Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sekarang Politisi Makin Tak Malu Lagi Minta Jabatan


Jakarta, Visi Muslim- Belakangan ramai diberitakan ‘perseteruan’ internal kubu Jokowi, antara Adian Napitupulu dengan Menteri Negara BUMN, Erick Thohir. Adian mempersoalkan pengangkatan sejumlah komisaris di BUMN sebagai tidak konsisten, yakni mengangkat banyak pensiunan. Adian juga mempermasalahkan kenapa Kementerian BUMN tidak memprioritaskan pemilihan komisaris dari unsur partai koalisi di pemerintahan Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Namun, kendati mengakui tidak mengakomodir keinginan Adian. Erick juga mengakui bahwa jabatan komisaris BUMN juga dipilih dari orang-orang titipan.

Komentar:

Di Indonesia, dan di semua negara dengan sistem politik demokrasi, membagi-bagi jabatan kepada parpol pendukung dan tim sukses adalah kelaziman. Sejak masa Orde Lama hingga Orde Reformasi, bancakan jabatan dan kekuasaan sudah dan terus dilakukan. Namun di masa rezim Jokowi praktek bancakan ini dilakukan begitu vulgar, tanpa malu.

Pertama, Jokowi sempat berjanji kabinetnya tidak akan diisi dengan praktek bagi-bagi jabatan, tapi ia akhirnya menjilat ludahnya sendiri dengan membagi-bagi jabatan seperti jabatan menteri dan komisaris BUMN pada parpol pendukung dan tim suksesnya. Tokoh-tokoh seperti Fajroel Rachman, putri Hari Tanoe,

Kedua, Pemerintah Jokowi juga membagi jabatan untuk puluhan perwira kepolisian. KontraS mendata ada 30 perwira kepolisian yang mendapatkan jabatan di era Jokowi mulai dari komisaris hingga pejabat, dimana 21 perwira masih aktif di kepolisian.

Beginilah demokrasi, kalimat kekuasaan itu dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat adalah jargon kosong. Setiap kali pemerintah hasil pemilu terpilih, maka yang paling besar mendapatkan keuntungan adalah parpol pemenang pemilu dan para pendukungnya. Sementara rakyat terus diabaikan.

Sekarang bandingkan dengan sikap Khalifah Umar bin Khaththab ra. yang bersikap tegas pada keluarganya dalam urusan kekuasaan dan harta negara. Umar pernah menyita unta-unta milik Abdullah, putranya, karena digembalakan di padang rumput tempat hewan zakat Baytul Mal. Umar juga menolak permintaan para sahabat untuk memasukkan Abdullah sebagai kandidat khalifah pengganti beliau. Inilah keadilan Islam.[]Iwan Januar /LS

Posting Komentar untuk "Sekarang Politisi Makin Tak Malu Lagi Minta Jabatan"