Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Konflik Azerbaijan dan Armenia Memanas, PBB Himbau Hentikan Pertikaian


Washington, Visi Muslim- Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan kepada Azerbaijan dan Armenia pada hari Senin, (13/7/2020) untuk menurunkan ketegangan pertengkaran  perbatasan mereka yang mematikan.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara kepala PBB, Guterres Stephane Dujarric mengatakan "sangat prihatin" dengan laporan yang menyatakan adanya baku tembak yang menyebabkan beberapa tentara tewas di kedua sisi.

"Sekretaris Jenderal mendesak untuk segera mengakhiri pertempuran dan meminta semua yang terlibat untuk mengambil langkah segera untuk mengurangi situasi dan menahan diri dari retorika provokatif," kata Dujarric.

Permintaan Guterres datang setelah empat tentara Azerbaijan mati syahid dan tiga lainnya cedera pada Ahad ketika pasukan Armenia melanggar gencatan senjata dan menargetkan posisi tentara di distrik Tovuz barat laut Azerbaijan.

Menanggapi serangan akhir pekan Armenia, tentara Azerbaijan melancarkan serangan balasan pada Senin dengan tembakan meriam.

Tembakan tersebut mengenai sejumlah posisi tentara Armenia, stasiun radar militer, barak kendaraan, tank, dan kendaraan lapis baja, kata Kementerian Pertahanan Azerbaijan dalam sebuah pernyataan. Lebih dari 20 personel tentara Armenia tewas dalam serangan itu, tambahnya.

Sebelumnya pada hari itu, Organisasi Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) Ketua Bersama Minsk Group mendesak kedua belah pihak untuk segera melanjutkan pembicaraan bersama OSCE.

Guterres telah mencatat pernyataan yang dikeluarkan oleh kelompok itu, kata Dujarric, dan kepala PBB "menegaskan kembali dukungan penuhnya atas upaya mereka untuk mengatasi situasi berbahaya ini dan mencari penyelesaian damai dan negosiasi untuk konflik Nagorno-Karabakh yang telah berlangsung lama."

Dua bekas wilayah Turki Ustmani ini telah lama terkunci dalam konflik atas Karabakh Atas.

Karabakh Atas, atau Nagorno-Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional, telah diduduki secara ilegal sejak 1991 melalui agresi militer Armenia.[] Gesang

Posting Komentar untuk "Konflik Azerbaijan dan Armenia Memanas, PBB Himbau Hentikan Pertikaian"