yang sedang dijajah oleh musuh-musuh Allah dan RasulNya. Bila Jihad di Afghanistan berhasil, maka akan berlanjut ke jihad-jihad selanjutnya keseluruh penjuru dunia, termasuk membebaskan tanah suci Palestina dari Israel. Beliau telah menyerahkan seluruh jiwa dan raganya untuk berjihad di jalan Allah, Abdullah Azzam telah melaksanakan manhajnya dengan maksimal karena peradaban Islam diukir oleh dua hal, Hitam tinta para Ulama dan merah darah para Syuhada'. Keduanya bersinergi mengguncang dunia, memecah simpul-simpul zhalim yang mengikat kejayaan Islam sekian lama. Jika tidak ada ruang untuk memilih diantara keduanya, maka melaksanakan keduanya adalah Puncak kemuliaan.

Maka tak heran, Abdullah Azzam dijuluki sebagai Bapak Arsitek Jihad Global abad ke 20.

[1] Biography of Abdullah Azzam. http://www.topfamousbiography.com/biography/1471/abdullah_yusuf_azzam_biography.html. 3 Juni 2011

[2] Abdullah Azzam, Surat Dari Garis Depan, penerbit Jazera, Solo 2006

[3] Abdullah Azzam, Tarbiyah Jihadiyah, penerbit Jazeera, Solo 2015

Posting Komentar untuk "Abdullah Azzam Sang Arsitek Jihad Global"