Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sudah Ada Sekitar 1.500 Jenazah Korban Covid-19 yang Dimakamkan di Surabaya



Surabaya, Visi Muslim- Penggali kubur yang bekerja di dua pemakaman umum yang ditujukan untuk korban Covid-19 di Surabaya, Jawa Timur, melaporkan telah menguburkan sekitar 1.500 jenazah sejak pandemi dimulai.

Pak Munaji, seorang penggali kubur di Pemakaman Umum Keputih, mengatakan dia telah mengubur sekitar 800 pemakaman di pemakaman tersebut.

Ditambahkan dengan yang ada di Makam Babat Jerawat, jumlah pemakaman di Surabaya mencapai sekitar 1.500, katanya.

"Itu fakta. Jumlah pemakaman Covid-19 dari awal pandemi hingga sekarang sekitar 1.500," kata Munaji, Senin (26/8), dikutip dari KompasTV.

Munaji menambahkan bahwa pada awal wabah, dia membantu mengubur sekitar 35 mayat per hari dan bekerja sepanjang waktu. Meskipun kekhawatirannya tentang tertular virus tetap ada, dia mengatakan itu adalah panggilannya untuk terus bekerja dengan itikad baik.

Bapak Munaji mendesak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan guna menghentikan penularan dan mengurangi jumlah korban.

"Kapan ini akan berakhir? Kami lelah, kami tertekan," katanya.

Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang terkena dampak terparah di Indonesia, dengan sebagian besar kasusnya dilaporkan di Surabaya.

Hingga Selasa, (25/8/2020), Jawa Timur telah mengonfirmasi 30.998 kasus, dengan 24.301 telah sembuh dan 2.222 kematian. Surabaya menyumbang 11.628 kasus, dengan 8.968 sembuh dan 900 kematian.

Jumlah pemakaman di kuburan di Surabaya lebih tinggi daripada kematian yang dikonfirmasi, karena pemerintah mengecualikan kematian yang diduga kasus dari data resmi tetapi mengharuskan mereka untuk dimakamkan di bawah protokol Covid-19.

Ini juga berarti lebih banyak pekerjaan dan lebih banyak alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan untuk penggali kubur di seluruh negeri.

Secara terpisah, seorang penggali kubur di Makam Bukit Gandus di Palembang, Sumatera Selatan, Pak Herman, turut berbagi perjuangannya.

Karena takut menularkan virus ke istri dan anak-anaknya, pria berusia 55 tahun itu hanya sesekali pulang ke rumah untuk berganti pakaian, seperti yang dilakukan keempat rekannya.

Pak Herman mengaku memakai pakaian biasa dan bekerja hanya dengan sekop, tanpa alat pelindung khusus.

Bapak Herman mengatakan bahwa dia dan rekan-rekannya dibayar total 750.000 rupiah per-penguburan, yang dibagi rata di antara mereka.

“Tidak ada tip, itu saja. Kadang kami dikasih obat vitamin. Tapi kami tetap ikhlas, karena hanya itu yang bisa kami lakukan untuk membantu selama pandemi ini,” kata Pak Herman, Minggu.

"Jika tidak ada yang mau, siapa lagi yang mau membantu penguburan? Saya hanya berdoa memohon perlindungan Tuhan saat bekerja. Ini semua untuk kemanusiaan," tambahnya. [] Gesang/Nilufar Babayiğit

Posting Komentar untuk "Sudah Ada Sekitar 1.500 Jenazah Korban Covid-19 yang Dimakamkan di Surabaya"