Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

JKdN Dituding Proyek Propaganda, Ismail Yusanto: Pastikan Sudah Lihat Film-nya, Baru Komentar

 


Jakarta, Visi Muslim- Film Jejak Khilafah di Nusantara (JKdN) masih menjadi perbincangan ditengah publik. Bahkan film ini dituding sebagai proyek propaganda.

Menanggapi hal itu, Ustaz Ismail Yusanto Pengarah film JKdN mengajak masyarakat untuk menyaksikan dahulu, sebelum berkomentar. 

"Pastikan bahwa semua sudah melihat film itu. Pak Marsudi Suhud sudah mersani dereng (baca: menonton belum)? Maka penting, bahwa semua melihat dulu sebelum berkomentar," tuturnya dalam Apa Kabar Indonesia Malam TV One, Kamis (27/8/2020).

Ia juga menegaskan bahwa film JKdN berusaha untuk menunjukan kebenaran adanya jejak Khilafah di Nusantara. Baik di dalam konteks bahwa ada hubungan (link up) kesultanan-kesultanan di Nusantara dengan Khilafah Utsmaniyah atau Umawiyyah maupun (link down) sebaliknya, yaitu khilafah ada hubungan dengan Nusantara.

"Jadi, ini benar-benar perspektif sejarah gitu, dan dalam film itu ditunjukkan memang ada bukti-bukti sejarah untuk bisa mengatakan ada jejak Khilafah di Nusantara", tambahnya.

Ismail Yusanto juga mempertanyakan soal tudingan propaganda pada film JKdN, karena apa yang ada didalam film JKdN adalah muatan dakwah. 

"Apa yang dimaksud dengan propaganda di situ? Kalau dakwah pasti ada, karena kita sebagai seorang Muslim punya kewajiban untuk berdakwah," jawabnya.

Ismail menambahkan, bahwa semua tanggapan terkait Film JKdN tergantung penilaian setelah menyaksikan film tersebut. Maka penting untuk melihat film tersebut sebelum memberikan komentar.

Film itu berusaha seobyektif mungkin, kalau ada sebutlah kadar dakwah. Itu pun juga dakwah dalam konteks menunjukkan bahwa ajaran Islam mengenai Khilafah itu. Bahwa dulu (Khilafah) pernah dipraktikan (dan) dijalankan, bukan hanya dalam lingkup kecil, tapi mencapai melingkupi berbagai wilayah sampai ke wilayah yang disebut Nusantara," tutupnya.[] Editor: Nilufar Babayiğit

Posting Komentar untuk "JKdN Dituding Proyek Propaganda, Ismail Yusanto: Pastikan Sudah Lihat Film-nya, Baru Komentar "