Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jejak Khilafah di Spanyol



Oleh: Netty Susilowati (Revowriter Malang) 

Ekspedisi penaklukan daratan Spanyol pertama terjadi pada tahun 711 M di bawah komando panglima perang Thariq bin Ziyad. Sebelum keberangkatan Thoriq bin Ziyad, sebenarnya sudah ada ekspedisi yang masuk ke daratan Spanyol. Ekspedisi awal ini berjumlah 400 pasukan di bawah komando Tharif bin Malik, tapi belum bersifat penaklukan. Hanya sebatas observasi lapangan , mengamati situasi  dan kondisi daratan Spanyol dan lautannya. Sedangkan penakulukan baru dilakukan pada masa Thariq bin Ziyad. 

7000 pasukan yang berangkat bersama komando Thariq bin Ziyad terus mengalami kemenangan di berbagai wilayah yang dilaluinya. Ekspedisi pasukan Islam di benua Eropa tidak hanya berhenti di daratan Spanyol, tapi terus melesak maju hingga melintasi pegunungan Pyrenia. Perancis adalah batas akhir dari perjalanan ekspedisi mulsim di sebelah barat. 

Masa kekuasaan Islam di Spanyol berlangsung lebih dari tujuh setengah abad. Sejak pertama kali masuk tahun 711 M sampai jatuhnya Granada pada 1492 M. 

Sejak pertama kali menginjakkan kaki ditanah Spanyol, hingga jatuhnya Islam terakhir di sana, Islam memainkan peranan yang besar. Berbagai ilmu pengetahuan berkembang pesat, lahir ilmuwan-ilmuwan besar yang haus akan ilmu pengetahuan. Terlebih jika berbicara tentang arsitektur bangunan dan tata letak kota. Maka Spanyol selalu menjadi buah bibir dengan kota-kota yang megah. Andalusia salah satu kota di Spanyol dibangun oleh komunitas muslim merupakan hiasan dunia yang cemerlang di barat.

Spanyol menjadi perkotaan yang megah. Tidak ada yang menyaingi kemegahannya kecuali Baghdad. Pembangunan kota berlangsung cepat. 3000 masjid di bangun. Abdurahman al Nasir mendirikan universitas Cordoba. Tersedia sebanyak 70 perpustakaan dan memiliki koleksi 400.000 buku. Pada masa ini, masyarakat benar-benar menikmati kesejahteraan dan kemakmuran. Geliat intelektualitas tumbuh dengan subur di bumi Spanyol. Kota Cordoba menjadi gudang ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Transformasi pengetahuan berjalan dengan cepat keseluruh elemen masyarakat. 

Inilah bukti dakwah Islam yang sangat massif, yang dilakukan oleh daulah Islam (khilafah). Tidak hanya berhenti di Jazirah Arab saja, tetapi cukup meluas hingga Negara Eropa. Satu dakwah yang efektif memang ketika dilakukan oleh Negara. Masyarakat yang ditaklukkan akan melihat sendiri, merasakan sendiri bagaimana Islam mengatur kehidupan mereka dan menjadikan mereka sejahtera dan makmur dalam arti sebenarnya. Bukan sebatas angka di atas kertas. 

Saat ini belum ada khilafah kedua sebagaimana janji Allah dan RasullulahNya. Sehingga dakwah dan jihad tidak bisa diemban sebuah negara. Dakwah hanya dilakukan oleh individu dan jama’ah dakwah yang memperjuangkan khilafah. Hanya sayang, jamaah ini pun mendapat persekusi baik anggota maupun organisasinya di negeri-negeri sekuler. Padahal jelas, apa yang mereka perjuangkan adalah untuk kesejahteran dan kemakmuran kaum muslimin khususnya dan masyarakat umumnya.

 Tidak ada pilihan lain, bagi kaum muslimin yang merindukan hidup dalam naungan Islam, bagi kaum muslimin yang ingin terikat kepada Islam secara kaffah, bagi kaum muslimin yang ingin hidup sejahtera dan makmur, maka mari bergabung bersama jamaah dakwah yang memperjuangkan kembalinya kehidupan Islam dalam naungan Khilafah Islamiyah ala Minhajin Nubuwah. Allahu Akbar!

Posting Komentar untuk "Jejak Khilafah di Spanyol"